Makna Ayat
Dari sini diketahui bahwa cahaya-cahaya yang ada ketika itu hilang, matahari digulung/dilipat dan bulan dihilangkan cahayanya, sehingga ketika itu manusia berada dalam kegelapan, lalu bersinarlah bumi padang mahsyar dengan cahaya Allah, saat Allah datang untuk memberikan keputusan. Hari itu adalah hari ketika Allah memberikan kekuatan kepada makhluk dan menciptakan mereka dalam keadaan kuat sehingga tidak terbakar oleh cahaya-Nya. Hal itu, karena cahaya Allah Subhaanahu wa Ta'aala begitu besar, hijab-Nya cahaya seandainya dibuka tentu cahaya-Nya akan membakar semua makhluk-Nya sebagaimana disebutkan dalam hadits.
Makna Ayat Lainnya
Agar manusia membaca amal yang dikerjakannnya selama di dunia, yang baik maupun yang buruk sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, "Aduhai celaka kami, kitab apa ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang pun juga.” (Terj. Al Kahfi: 49) Dan akan dikatakan kepada orang yang telah berbuat selama di dunia, “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.” (Terj. Al Israa’: 14)
Makna Ayat Lainnya
Yakni dihadirkan untuk ditanya tentang tabligh (penyampaian mereka); apakah mereka telah menyampaikan atau belum, dan untuk ditanya pula tentang umat-umat mereka, dan mereka (para rasul) akan memberikan kesaksian terhadap sikap kaumnya, apakah mereka beriman atau malah mendustakan. Lalu para nabi tersebut diminta untuk mendatangkan saksi, maka mereka mengangkat umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai saksi sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
Makna Ayat Lainnya
يَجِيءُ النَّبِيُّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَعَهُ الرَّجُلُ وَالنَّبِيُّ وَمَعَهُ الرَّجُلَانِ وَأَكْثَرُ مِنْ ذَلِكَ فَيُدْعَى قَوْمُهُ فَيُقَالُ لَهُمْ هَلْ بَلَّغَكُمْ هَذَا فَيَقُولُونَ لَا فَيُقَالُ لَهُ هَلْ بَلَّغْتَ قَوْمَكَ فَيَقُولُ نَعَمْ فَيُقَالُ لَهُ مَنْ يَشْهَدُ لَكَ فَيَقُولُ مُحَمَّدٌ وَأُمَّتُهُ فَيُدْعَى مُحَمَّدٌ وَأُمَّتُهُ فَيُقَالُ لَهُمْ هَلْ بَلَّغَ هَذَا قَوْمَهُ فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيُقَالُ وَمَا عِلْمُكُمْ فَيَقُولُونَ جَاءَنَا نَبِيُّنَا فَأَخْبَرَنَا أَنَّ الرُّسُلَ قَدْ بَلَّغُوا فَذَلِكَ قَوْلُهُ{ وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا } قَالَ يَقُولُ عَدْلًا{ لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا “Akan datang seorang nabi pada hari Kiamat dengan pengikutnya seorang, ada pula nabi yang pengikutnya dua orang dan ada yang lebih dari itu, lalu dipanggil kaumnya, “Apakah nabi ini telah menyampaikan (risalahnya) kepada kalian?” Mereka menjawab, “Belum.” Lalu nabi itu ditanya, “Apakah kamu telah menyampaikan (risalahmu) kepada kaummu?” Ia menjawab, “Ya (sudah).” Lalu dikatakan kepadanya, “Siapa saksimu?” Ia menjawab, “Muhammad dan umatnya.” Lalu dipanggillah Muhammad dan umatnya dan mereka ditanya, “Apakah nabi ini telah menyampaikan (risalahnya) kepada kaumnya?” Mereka menjawab, “Ya.” Lalu mereka ditanya, “Dari mana kamu tahu?” Mereka menjawab, “Telah datang Nabi kami kepada kami dan memberitahukan bahwa para rasul semuanya telah menyampaikan.” Itulah maksud (ayat), “Dan demikianlah Kami jadikan kamu umat yang adil dan pilihan.” Yakni yang adil. Agar kamu menjadi saksi atas manusia dan rasul menjadi saksi atasmu.” (HR. Ahmad). Ayat yang disebutkan dalam hadits tersebut adalah ayat 143 surah Al Baqarah. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan umatnya menjadi saksi bahwa para rasul semuanya telah menyampaikan risalahnya.
Makna Ayat Lainnya
Karena proses hisab tersebut berasal dari Tuhan yang tidak pernah dan tidak akan berbuat zalim seberat zarrah pun, di mana Dia meliputi segala sesuatu dan kitab-Nya, yakni Lauh Mahfuzh meliputi semua yang mereka kerjakan, para malaikat hafazhah telah mencatat apa yang mereka kerjakan, dan para saksi yang paling adil telah memberikan kesaksian, maka berdasarkan hal itu Tuhan yang mengetahui ukuran amal dan ukuran pahala atau siksa yang sesuai memberikan keputusan dengan keputusan yang membuat sejuk pandangan mata semua makhluk, membuat mereka mengakui bahwa Allah berhak dipuji dan Maha Adil, dan mereka pun mengetahui keagungan, ilmu, kebijaksanaan dan rahmat-Nya yang belum terlintas di hati mereka dan belum diungkapkan oleh lisan mereka.
Makna Ayat Lainnya
Oleh karena itu dalam ayat selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, “Dan kepada setiap jiwa diberi balasan dengan sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.”