Makna Ayat
Makna ayat mengandung pengertian yang umum mencakup semua orang yang ingkar terhadap adanya hari berbangkit.
Huruf Alif dan Lam
Huruf alif dan lam yang ada di dalam firman-Nya:
{اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ}
{#Dan apakah manusia tidak memperhatikan.#} (Ya Sin, [36:77])
Menunjukkan pengertian al-liljinsi yang berarti mencakup semua orang yang ingkar terhadap adanya hari berbangkit.
{اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ}
{#bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata.#} (Ya Sin, [36:77])
Yakni apakah orang yang ingkar terhadap adanya hari berbangkit tidak menyimpulkan dari permulaan penciptaan dirinya yang menunjukkan kepada pengembaliannya? Karena sesungguhnya Allah mulai menciptakan manusia dari sari pati air yang hina. Dia menciptakannya dari sesuatu yang hina, lemah, dan kecil, sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{اَلَمْ نَخْلُقْكُّمْ مِّنْ مَّاۤءٍ مَّهِيْنٍ. فَجَعَلْنٰهُ فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍ}
{#Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina? Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (Rahim). Sampai waktu yang ditentukan.#} (Al Mursalat, [77:20]-[77:21])
Dan firman Allah SWT:
{اِنَّا خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ نُّطْفَةٍ اَمْشَاجٍ}
{#Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur.#} (Al-Insan, [76:2])
Yaitu dari air mani yang bercampur, dan Tuhan yang menciptakan manusia dari nutfah yang lemah ini pasti dapat menghidupkannya kembali sesudah matinya.
Perumpamaan
Imam Ahmad mengatakan di dalam kitab musnadnya, telah menceritakan kepada kami Abul Mugirah, telah menceritakan kepada kami Hariz, telah menceritakan kepadaku Abdur Rahman ibnu Maisarah, dari Jubair ibnu Nafir, dari Bisyr ibnu Jahhasy yang mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW meludah di telapak tangannya pada suatu hari, lalu meletakkan jari telunjuknya pada ludahnya itu dan bersabda:
{قَالَ اللّٰهُ تَعٰلٰى: ابْنَ اٰدَمَ اَنّٰى تُعْجِزُنِيْ وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ مِثْلِ هٰذِهٖ حَتّٰى اِذَا سَوَّيْتُكَ وَعَدَلْتُكَ مَشَيْتَ بَيْنَ بُرْدَيْكَ وَلِلْاَرْضِ مِنْكَ وَئِيْدٌ فَجَمَعْتَ وَمَنَعْتَ حَتّٰى اِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيْ قُلْتَ: اَتَصَدَّقُ وَاَنّٰى اَوَانُ الصَّدَقَةِ}
{#Allah SWT berfirman, "Hai Bani Adam, bagaimanakah engkau menganggap-Ku tidak berkuasa, sedangkan Aku telah menciptakanmu dari hal semisal ini; dan manakala Aku telah menyempurnakan bentukmu dan menyelesaikan ciptaanmu hingga kamu dapat berjalan dengan mengenakan baju burdahmu dan bumi ini sebagai tempat berpijakmu, lalu kamu menghimpun (harta) dan tidak mau bersedekah. Hingga manakala roh sampai di tenggorokan, lalu kamu katakan, 'Aku akan bersedekah', tetapi masa bersedekah telah habis."#}
Ibnu Majah meriwayatkannya melalui Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, dari Yazid ibnu Harun, dari Hariz ibnu Usman dengan sanad yang sama.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:
{وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَّنَسِيَ خَلْقَهٗ قَالَ مَنْ يُّحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيْمٌ}
{#Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?"#} (Ya Sin, [36:78])
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.