Makna kata القَذف
Kata القَذف maknanya adalah melempar dengan kuat(173). Terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama berkaitan dengan penafsiran al-haq:
Pendapat Pertama
Maksudnya adalah wahyu yang Allah ﷻ berikan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan juga sebelumnya kepada para nabi yang lain. Allah ﷻ berfirman,
﴿ يُلْقِي الرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ لِيُنْذِرَ يَوْمَ التَّلَاقِ ﴾
“Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat).” (QS. Ghafir: 15)
Pendapat Kedua
Maksudnya adalah Allah ﷻ mengilhamkan kebenaran untuk menghancurkan kebatilan secara umum kepada siapa saja yang Allah ﷻ kehendaki, tidak terbatas kepada para nabi(174). Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Syekh Utsaimin rahimahullah. Terlebih lagi setelah ayat ini Allah ﷻ berfirman,
﴿ قُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ وَمَا يُعِيدُ ﴾
“Katakanlah: "Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi".”
Konteks Ayat
Konteks ayat ini adalah dialog antara Nabi Muhammad ﷺ dengan orang-orang kafir Quraisy. Allah ﷻ memerintahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ untuk menyampaikan kebenaran yang akan menghancurkan kebatilan.
Gaib
Kata الْغُيُوبِ jamak dari الْغَيْب, dan secara umum al-ghaib ada dua:
Pertama
الْغَيْب المُطْلَق, ini berkaitan dengan masa depan. Tidak ada yang mengetahui hal ini kecuali Allah ﷻ. Akan tetapi, sebagian rasul dan malaikat Allah ﷻ kabarkan sebagian ilmu tentang masa depan.
Kedua
الْغَيْب النِّسْبِي, ini berkaitan dengan zaman sekarang dan masa lalu. Jika kita bicara tentang masa lalu, maka hal tersebut gaib bagi kita. Akan tetapi, bagi orang-orang terdahulu hal tersebut bukanlah hal yang gaib.
Ayat-Ayat Al-Qur'an
﴿ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ﴾
“Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?”
﴿ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ﴾
“Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
﴿ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ ﴾
“sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?"
﴿ قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ ﴾
“Katakanlah: "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.”
﴿ مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ ﴾
“Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.”
﴿ مَنْ أَتَى كَاهِنًا، أَوْ عَرَّافًا، فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ، فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ ﴾
“Barang siapa yang mendatangi dukun atau peramal lalu membenarkan apa yang dikatakannya maka dia telah kafir terhadap Al-Qur'an”