Firman Allah SWT
{وَرَسُوْلًا اِلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ}
{#Dan (sebagai) seorang rasul kepada Bani Israil.#} (Ali Imran, [3:49]) yang berkata kepada mereka:
{اَنِّيْ قَدْ جِئْتُكُمْ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ اَنِّيْٓ اَخْلُقُ لَكُمْ مِّنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ فَاَنْفُخُ فِيْهِ فَيَكُوْنُ طَيْرًا بِاِذْنِ اللّٰهِ}
{#"Sesungguhnya aku telah datang kepada kalian dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhan kalian, yaitu aku membuat untuk kalian dari tanah sebagai bentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah."#} (Ali Imran, [3:49])
Membuat Patung Burung
Memang demikianlah yang dilakukan oleh Nabi Isa AS. Ia membuat sebuah patung berupa seekor burung, kemudian ia meniup patung burung itu, maka dengan serta-merta patung itu menjadi burung sungguhan dan dapat terbang dengan seizin Allah SWT Hal ini dijadikan untuknya sebagai mukjizat yang menunjukkan bahwa dia diutus oleh Allah SWT kepada mereka.
Menyembuhkan Orang Buta dan Orang yang Berpenyakit Sopak
{وَاُبْرِئُ الْاَكْمَهَ}
{#dan aku menyembuhkan orang yang buta.#} (Ali Imran, [3:49])
Menurut suatu pendapat, yang dimaksud dengan AL-AKMAH ialah orang yang dapat melihat di siang hari, tetapi di malam hari ia tidak dapat melihat. Menurut pendapat lain adalah sebaliknya. Menurut pendapat yang lainnya, orang yang buta di kala malam hari. Sedangkan menurut pendapat yang lainnya lagi yaitu orang yang rabun.
Menurut pendapat yang lain, yang dimaksud dengan AL-AKMAH ialah orang yang buta sejak lahirnya. Pendapat ini lebih dekat kepada kebenaran, mengingat hal ini lebih jelas menunjukkan kemukjizatannya dan lebih kuat dalam tantangannya.
{وَالْاَبْرَصَ}
{#dan orang yang berpenyakit kusta.#} (Ali Imran, [3:49])
Yang dimaksud dengan AL-ABRASH ialah penyakit sopak.
{وَاُحْيِ الْمَوْتٰى بِاِذْنِ اللّٰهِ}
{#dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah.#} (Ali Imran, [3:49])
Mukjizat Nabi Isa AS
Mayoritas ulama mengatakan bahwa Allah mengutus setiap nabi dengan membekalinya mukjizat yang sesuai dengan ahli zamannya. Di zaman Nabi Musa AS, hal yang paling terkenal di kalangan umatnya ialah permainan sihir dan mengagungkan orang-orang yang pandai sihir. Maka Allah mengutus Nabi Musa AS dengan membawa mukjizat yang menyilaukan mata dan membingungkan para ahli sihir. Ketika para ahli sihir merasa yakin bahwa hal yang dipamerkan oleh Musa AS adalah berasal dari sisi Tuhan Yang Mahabesar lagi Mahaperkasa, maka barulah mereka taat memeluk agama Nabi Musa AS dan jadilah mereka hamba-hamba Allah yang bertakwa.
Adapun Nabi Isa AS, di masanya terkenal ilmu ketabiban dan ilmu biologi. Maka Nabi Isa AS datang kepada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat yang tidak ada jalan bagi seorang manusia pun untuk dapat menirunya, kecuali jika diperkuat oleh Tuhan yang membuat syariat. Karena bagaimana mungkin seorang tabib dapat mampu menghidupkan orang yang telah mati, atau menyembuhkan orang yang buta dan yang berpenyakit sopak, serta membangkitkan orang yang telah dikubur, yang seharusnya baru dapat bangkit dari kuburnya di hari kiamat nanti, yaitu hari pembalasan.
Mukjizat Nabi Muhammad SAW
Demikian pula Nabi Muhammad SAW Beliau diutus di zaman orang-orang yang ahli dalam hal kefasihan berbahasa, ahli dalam hal berparamasastra, dan ahli dalam bersyair secara alami. Maka beliau SAW datang kepada mereka dengan membawa Al-Qur'an dari sisi Allah SWT; yang seandainya berkumpul manusia dan jin untuk mendatangkan hal yang semisal atau sepuluh surat yang semisal atau sebuah surat yang semisal dengannya, niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya untuk selama-lamanya, sekalipun sebagian dari mereka membantu sebagian yang lainnya. Hal tersebut tiada lain karena Kalam Tuhan tidaklah sama dengan perkataan makhluk-Nya sama sekali.
Firman Allah SWT
{وَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُوْنَ وَمَا تَدَّخِرُوْنَ فِيْ بُيُوْتِكُمْ}
{#dan aku kabarkan kepada kalian apa yang kalian makan dan apa yang kalian simpan di dalam rumah kalian.#} (Ali Imran, [3:49])
Arti Firman Allah SWT
Artinya, aku akan menceritakan kepada kalian semua yang dimakan oleh seseorang di antara kalian sekarang dan apa yang disimpan oleh-nya di dalam rumahnya untuk keesokan harinya.
{اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ}
{#Sesungguhnya pada yang demikian itu.#} (Ali Imran, [3:49])
Yakni dalam kesemuanya itu, dari awal sampai akhir.
{لَاٰيَةً لَّكُمْ}
{#adalah suatu tanda bagi kalian.#} (Ali Imran, [3:49]) yang menunjukkan kebenaran dari apa yang aku datangkan kepada kalian.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.