Makna Ayat
Allah memberikan wahyu kepadanya dengan berfirman, Hai Dâwûd, sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu sebagai khalifah Kami di muka bumi. Oleh karena itu, berilah keputusan di antara manusia sesuai dengan syariat Kami. Jangan mengikuti hawa nafsu dalam mengambil keputusan sehingga kamu keluar dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang keluar dari jalan Allah dengan mengikuti hawa nafsu akan mendapat azab yang pedih, karena lalai akan hari pembalasan.
38|27|Kami tidak menciptakan langit dan bumi beserta semua yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu hanya sangkaan orang-orang kafir sehingga mereka semena-mena memberikan keputusan sesuai hawa nafsunya. Dari itu, mereka akan memperoleh siksa yang pedih berupa api neraka.
38|28|Apakah sesuai dengan hikmah (kebijakan) dan keadilan Kami, menganggap sama antara orang-orang Mukmin yang berbuat baik dan orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi. Dan apakah patut bagi Kami menganggap sama antara orang-orang yang takut akan siksa Kami dan orang-orang yang keluar dari ketentuan hukum Kami.
38|29|Yang diturunkan kepadamu ini, hai Muhammad, adalah kitab suci yang diturunkan penuh dengan banyak manfaat. Demikian itu agar mereka memahami ayat-ayatnya secara mendalam, dan agar orang-orang yang berakal sehat dan berhati jernih dapat mengambil pelajaran darinya.
38|30|Kami mengaruniakan Sulaimân kepada Dâwûd. Sulaimân adalah orang yang patut dipuji dan dijuluki hamba terbaik. Sebab ia memang selalu kembali kepada Allah dalam segala permasalahan.
Pelajaran dari Ayat
Ingatlah peristiwa yang dialami Sulaimân ketika ia, selepas waktu zuhur, dipertunjukkan kuda yang tenang ketika berhenti dan cepat ketika berlari.
38|31|Kemudian ia berkata, Aku sungguh sangat menyenangi kuda karena ia merupakan sarana terbaik untuk berjihad di jalan Allah. Kesenanganku itu timbul karena ingat kepada Tuhan. Ia masih terus sibuk dengan pertunjukan sampai kuda-kuda itu lenyap dari pandangannya.
38|32|Ia memerintahkan agar kuda-kuda itu diperlihatkan kembali kepadanya untuk dikenali betul hal ihwalnya. Kemudian ia mengusap kaki dan leher kuda sebagai bentuk ungkapan kasih-sayangnya.
38|33|Ia memerintahkan agar kuda-kuda itu diperlihatkan kembali kepadanya untuk dikenali betul hal ihwalnya. Kemudian ia mengusap kaki dan leher kuda sebagai bentuk ungkapan kasih-sayangnya.
Makna Ayat
Sesungguhnya Kami telah menguji Sulaimân sehingga ia tidak tergoda oleh kekuasaan. Kami menjadikannya tergeletak di atas kursinya sebagai jasad yang tidak mampu mengendalikan urusan. Kemudian ia menyadari cobaan itu dan segera kembali bertobat kepada Allah.
38|34|Sulaimân berdoa kepada Tuhannya sambil bertobat, Ya Tuhanku, ampunilah segala apa yang telah aku lakukan dan berikanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun sesudahku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi lagi banyak karunia-Nya.
38|35|Kemudian Kami menundukkan baginya angin yang berhembus dengan baik dan mudah, ke mana saja dia ingini.
38|36|Dan Kami tundukkan pula untuknya setan-setan yang ahli bangunan dan ahli menyelam di kedalaman laut.
38|37|Setan-setan yang lain diikat satu sama lainnya dengan belenggu dan rantai sehinga tidak mengganggu makhluk lain.
38|38|Allah mewahyukan kepadanya, Sesungguhnya yang Kami berikan kepadamu adalah anugerah Kami. Maka berikanlah dan cegahlah orang yang kamu kehendaki. Tidak ada dosa bagimu untuk memberikan dan menahannya.
38|39|Sesungguhnya di sisi Kami, Sulaimân mempunyai kedudukan yang agung dan tempat kembali yang baik.
Makna Ayat
Ingatlah, hai Muhammad, hamba Kami, Ayyûb, ketika ia berdoa kepada Tuhannya, Sesungguhnya setan telah menimpakan kepadaku kepayahan dan rasa sakit.
38|40|Kemudian Kami penuhi permintaannya dan Kami serukan kepadanya, Hentakkanlah kedua kakimu di tanah, niscaya akan keluar air yang sejuk untuk kamu pakai mandi dan minum sehingga kepayahan dan rasa sakitmu hilang.
38|41|Kami mengembalikan lagi keluarganya yang telah bercerai-berai saat dia mengalami cobaan dan Kami tambahkan mereka sejumlah yang ada. Kami lakukan semua itu sebagai bentuk kasih sayang Kami kepadanya dan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang berakal agar mereka tahu bahwa kesabaran membuahkan kemenangan.
38|42|Ayyûb pernah bersumpah akan memukul salah seorang anggota keluarganya dengan beberapa kayu. Lalu Allah membebaskan sumpahnya dengan cara memerintahkannya mengambil seikat kayu sebanyak yang disumpahnya, untuk dipukulkan kepadanya. Ia pun memukulnya dengan seikat kayu tadi. Dengan begitu dia melaksanakan sumpahnya dengan penderitaan yang lebih sedikit. Sesungguhnya Allah telah memberikan karunia-Nya berupa nikmat tersebut karena Ayyûb sabar atas cobaan sehingga pantas menerima pujian itu. Maka ia adalah sebaik-baik hamba, karena selalu kembali kepada Allah dalam segala permasalahan.
Makna Ayat
Ingatlah hamba-hamba Kami Ibrâhîm, Ishâq dan Ya'qûb yang mempunyai keteguhan dalam beragama dan hidup di dunia serta memiliki hati yang jernih.
38|43|Mereka Kami berikan keistimewaan yaitu sifat selalu mengingat akhirat. Mereka selalu mengingat dan mengingatkan orang lain tentang akhirat.
38|44|Sesungguhnya, di sisi Kami, mereka adalah benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.
38|45|Dan ingatlah pula Ismâ'îl, al-Yasa' dan Dzû al-Kifl. Mereka semua adalah orang-orang terbaik.
Makna Ayat
Berita sebagian nabi yang Kami ceritakan kepadamu ini adalah peringatan bagi kamu dan kaummu. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa dan tidak melanggar perintah Allah akan mendapatkan tempat kembali yang baik.
38|46|Allah telah menyediakan surga 'Adn yang pintu-pintunya selalu terbuka untuk mereka. Tak seorang pun dapat menghalangi mereka.
38|47|Di sana mereka duduk bersandar di atas ranjang dan dipan seperti layaknya hartawan. Di dalamnya, mereka bersenang-senang dengan selalu meminta buah-buahan dan minuman yang banyak.
38|48|Di dalam surga, mereka akan memiliki istri-istri yang pandangannya hanya tertuju kepada suaminya saja. Mereka semua seusia sehingga dapat lebih mudah menemukan keserasian.
38|49|Nikmat seperti inilah yang dijanjikan untuk kalian pada hari kiamat.
38|50|Sungguh, ini benar-benar karunia Kami yang tidak ada habisnya.
38|51|Kenikmatan ini adalah balasan bagi orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya orang-orang yang durhaka terhadap para nabi, akan memperoleh tempat kembali yang buruk.
38|52|Yaitu neraka jahanam. Mereka akan memasukinya dan merasakan sengatan panasnya. Neraka jahanam adalah seburuk-buruk tempat tinggal.
38|53|Ini adalah air yang sangat panas dan minuman penghuni jahanam. Mereka diperintahkan untuk merasakannya.
38|54|Azab lain yang seperti ini masih banyak lagi dan bermacam-macam.
38|55|Dikatakan kepada para pemimpin orang-orang musyrik yang durhaka, Ini adalah sekelompok orang yang masuk neraka dengan penuh kesulitan dan berdesak-desakan. Mereka itu adalah para pengikut kalian. Para pemimpin itu kemudian berkata, Tidak ada ucapan selamat datang bagi mereka. Sesungguhnya mereka benar-benar masuk ke neraka dan merasakan panasnya.
38|56|Para pengikut mereka menjawab, Sebenarnya kalianlah yang lebih berhak menerima doa yang kalian panjatkan untuk kami. Sebab kalianlah yang mengajukan siksa ini kepada kami dengan cara menggoda kami dan mengajak kepada kekafiran sehingga kami menjadi kafir. Seburuk-buruk negeri dan tempat tinggal adalah Jahanam.
38|57|Para pengikut itu berkata, Wahai Tuhan kami, tambahkanlah orang yang menyebabkan kami mendapat siksa dengan siksa yang berlipat di neraka.
38|58|Para penghuni neraka berkata, Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang ketika di dunia kami anggap jahat dan hina yang tidak memiliki kebaikan sama sekali, yaitu orang-orang muslim yang fakir.