Ayat 93-95
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas: Israil (nabi Yakub) sering kali menderita keringat malam yang membuatnya gelisah dan mengganggunya tidur, sedangkan penderitaan itu berhenti pada siang hari. Lalu dia bernaazar kepada Allah bahwa jika Allah menyembuhkannya, dia tidak akan pernah makan yang mengakibatkan berkeringat dan tidak akan memiliki keturunan makan yang mengakibatkan berkeringat. Hal ini disampaikan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya. Dia berkata,”Kemudian, anak-anaknya mengikutinya dalam mengharamkan hal itu dan meneladani caranya. Dia berkata, firman Allah, (sebelum Taurat diturunkan) yaitu dia mengharamkan hal tersebut untuk dirinya sendiri sebelum turunnya Taurat.
Oleh karena itu Allah SWT berfirman, (Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya'qub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan) yaitu halal bagi mereka semua makanan itu sebelum turunnya Taurat, kecuali yang diharamkan oleh Israil (nabi Ya’kub), kemudian Allah berfirman (Katakanlah: "maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar") Maka Taurat itu berbicara tentang apa yang telah kita sebutkan (Maka barangsiapa mengada-adakan dusta terhadap Allah sesudah itu, maka merekalah orang-orang yang zalim (94)) yaitu bahwa siapa saja yang berdusta kepada Allah dengan mengklaim bahwa Dia telah menghalalkan kegiatan hari sabtu dan tetap berpegang pada Taurat, dan bahwa tidak ada nabi lain yang akan diutus yang mengajak beribadah kepada Allah dengan membawa bukti-bukti dan argumen-argumen setelah semua yang telah kita jelaskan, berupa terjadinya nasakh dan kejelasan sesuatu yang telah kami sebutkan (maka merekalah orang-orang yang zalim) Kemudian Allah berfirman, (Katakanlah: "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah") yaitu katakanlah wahai Muhammad, benarlah Allah dalam apa yang Dia beritahukan tentang apa yang Dia syariatkan dalam Al-Qur’an (Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik) yaitu ikutilah agama nabi Ibrahim yang lurus, yang disyariatkan dalam Al-Qur’an melalui lisan nabi Muhammad SAW, bahwa sesungguhnya hal itu adalah kebenaran yang tidak ada keraguan di dalamnya. Ini adalah agama yang aturan yang belum pernah datang kepada nabi dengan lebih lengkap, lebih jelas dan lebih sempurna. Sebagaimana Allah berfirman (Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik" (161)) (Surah Al-An’am)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.