Pelajaran dari Kisah Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman
1. Allah Menceritakan Sejarah-Orang-orang Sebelum Nabi Muhammad
Di antara pelajaran dan hikmah yang dapat kita petik dari kisah Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman adalah bahwa Allah menceritakan sejarah-orang-orang sebelum Nabi Muhammad kepada beliau. Hal ini bertujuan untuk meneguhkan hati dan jiwa Nabi Muhammad, serta mengingatkan beliau akan ibadah dan keberanian para rasul sebelumnya.
2. Allah Membanggakan Kekuatan dalam MematuhiNya
Allah memuji dan suka kepada kekuatan dalam mematuhiNya, yaitu kekuatan hati dan badan. Kekuatan ini akan membawa banyak sekali bentuk-bentuk ketaatan, kesempurnaan, dan kuatitas yang tidak akan bisa dicapai oleh sikap lemah dan tidak adanya kekuatan.
3. Kembali kepada Allah dalam Semua Permasalahan
Kembali kepada Allah dalam semua permasalahan adalah termasuk sifat para Nabi dan manusia-manusia pilihanNya. Maka hendaklah orang-orang yang ingin mengambil teladan meneladani mereka dan hendaklah orang-orang yang meniti jalan keridhaan Allah mengikuti petunjuk mereka.
4. Allah Memuliakan Nabi Dawud dengan Suara yang Agung
Hal-hal yang dengannya Allah memuliakan Nabi Dawud adalah suara yang agung yang karenanya Allah menjadikan gunung-gunung yang bisu dan burung-burung yang tidak bisa berbicara memberikan respon kepadanya.
5. Allah Menganugerahkan Ilmu yang Bermanfaat
Di antara nikmat Allah yang paling besar atas hambaNya adalah Dia menganugerahkan ilmu yang bermanfaat kepadanya dan menguasai hukum dan cara memberikan keputusan di antara manusia.
6. Perhatian Allah Kepada Para Nabi dan Manusia-manusia PilihanNya
Perhatian Allah kepada para nabi dan manusia-manusia pilihanNya pada saat sebagian mereka terjerumus ke dalam kekeliruan karena ujian dan cobaanNya terhadap mereka.
7. Para Nabi Tidak Mencapai Kesalahan dalam Hal Apa yang Mereka Sampaikan
Para nabi tidak mencapai kesalahan dalam hal apa yang mereka sampaikan dari Allah, karena tujuan risalah tidak akan dicapai kecuali dengannya.
8. Nabi Dawud Selalu Berada di Mihrabnya
Nabi Dawud selalu berada di mihrabnya guna berbakti kepada Rabbnya. Maka dari itu, beliau tidak memberikan semua waktunya untuk masyarakat, melainkan ia menetapkan waktu khusus untuk beribadah kepada Rabbnya.
9. Etika Ketika Menghadap Para Pejabat
Semestinya mematuhi etika ketika menghadap para pejabat dan lain-lainnya. Ketika dua orang yang bersengketa masuk untuk menjumpai Nabi Dawud dalam kondisi yang tidak lazim dan bukan dari pintu yang biasa, Nabi Dawud sangat risih dan sangat merasa keberatan.
10. Tidak Ada Penghalang Bagi Sang Hakim
Tidak ada penghalang bagi sang hakim untuk memberikan keputusan dengan haq, bahkan ketidaksopanan etika orang yang bersengketa dan perbuatannya yang tidak sepantasnya tidak boleh menjadi penghalang.
11. Kesempurnaan Sifat Santun Nabi Dawud
Kesempurnaan sifat santun Nabi Dawud tampak pada sikapnya yang tidak marah kepada kedua orang yang bersengketa pada saat keduanya datang menjumpainya tanpa minta izin terlebih dahulu.
12. Orang yang Terzhalimi Boleh Mengatakan Kepada yang Menzhalimi
Orang yang terzhalimi boleh mengatakan kepada yang menzhalimi, "Engkau telah menzhalimiku," atau, "Wahai orang zhalim," atau yang serupa dengannya, atau, "Orang yang telah menganiayaku."
13. Orang yang Diberi Bimbingan dan Arahan
Orang yang diberi bimbingan dan arahan, sekalipun berkedudukan tinggi dan berilmu, apabila dinasihati oleh seseorang atau diberi arahan, maka ia tidak akan marah dan tidak pula merasa sempit hati.
14. Suka Bergaul dengan Kaum Kerabat dan Sahabat-sahabat
Suka bergaul dengan kaum kerabat dan sahabat-sahabat, dan banyaknya kegandrungan (kecintaan) pada dunia dan materi dapat menyebabkan permusuhan di antara mereka.
15. Istighfar dan Ibadah
Istighfar dan ibadah, terutama shalat, termasuk amal yang dapat menghapuskan dosa-dosa.
16. Allah Memuliakan HambaNya
Allah memuliakan hambaNya, yaitu Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman, dengan kedekatan padaNya dan pahala yang baik.
17. Memberikan Keputusan Hukum
Memberikan keputusan hukum di antara manusia merupakan kedudukan Agama yang dilaksanakan oleh para utusan Allah dan manusia-manusia pilihanNya.
18. Seorang Hakim Harus Mewaspadai Hawa Nafsu
Seorang hakim harus mewaspadai hawa nafsu dan selalu menyadarinya, sebab rongrongan hawa nafsu itu tidak akan pernah lepas darinya.
19. Nabi Sulaiman Termasuk Bagian dari Keutamaan Nabi Dawud
Nabi Sulaiman termasuk bagian dari keutamaan Nabi Dawud dan termasuk anugerah Allah kepada beliau.
20. Pujian dan Sanjungan Allah Kepada Nabi Sulaiman
Pujian dan sanjungan Allah kepada Nabi Sulaiman yang terdapat dalam FirmanNya.
21. Betapa Banyaknya Kebaikan Allah
Betapa banyaknya kebaikan Allah dan karuniaNya kepada hamba-hambaNya.
22. Setiap Sesuatu yang Melalaikan Seorang Hamba dari Allah
Setiap sesuatu yang melalaikan seorang hamba dari Allah, maka ia adalah suatu kesialan dan dicela.
23. Kaidah yang Terkenal
Kaidah yang terkenal mengatakan, "Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah menggantikan-nya dengan yang lebih baik darinya."
24. Penundukan Setan-Setan
Penundukan setan-setan tidak mungkin terjadi bagi seseorang pun setelah Nabi Sulaiman.
25. Nabi Sulaiman Seorang Raja dan Nabi
Nabi Sulaiman adalah seorang raja sekaligus seorang nabi, beliau bisa melakukan apa saja yang beliau inginkan, akan tetapi ia tidak menghendaki kecuali keadilan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.