Makna Kata
Yakni Mahasuci dan Mahabersih Allah, sebagai ungkapan memahasucikan dan memahabersihkan Tuhan Yang Hidup, Yang terus menerus mengatur makhluk-Nya dari semua keburukan. Di tangan kekuasaan-Nyalah terletak semua kendali kekuasaan di langit dan di bumi, dan hanya kepada-Nyalah dikembalikan semua utusan. Dialah Yang Menciptakan dan Yang Memerintah, dan kepada-Nyalah dikembalikan semua hamba pada hari mereka dibangkitkan, lalu Dia membalas setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya. Dia Mahaadil, Pemberi Nikmat dan Pemberi Karunia.
Maka firman Allah SWT: {#Maka Mahasuci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu.#} (Ya Sin, [36:83])
Semakna dengan firman Allah SWT:
{قُلْ مَنْ بِيَدِهٖ مَلَكُوْتُ كُلِّ شَيْءٍ}
{#Katakanlah, "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu?"#} (Al-Mu-minun, [23:88])
Dan firman Allah SWT:
{تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُ}
{#Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan.#} (Al-Mulk, [67:1])
Lafaz {#al-mulk#} dan {#al-malakūt#} sama, seperti halnya lafaz {#rahmah#} dan {#rahmūt, rahbah,#} dan {#rahbūt,#} dan {#jabar#} dan {#jabarūt.#}
Makna Ayat
Di antara ulama ada yang menduga bahwa {#al-mulk#} adalah alam jasad, sedangkan {#al-malakūt#} alam roh. Pendapat yang benar adalah yang pertama, pendapat itulah yang dipegang oleh kebanyakan ulama tafsir dan lain-lainnya.
Pelajaran dari Ayat
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hammad dari Abdul Malik ibnu Umair, telah menceritakan kepadaku saudara sepupu Huzaifah, dari Huzaifah ibnul Yaman RA yang menceritakan bahwa ia salat bersama Rasulullah SAW di suatu malam. Maka beliau SAW membaca tujuh surat yang panjang-panjang dalam beberapa rakaat. Dan beliau bila mengangkat kepalanya dari rukuk mengucapkan:
{سَمِعَ اللّٰهُ لِمَنْ حَمِدَهُ}
{#Allah mendengar orang yang memuji-Nya.#}
Kemudian dilanjutkan:
{الْحَمْدُ لِذِيْ ذِى الْمَلَكُوْتِ وَالْجَبَرُوْتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ}
{#Segala puji bagi Allah Yang mempunyai segala kerajaan, keperkasaan, kebesaran, dan keagungan.#}
Dan lama rukuknya sama dengan lama berdirinya, dan lama sujudnya sama dengan lama rukuknya. Ketika beliau bersalam, kedua kakiku terasa hampir patah (karena lamanya salat).
Imam Abu Daud dan Imam Turmuzi di dalam kitab Asy-Syama'il serta Imam Nasai telah meriwayatkan melalui hadis Syu'bah ibnu Amr ibnu Murrah dari Abu Hamzah maula Al-Ansar, dari seorang lelaki dari Bani Abs, dari Huzaifah RA, bahwa ia pernah melihat Rasulullah SAW sedang salat di malam hari, dan beliau SAW mengucapkan:
{اللّٰهُ اَكْبَرُ -ثَلَاثًا- ذُو الْمَلَكُوْتِ وَالْجَبَرُوْتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ}
{#Allahu Akbar (tiga kali) Yang memiliki semua kerajaan, kebesaran dan keagungan.#}
Setelah itu beliau membuka salatnya (membaca Al-Fatihah), dan membaca surat Al-Baqarah, lalu rukuk, dan lama rukuknya sama dengan lamanya berdiri. Dalam rukuknya itu beliau membaca:
{سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ}
{#Mahasuci Tuhanku Yang Mahabesar.#}
Beliau mengangkat kepalanya dari rukuk, dan i'tidal yang dilakukannya hampir sama dengan rukuknya. Dalam i'tidalnya beliau membaca:
{لِرَبِّيَ الْحَمْدُ}
{#Bagi Tuhanku segala puji.#}
Kemudian sujud, dan lama sujudnya itu sama dengan lama berdirinya. Dalam sujudnya beliau membaca:
{سُبْحَانَ رَبِّيَ الْاَعْلٰى}
{#Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.#}
Kemudian beliau mengangkat kepalanya dari sujud, lalu melakukan duduk di antara dua sujud dalam waktu yang lamanya sama dengan sujudnya. Dalam duduknya itu beliau mengucapkan:
{رَبِّ اغْفِرْ لِيْ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ}
{#Tuhanku, berilah ampunan bagiku. Tuhanku, berilah ampunan bagiku.#}
Rasulullah SAW melakukan salatnya itu empat rakaat, yang padanya beliau membaca surat Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa, Al-Maidah atau Al-An'am (di sini Syu'bah ragu).
Demikianlah menurut lafaz yang ada pada Imam Abu Daud.
Imam Nasai mengatakan bahwa Abu Hamzah menurut kami adalah Talhah ibnu Yazid, dan lelaki ini diduga kuat adalah Silah, demikianlah menurut Imam Nasai. Tetapi yang lebih kuat lagi diduga dia adalah saudara sepupu Huzaifah, seperti yang telah disebutkan di dalam riwayat Imam Ahmad; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Adapun riwayat Silah ibnu Zufar, dari Huzaifah RA, maka sesungguhnya riwayat ini berada di dalam kitab Sahih Muslim, tetapi di dalam teksnya tidak disebutkan penuturan kata {#al-malakūt, wal jabarūt, wal kibriyā wal 'azamah.#}
Imam Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Saleh, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Mu'awiyah ibnu Saleh, dari Amr ibnu Qais, dari Asim ibnu Humaid, dari Auf ibnu Malik Al-Asyja'i RA yang mengatakan bahwa ia ikut salat bersama Rasulullah SAW di suatu malam, maka Rasulullah SAW berdiri dan membaca surat Al-Baqarah. Dan tidak sekali-kali beliau melalui ayat rahmat, melainkan berhenti dan meminta; dan tidak sekali-kali bacaannya melewati ayat azab, melainkan beliau berhenti, lalu memohon perlindungan. Kemudian beliau rukuk dengan lama yang hampir sama dengan berdirinya. Dalam rukuknya itu beliau mengucapkan:
{سُبْحَانَ ذِى الْجَبَرُوْتِ وَالْمَلَكُوْتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ}
{#Mahasuci Tuhan Yang mempunyai keperkasaan, kerajaan, kebesaran, dan keagungan.#}
Kemudian sujud dengan lama yang sama dengan lama berdirinya, dan dalam sujudnya beliau mengucapkan doa yang semisal. Lalu berdiri (setelah membaca Al-Fatihah) membaca surat Ali Imran, lalu Al-Baqarah.
Imam Turmuzi meriwayatkannya di dalam kitab Asy-Syama'il (juga Imam Nasai) melalui hadis Mu'awiyah ibnu Saleh dengan sanad yang sama.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.