Ayat 199-200
Allah SWT memberitahukan tentang sebagian kelompok dari Ahli Kitab yang beriman kepada Allah dengan iman yang sebenarnya, dan beriman kepada apa yang telah diturunkan kepada nabi Muhammad bersamaan dengan beriman kepada apa yang telah mereka imani sebelumnya berupa kitab-kitab sebelumnya. Mereka khusyu' dan patuh kepada Allah, tunduk dan merendahkan diri di hadapanNya, (dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit) yaitu mereka tidak menyembunyikan berita-berita gembira tentang nabi Muhammad SAW, menyebutkan sifat-sifatnya, gelarnya, pengutusannya, dan sifat umatnya. Mereka adalah sebaik-baik Ahli Kitab dan yang paling istimewa di antara mereka, baik mereka yang berasal dari orang-orang Yahudi atau Nasrani.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qashash (Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al Quran, mereka beriman (pula) dengan Al Quran itu (52) Dan apabila dibacakan (Al Quran itu) kepada mereka, mereka berkata: "Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Quran itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan(nya) (53) Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka) (Surah Al-Qashash: 52-54)
Allah SWT juga berfirman (Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya) (Surah Al-Baqarah:121)
Sifat-Sifat Orang-Orang Yahudi
Ini adalah sifat-sifat yang ada pada orang-orang Yahudi, namun sedikit sekali sebagaimana yang ditemukan dalam Abdullah bin Salam dan orang-orang lain sepertinya yang beriman dari golongan para rahib Yahudi, dimana jumlah mereka tidak sampai sepuluh orang.
Sifat-Sifat Orang-Orang Nasrani
Adapun orang-orang Nasrani, maka di antara mereka ada yang mendapatkan petunjuk dan dituntun menuju kebenaran, sebagaimana Allah SWT berfirman (Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri (82) Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui; seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (83) Mengapa kami tidak akan beriman kepada Allah dan kepada kebenaran yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Tuhan kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?" (84) Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya…) (Surah Al-Maidah: 82-85)
Ayat 199-200
Demikian juga Allah SWT berfirman di sini (Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya)
Hadits
Telah disebutkan dalam hadits bahwa Ja'far bin Abi Thalib, ketika membaca surah (Kaf Ha’ Ya’ ‘Ain Shad (1)) (Surah Maryam) di hadapan orang Najasyi, raja Habasyah, yang ditemani oleh para pendeta dan pemuka agama Nasrani, dia dan mereka menangis bersamanya hingga janggut mereka menjadi basah.
Disebutkan juga dalam hadits shahih Bukhari Muslim bahwa ketika orang Najasyi wafat, Rasulullah SAW mengumumkan hal itu kepada para sahabatnya, "Saudara kalian di Habasyah telah meninggal. Mari kita shalat jenazah untuknya" Kemudian Rasulullah SAW keluar ke padang pasir, mengatur shaf mereka dan melaksanakan shalat untuknya.
Ayat 199-200
Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid, ayat dalam (Dan sesungguhnya diantara ahli kitab), yaitu orang-orang yang telah masuk Islam dari kalangan Ahli Kitab.
Hadits Shahih Bukhari Muslim
Telah disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Abu Musa, dia berkata,”Rasulullah SAW bersabda, "Tiga jenis orang yang akan mendapatkan pahala dua kali” Kemudian beliau menyebutkan di antaranya “seorang dari Ahli Kitab, yang dia beriman kepada nabinya dan kepadaku" Firman Allah (dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit)yaitu mereka tidak pengetahuan yang ada pada mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang yang dicela di antara mereka. Sebaliknya, mereka menyebarkannya dengan cuma-cuma. Oleh karena itu, Allah SWT berfirman, (Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitunganNya)
Mujahid berkata terkait ayat (amat cepat perhitunganNya) yaitu sangat cepat dalam menghitung. Firman Allah (Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga) Hasan al-Bashri mengatakan bahwa mereka diperintahkan untuk bersabar dalam menjalani agama yang diridhai Allah untuk mereka, yaitu Islam. Sehingga janganlah mereka meninggalkannya dalam keadaan senang atau susah, tidak pula dalam keadaan berat atau ringan, sampai mereka meninggal dalam keadaan sebagai seorang muslim. Serta agar mereka bersabar menghadapi musuh-musuh yang mencoba merusak agama mereka".
Demikian juga dikatakan oleh ulama' salaf lainnya. Adapun “Al-Murabathah” adalah selalu menempatkan diri pada posisi beribadah dan teguh. Dikatakan bahwa hal itu adalah menunggu waktu shalat setelah selesai melaksanakan shalat. Hal tersebut diungkapkan oleh Ibnu Abbas, Sahl bin Hunaif, dan Muhammad bin Ka'b Al-Qurazhi serta lainnya.
Diriwwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang membuat Allah menghapus dosa dan mengangkat derajat? Yaitu Menyempurnakan wudlu di saat susah, memperbanyak langkah ke masjid serta menunggu shalat setelah shalat. Demikian itu seperti ribath, demikian itu seperti ribath, dan demikian itu seperti ribath”
Firman Allah SWT, (dan bertakwalah kepada Allah) yaitu dalam segala urusan dan keadaan kalian,.sebagaimana Rasulullah SAW bersabda kepada Mu'adz bin Jabal ketika mengutusnya ke Yaman, "Bertakwalah Allah di mana pun kamu berada, dan hapuslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, dan berperilakulah kepada orang-orang dengan akhlak yang baik" (supaya kamu beruntung), di dunia dan akhirat.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.