Firman Allah SWT
{وَسِيْقَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ اِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا}
{#Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan.#} (Az-Zumar, [39:73])
Keadaan Orang-Orang yang Bahagia
Ini menceritakan, keadaan orang-orang yang bahagia, yaitu orang-orang yang mukmin, pada saat mereka digiring dengan berkendaraan sebagai perutusan yang terhormat untuk dimasukkan ke dalam surga secara berombong-rombongan, yakni gelombang demi gelombang. Golongan yang pertama masuk adalah kaum Muqarribin, lalu kaum Abrar, kemudian orang-orang sesudah mereka, lalu menyusul golongan sesudah mereka lagi. Masing-masing rombongan digabungkan bersama orang-orang yang setara kedudukannya, yaitu para nabi dengan para nabi, kaum siddiqin bersama orang-orang yang setara dengan mereka, para syuhada bersama orang yang sejenis dengan mereka, dan para ulama bersama teman-temannya; setiap golongan bersama golongan yang setingkat satu sama lainnya.
{حَتّٰٓى اِذَا جَاۤءُوْهَا}
{#Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu.#} (Az-Zumar, [39:73])
Yakni sampai ke pintu-pintunya sesudah melampaui sirat, lalu mereka diberhentikan di sebuah jembatan yang memisahkan antara surga dan neraka, kemudian dilakukanlah hukum qisas yang terjadi di antara mereka ketika di dunia. Setelah diri mereka telah dibersihkan dan diri mereka telah suci dari dosa-dosa, barulah mereka diizinkan untuk memasuki surga.
Hadis-Hadis Tentang Pintu Surga
Hadis Pertama
Di dalam hadis yang menceritakan as-sur (sangkakala) disebutkan bahwa apabila orang-orang mukmin telah sampai di depan pintu-pintu surga, mereka bermusyawarah untuk mencari seseorang yang akan meminta izin masuk ke dalam surga bagi mereka. Kemudian mereka menuju kepada Adam, lalu Nuh, lalu Ibrahim, lalu Musa, lalu Isa, dan akhirnya Nabi Muhammad SAW Perihalnya sama dengan apa yang telah mereka lakukan saat mereka berada di padang mahsyar ketika meminta syafaat kepada Allah SWT agar Allah cepat datang guna memutuskan peradilan (di antara mereka). Hal ini untuk menonjolkan kemuliaan dan keutamaan Nabi Muhammad SAW atas semua manusia pada semua tempat dan kondisi.
Hadis Kedua
Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan melalui sahabat Anas RA, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{اَنَا۠ اَوَّلُ شَفِيْعٍ فِي الْجَنَّةِ}
{#"Aku adalah orang yang mula-mula memberi syafaat di surga."#}
Dan menurut lafaz lainnya yang juga diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan:
{وَاَنَا۠ اَوَّلُ مَنْ يَقْرَعُ بَابَ الْجَنَّةِ}
{#"Aku adalah orang yang mula-mula mengetuk pintu surga."#}
Hadis Ketiga
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasyim, telah menceritakan kepada kami Sulaiman, dari Sabit, dari Anas ibnu Malik RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{اٰتِيْ بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ فَاَسْتَفْتِحُ فَيَقُوْلُ الْخَازِنُ مَنْ اَنْتَ. فَاَقُوْلُ مُحَمَّدٌ. قَالَ يَقُوْلُ بِكَ اُمِرْتُ اَلَّا اَفْتَحَ لِاَحَدٍ قَبْلَكَ}
{#Aku mendatangi pintu surga pada hari kiamat, lalu aku mengetuknya, maka penjaga surga bertanya, "Siapakah engkau?" Maka kujawab, "Muhammad." Penjaga surga berkata, "Karena engkaulah aku diperintahkan bahwa aku tidak boleh membuka (pintu surga) buat siapa pun sebelum engkau."#}
Hadis Keempat
Imam Bukhari meriwayatkan hadis ini dari Muhammad ibnu Muqatil, dari Ibnul Mubarak. Imam Muslim meriwayatkan hadis ini dari Muhammad ibnu Rafi', dari Abdur Razzaq; keduanya (yakni Ibnul Mubarak dan Abdur Razzaq) dari Ma'mar berikut sanadnya dengan lafaz yang semisal. Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Abuz Zanad, dari Al-A'raj, dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW
Hadis Kelima
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Hammam ibnu Munabbih, dari Abu Hurairah RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{اَوَّلُ زُمْرَةٍ تَلِجُ الْجَنَّةَ صُوَرُهُمْ عَلٰى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ لَا يَبْصُقُوْنَ فِيْهَا وَلَا يَمْتَخِطُوْنَ فِيْهَا وَلَا يَتَغَوَّطُوْنَ فِيْهَا. اٰنِيَتُهُمْ وَاَمْشَاطُهُمُ الذَّهَبُ وَالْفِضَّةُ وَمُجَامِرُهُمُ الْاَلُوَّةُ ورَشْحُهُمُ الْمِسْكُ وَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ يَرٰى مُخَّ سَاقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ مِنَ الْحُسْنِ. لَا اخْتِلَافَ بَيْنِهِمْ وَلَا تَبَاغُضَ قُلُوْبُهُمْ عَلٰى قَلْبٍ وَاحِدٍ يُسَبِّحُوْنَ اللّٰهَ بُكْرَةً وَعَشِيًّا}
{#Rombongan pertama yang masuk surga rupa mereka-seperti bulan di malam purnama; mereka tidak pernah meludah di dalam surga dan tidak pernah berdahak serta tidak pernah buang air. Wadah-wadahan mereka dan sisir mereka dari emas dan perak; pedupaan mereka adalah getah kayu uluwwah, dan keringat mereka berbau minyak kesturi. Masing-masing dari mereka mempunyai dua orang istri yang karena cantiknya sumsum betisnya dapat terlihat dari balik dagingnya. Tidak ada perselisihan di antara mereka dan tidak ada saling membenci (di antara mereka), hati mereka sama dengan hati seseorang; mereka selalu bertasbih menyucikan Allah setiap pagi dan petang.#}
Hadis Keenam
Imam Bukhari dan Imam Muslim telah mengetengahkan pula hadis ini melalui Jarir.
Hadis Ketujuh
Az-Zuhri telah meriwayatkan dari Sa'id, dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW yang telah bersabda: "Kelak akan masuk surga dari kalangan umatku suatu rombongan (tanpa hisab) yang berjumlah tujuh puluh ribu orang, wajah mereka bersinar terang bagaikan rembulan di malam purnama." Maka berdirilah Ukasyah ibnu Mihsan RA, lalu berkata, "Wahai Rasulullah, doakanlah kepada Allah semoga Dia menjadikan diriku termasuk salah seorang dari mereka." Maka Rasulullah SAW berdoa: "Ya Allah, jadikanlah dia termasuk dari golongan mereka." Kemudian berdiri pula seorang lelaki dari kalangan Ansar, lalu berkata, "Wahai Rasulullah, doakanlah kepada Allah SWT semoga Dia menjadikan diriku termasuk golongan mereka." Maka Rasulullah SAW bersabda: "Ukasyah telah lebih dahulu darimu mendapatkannya."
Hadis Kedelapan
Hadis ini diriwayatkan pula dengan teks yang menyebutkan 'tujuh puluh ribu orang masuk surga tanpa dihisab', diketengahkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibnu Abbas, Jabir ibnu Abdullah, Imrah ibnu Husain, Ibnu Mas'ud, Rifa'ah ibnu Arrabah Al-Juhani, dan Uramu Qais binti Mihsan; semoga Allah melimpahkan rida-Nya kepada mereka.
Hadis Kesembilan
Menurut Imam Bukhari dan Imam Muslim disebutkan pula melalui Abu Hazim, dari Sahi ibnu Sa'd RA, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{لَيَدْخُلَنَّ الْجَنَّةَ مِنْ اُمَّتِيْ سَبْعُوْنَ اَلْفًا -اَوْ: سَبْعُمِائَةِ اَلْفٍ- اٰخذٌ بَعْضُهُمْ بِبَعْضٍ حَتّٰى يَدْخُلَ اَوَّلُهُمْ وَاٰخِرُهُمُ الْجَنَّةَ وُجُوْهُهُمْ عَلٰى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ}
{#"Sesungguhnya akan masuk surga dari kalangan umatku sebanyak tujuh puluh ribu orang atau tujuh ratus ribu orang; sebagian dari mereka memegang sebagian yang lain, hingga orang yang pertama dan orang yang terakhir dari mereka masuk surga (bersama-sama); wajah mereka indah bercahaya seperti rembulan di malam purnama."#}
Hadis Kesepuluh
Abu Bakar ibnu Abu Syaibah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Iyasy, dari Muhammad ibnu Ziad yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Umamah Al-Bahili RA mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
{وَعَدَنِيْ رَبِّيْ عَزَّ وَجَلَّ اَنْ يُدْخِلَ الْجَنَّةَ مِنْ اُمَّتِيْ سَبْعُوْنَ اَلْفًا مَعَ كُلِّ اَلْفٍ سَبْعُوْنَ اَلْفًا وَلَا حِسَابَ عَلَيْهِمْ وَلَا عَذَابَ وَثَلَاثُ حَثَيَات مِنْ حَثَيَاتِ رَبِّيْ عَزَّ وَجَلَّ}
{#Tuhanku telah menjanjikan kepadaku bahwa Dia akan memasukkan ke dalam surga sebagian dari umatku berjumlah tujuh puluh ribu orang, masing-masing dari tiap seribu orang membawa tujuh puluh ribu orang, tiada hisab atas mereka dan tiada azab, juga dimasukkan pula sejumlah tiga raupan dari raupan tangan Tuhanku.#}
Firman Allah SWT
{حَتّٰٓى اِذَا جَاۤءُوْهَا وَفُتِحَتْ اَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوْهَا خٰلِدِيْنَ}
{#Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu, sedangkan pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya, "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masukilah surga ini, sedangkan kamu kekal di dalamnya.#} (Az-Zumar, [39:73])
Jawaban Mereka
Jawaban mereka tidak disebutkan dalam ayat ini. Bentuk lengkapnya ialah bahwa sehingga manakala mereka telah sampai ke surga, dan hal-hal yang disajikan terhadap mereka -seperti dibukakannya semua pintu surga bagi mereka- merupakan suatu penghormatan dan pengagungan bagi mereka; dan para malaikat penjaga surga menyambut kedatangan mereka dengan berita gembira, salam, dan pujian. Sebagaimana Malaikat Zabaniyah (malaikat juru siksa) menyambut kedatangan orang-orang kafir dengan caci maki dan kecaman. Maka apabila hal itu terjadi, ahli surga merasa berbahagia, senang, gembira, dan riang; masing-masing merasakannya sesuai dengan kenikmatan yang telah disediakan baginya di dalam surga.
Hadis Tentang Pintu Surga
Hadis Pertama
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Az-Zuhri, dari Humaid ibnu Abdur Rahman, dari Abu Hurairah RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{مَنْ اَنْفَقَ زَوْجَيْنِ مِنْ مَالِهٖ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ دُعِيَ مِنْ اَبْوَابِ الْجَنَّةِ وَلِلْجَنَّةِ اَبْوَابٌ فَمَنْ كَانَ مَنْ اَهْلِ الصَّلَاةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّلَاةِ وَمَنْ كَانَ مَنْ اَهْلِ الصَّدَقَةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ وَمَنْ كَانَ مِنْ اَهْلِ الْجِهَادِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الْجِهَادِ وَمَنْ كَانَ مِنْ اَهْلِ الصِّيَامِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ}
{#"Barang siapa yang membelanjakan sejodoh hartanya (ternaknya) di jalan Allah SWT, maka ia akan diseru dari semua pintu surga. Dan surga itu mempunyai banyak pintu masuk. Maka barang siapa yang ahli salat, ia diseru dari pintu salat. Barang siapa ahli sedekah, ia diseru dari pintu sedekah. Barang siapa ahli jihad, ia diseru dari pintu jihad. Dan barang siapa ahli puasa, ia diseru dari pintu Ar-Rayyan."#}
Hadis Kedua
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan hadis ini melalui Az-Zuhri dengan lafaz yang semisal.
Hadis Ketiga
Di dalam kitab Sahihain disebutkan melalui hadis Abu Hazim alias Salamah ibnu Dinar, dari Sahi ibnu Sa'd RA, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{اِنَّ فِى الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةَ اَبْوَابٍ بَابٌ مِنْهَا يُسَمَّى الرَّيَّانُ لَا يَدْخُلُهٗ اِلَّا الصَّائِمُوْنَ}
{#Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat delapan buah pintu; salah satunya dinamakan Ar-Rayyan, tiada seorang pun yang masuk darinya kecuali hanya orang-orang yang puasa.#}
Hadis Keempat
Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan melalui Umar ibnul Khattab RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{*مَا مِنْكُمْ مِنْ اَحَدٍ يَتَوَضَّاُ فَيُبْلِغَ- اَوْ فَيُسْبِغَ الْوُضُوْءَ- ثُمَّ يَقُوْلُ اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهٗ وَرَسُوْلُهٗ اِلَّا فُتِحَتْ لَهٗ اَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.