Ayat 154-155
Makna Ayat
Allah SWT berfirman seraya menambahkan ketenangan dan ketenangan kepada hamba-hambaNya yang mukmin atas apa yang telah diturunkan kepada mereka, yaitu rasa kantuk yang menimpa mereka sedangkan mereka tetap menjaga senjata mereka saat mereka dalam keadaan cemas dan sedih. Rasa kantuk dalam keadaan tersebut menunjukkan tanda keamanan, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Anfal dalam kisah perang Badar: ((Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu) (11)) (Surat Al-Anfal).
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata: “Rasa kantuk dalam pertempuran adalah dari Allah, sedangkan dalam shalat berasal dari setan.
Diriwayatkan dari Abu Talhah
Diriwayatkan dari Abu Talhah, dia berkata: “Aku pernah merasakan rasa kantuk saat hari perang Uhud, hingga pedangku jatuh dari tanganku berkali-kali, dan aku terus mengambilnya lagi.
Makna Ayat
(Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu) yaitu orang-orang yang memiliki keimanan, keyakinan, keteguhan, dan tawakal yang tulus. Mereka yakin bahwa Allah akan menolong RasulNya dan membantunya mencapai tujuannya. Oleh karena itu, Allah berfirman, (sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri) yaitu mereka tidak merasakan rasa kantuk karena kegelisaan, kecemasan dan ketakutan. (mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah) sebagaimana Allah berfirman dalam ayat lain, (Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan setan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa (12)) (Surat Al-Fath). Demikian juga mereka yakin bahwa orang-orang musyrik ketika mereka tampak pada saat itu akan menang, dan bahwa Islam dan para pengikutnya telah kalah. Ini adalah perkara yang dialami oleh orang-orang yang mengalami keraguan ketika peristiwa mengerikan ini terjadi, maka sangkaan buruk ini akan terjadi. Kemudian Allah menjelaskan tentang mereka bahwa (Mereka berkata) dalam keadaan itu (Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?) lalu Allah berfirman (Katakanlah: "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah". Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu) Kemudian, Allah menjelaskan apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka dengan firmanNya, (mereka berkata: "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini") Mereka menyembunyikan ucapan ini dari Rasulullah SAW.
Az-Zubair
Az-Zubair berkata, "Aku pernah melihat diriku bersama Rasulullah SAW ketika ketakutan sangat menghantui kami. Allah mengirimkan tidur kepada kami, sehingga tidak ada satu pun dari kami kecuali rasa kantuk menyelimutinya. Demi Allah, aku mendengar kata-kata Mu'attib bin Qusyair, yang seperti mimpi, dia berkata, “Kalau saja kita memiliki peran dalam perkara ini, kita tidak akan mati di sini.” Aku masih mengingatnya dengan jelas. Dalam hal ini, Allah menurunkan ayat, (mereka berkata: "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini") seperti yang diucapkan oleh Mu'attib.
Makna Ayat
Allah SWT berfirman, (Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh") Ini adalah takdir yang telah ditetapkan oleh Allah, keputusan yang pasti terjadi sehingga yang tidak bisa menghindar dan mengelak dariNya.
Makna Ayat
Firman Allah, (Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu) yaitu Dia menguji kalian dengan apa yang terjadi pada kalian, untuk memisahkan yang buruk dari yang baik dan menampakkan perbedaan antara orang-orang mukmin dan orang-orang munafik dalam perkataan dan perbuatan mereka. (Allah Maha Mengetahui isi hati) yaitu, apa yang bergejolak dalam dada berupa rahasia. Kemudian Allah SWT berfirman (Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antaramu pada hari bertemu dua pasukan itu, hanya saja mereka digelincirkan oleh setan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat) saitu sebagian dosa mereka yang terdahulu, sebagaimana yang dikatakan oleh beberapa ulama’ salaf, "Sebagian balasan perbuatan baik adalah kebaikan setelahnya, dan sebagian balasan perbuatan buruk adalah keburukan setelahnya"
Makna Ayat
Kemudian Allah SWT berfirman, (dan sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka) yaitu apa yang telah mereka lakukan berupa melarikan diri. (Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun) yaitu Dia mengampuni dosa, bermurah hati kepada makhlukNya, dan membiarkan mereka.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.