Ayat 124-129
Para mufasir berbeda pendapat mengenai janji ini, apakah ini terjadi pada hari perang Badar atau hari perang Uhud? Ada dua pendapat yang berbeda:
Pendapat Pertama
Pendapat pertama adalah bahwa firman Allah, (ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin) dikaitkan dengan firmanNya, (Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar) (Surah Ali Imran: 123). Ini diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri, 'Amr Asy-Sya'bi, Ar-Rabi' bin Anas, dan yang lainnya. Hal ini dipilih oleh Ibnu Jarir. ‘Ibad bin Manshur meriwayatkan dari Al-Hasan tentang firman Allah, ((Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: "Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan) Dia berkata,"Ini terjadi pada hari perang Badar"
Pendapat Kedua
Pendapat kedua adalah bahwa janji ini terkait dengan firman Allah, (Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang) (Surah Ali Imran: 121), Hal itu terjadi pada hari Uhud. Ini adalah pendapat Mujahid, 'Ikrimah, Adh-Dhahhak, Az-Zuhri, Musa bin 'Uqbah, dan yang lainnya.
Perbedaan Pendapat
Akan tetapi mereka berkata bahwa hal itu tidak sampai lima ribu, karena pada saat itu orang-orang muslim melarikan diri. 'Ikrimah menambahkan bahwa itu sampai tiga ribu, sesuai dengan firman Allah, (Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga) namun mereka tidak bersabar, melainkan melarikan diri. Mereka tidak diberikan bantuan dengan satu malaikat pun.
Tanda Malaikat
Firman Allah, (Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga) yaitu bersabar dalam menghadapi musuh kalian, bertakwalah kepadaKu dan taatlah kepada perintahKu. Firman Allah SWT, (dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga) Al-Hasan, Qatadah, Ar-Rabi', dan As-Suddi berkata bahwa ini datang dari sisi mereka.
Mujahid, 'Ikrimah dan Abu Shalih berkata bahwa ini datang dari kemarahan mereka.
Firman Allaah SWT, (niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda) yaitu dapat dikenali dengan tanda.
Diriwayatkan dari Ali bin Abu Thalib, dia berkata: "Tanda para malaikat pada hari perang Badar yaitu dengan pakaian putih, dan tanda mereka juga terlihat pada bagian kuda-kuda mereka"
Mujahid berkata: (yang memakai tanda) yaitu bagian pengenalnya, diberi tanda pada bagian ekornya dengan menggunakan bulu putih" Firman Allah SWT: (Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya) yaitu Allah hanya menurunkan para malaikat dan memberitahukan kepada kalian secara langsung untuk menenangkan hati kalian.
Kemenangan dari Allah
Tidaklah kemenangan itu datang kecuali dari sisi Allah jika Dia berkehendak Dia akan mengalahkan musuh-musuhNya tanpa adanya kalian, yaitu tanpa membutuhkan penyerangan kalian terhadap mereka, sebagaimana Allah SWT berfirman setelah memerintahkan orang-orang mukmin untuk berperang (Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. Allah akan memberi pimpinan kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka (5) dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenankan-Nya kepada mereka (6)) (Surah Muhammad)
Oleh Karena itu Allah SWT berfirman di sini (Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (126)) yaitu Allah adalah yang pemilik keperkasaan, yang tidak bisa dikalahkan, dan kebijaksanaan dalam kuasa dan hukum-hukumNya. dari sisi-Nya,
Kemudian Allah SWT berfirman: (untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir) yaitu Allah memerintahkan kalian untuk berjuang dalam sesuatu yang di dalamnya mengandung hikmah di setiap takdir. Oleh karena itu Allah menyebutkan semua kemungkinan orang-orang kafir yang berperang melawan muslim, maka Allah berfirman: (untuk membinasakan segolongan) yaitu untuk menghancurkan suatu umat (orang-orang yang kafir, atau untuk menjadikan mereka hina) yaitu menghinakan dan menolak mereka dengan amarah mereka karena menginginkan sesuatu yang tidak mereka dapatkan dari kalian.
Oleh karena itu Allah berfirman (atau untuk menjadikan mereka hina lalu mereka kembali) yaitu mereka kembali (dengan tidak memperoleh apa-apa) yaitu tetapi semua itu untukku, sebagaimana Allah SWT berfirman (karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kami-lah yang menghisab amalan mereka), (Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya) dan (Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya)
Kemudian Allah SWT menyebutkan pembagian itu dan berfirman: (atau Allah menerima taubat mereka) yaitu sesuatu yang mereka lakukan berupa kekufuran, sehingga memberi petunjuk kepada mereka setelah berada kesesatan (atau mengazab mereka) yaitu di dunia dan akhirat atas kekufuran dan dosa mereka. Oleh karena itu Allah berfirman (karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim) yaitu mereka berhak atas hal itu.
Diriwayatkan dari Az-Zuhri,”Salim menceritakan kepadaku, dari ayahnya bahwa dia mendengar Rasulullah SAW bersabda (ketika beliau mengangkat kepalanya dari ruku’ dalam raka’at kedua dari shalat shubuh) beliau bersabda “”Ya Allah laknatlah Fulan dan Fulan”, setelah bersabda, “Allah mendengar orang yang memujiNya, Ya Tuhan Kami, segala puji bagiMu” Lalu Allah menurunkan (Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu….)
Kemudian Allah SWT berfirman: (Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi) yaitu segala sesuatu itu milikNya, begitu juga penduduk keduanya adalah hamba-hambaNya. (Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki) yaitu Dia mengatur semuanya, sehingga tidak ada yang menolak hukumanNya, dan tidak ada yang mempertanyakan atas apa yang diperbuat olehNya tetapi merekalah yang dimintai pertanggungjawaban (dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang).
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.