Makna Kata
Pada ayat ini Allah ﷻ sebutkan di antara bentuk tidak bersyukur mereka kepada Allah ﷻ yaitu perkataan mereka pada ayat ini, yang makna intinya mereka menolak hari kebangkitan.(21 )
Firman Allah ﷻ ,
وَقَالُوا أَإِذَا ضَلَلْنَا فِي الْأَرْضِ أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ
“Dan mereka berkata: "Apakah bila kami telah lenyap (hancur) dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?"
Perkataan mereka pada ayat ini sama seperti perkataan mereka ضَلَّ الْمَاءُ فِي اللَّبَنِ yang artinya adalah air telah lenyap di dalam susu, dan juga seperti perkataan mereka أَضَلَّ بَعِيْرَهُ artinya adalah dia telah kehilangan untanya.( 22) Jadi makna ضَلَّ pada ayat ini adalah lenyap, sehingga makna dari perkataan mereka adalah jika kami telah lenyap di dalam bumi, daging dan tulang-belulang kami telah menjadi pasir dan tanah, apakah kami akan dibangkitkan dalam penciptaan yang baru?(23 )
Firman Allah ﷻ ,
بَلْ هُمْ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَ
“Bahkan mereka ingkar akan menemui Tuhannya.”
Ini adalah syubhat yang sering mereka sampaikan untuk mengingkari hari kebangkitan, dan Allah ﷻ juga sebutkan dalam beberapa ayat yang maknanya sama seperti ini.
Ayat-ayat yang Semakna
Ayat-ayat tersebut di antaranya adalah firman Allah ﷻ ,
خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ
“Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi penentang yang nyata.” (QS. AN-Nahl: 4)
Selanjutnya juga firman Allah ﷻ ,
أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ. وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ ۖ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ
“Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” (QS. Yasin: 77-78)
Analisis
Dua ayat di atas semakna dengan konteks ayat yang sedang kita bahas dalam surah ini dimana mereka orang-orang kafir menjadi penentang bagi Allah ﷻ . Padahal Allah ﷻ lah yang menciptakan mereka dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada, Allah juga memberikan berbagai macam kenikmatan seperti penglihatan, pendengaran, hati dan lain-lain. Sama halnya pada dua ayat di atas, Allah sebutkan Allah ﷻ menciptakan mereka dari air mani, kemudian tiba-tiba mereka kufur dan kemudian menjadi penentang Allah ﷻ .
Tafsiran Ulama
Sebagian ulama ketika menafsirkan ayat ini menyatakan bahwa mereka orang-orang kafir sebenarnya sadar bahwa hari kebangkitan sangat mungkin terjadi. Hal ini karena mereka mengakui bahwa mereka dulunya suatu yang tidak ada, kemudian Allah ﷻ ciptakan mereka menjadi ada. Kalau Allah ﷻ mampu menciptakan manusia dari tidak ada menjadi ada, maka untuk mengulang penciptaan kembali sesuatu yang sudah ada itu lebih mudah bagi Allah ﷻ . Tetapi walau sadar, mereka tetap kufur terhadap hari kebangkitan karena ada syubhat di kepala mereka. Syubhat tersebut Allah ﷻ sebutkan di akhir ayat dengan firman-Nya بَلْ هُمْ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَ “mereka ingkar akan menemui Tuhannya “, maksudnya yaitu mereka tidak ingin dihisab oleh Allah ﷻ .