Makna Doa Malaikat
Kejahatan di sini adalah amal yang buruk dan akibatnya, karena ia membuat sedih pelakunya.
Yaitu hari Kiamat.
Karena rahmat-Mu senantiasa mengalir kepada hamba-hamba-Mu, tidak ada yang menghalanginya selain dosa-dosa hamba dan keburukannya. Oleh karena itu, barang siapa yang Engkau pelihara dari kejahatan, maka berarti Engkau telah memberinya taufik kepada kebaikan dan kepada balasannya yang baik.
Yakni hilangnya hal yang dikhawatirkan karena dipelihara dari kejahatan dan diperolehnya hal yang dicintai karena memperoleh rahmat. Dimana tidak ada kemenangan yang serupa dengannya.
Sifat Doa Malaikat
Syaikh As Sa’diy menerangkan, bahwa doa malaikat ini mengandung beberapa hal:
- Sempurnanya pengetahuan mereka (para malaikat) terhadap Tuhan mereka.
- Bertawassul (menggunakan sarana dalam berdoa) kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang indah, dimana Dia suka jika hamba-hamba-Nya bertawassul dengannya.
- Berdoa dengan menggunakan Asmaa’ul Husna yang sesuai.
- Mereka (para malaikat) tidak memiliki kekuasaan apa-apa dan bahwa doa mereka kepada Tuhan mereka muncul dari mereka yang fakir (butuh) dari berbagai sisi, tidak bisa megemukakan keadaan apa pun, dan itu tidak lain karena karunia Allah, kemurahan dan ihsan-Nya.
- Menurutnya mereka kepada Tuhan mereka dengan mencintai amal yang dicintai Tuhan mereka, yaitu ibadah yang mereka lakukan dan mereka bersungguh-sungguh sebagaimana bersungguh-sungguhnya orang-orang yang cinta.
- Demikian pula mereka mencintai orang-orang yang beramal, yaitu kaum mukmin, dimana mereka (kaum mukmin) adalah orang-orang yang dicintai Allah di antara sekian makhluk-Nya.
Kecintaan Malaikat kepada Manusia
Semua manusia yang sudah mukallaf (terkena kewajiban) dibenci Allah kecuali orang-orang yang beriman, maka di antara kecintaan malaikat kepada mereka (kaum mukmin) adalah mereka berdoa kepada Allah dan berusaha untuk kebaikan keadaan mereka, karena doa untuk seseorang termasuk bukti yang menunjukkan kecintaannya, karena seseorang tidaklah berdoa kecuali kepada orang yang ia cintai.
Pentadabburan Kitab Allah
Dari penjelasan Allah secara rinci tentang permohonan ampun para malaikat terdapat catatan yang perlu disadari bagaimana cara mentadabburi (memikirkan) kitab-Nya, dan bahwa tadabbur tidaklah terbatas pada makna lafaz secara satuannya, bahkan sepatutnya ia mentadabburi makna (kandungan) lafaz. Jika ia memahaminya dengan pemahaman yang benar sesuai maksudnya, maka dengan akalnya ia melihat perkara itu dan jalan yang mencapaikan kepadanya, sesuatu yang menjadi penyempurnanya dan tergantung padanya, dan ia pun dapat meyakini bahwa Allah menginginkan demikian, sebagaimana ia yakini makna khusus yang ditunjukkan oleh sebuah lafaz.
Kedua Perkara yang Dikehendaki Allah
Yang perlu tetapkan adalah, bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala menginginkan dua perkara:
Pertama, mengetahui dan memastikannya bahwa ia termasuk yang ikut dalam makna tersebut dan tergantung dengannya.
Kedua, pengetahuannya bahwa Allah mengetahui segala sesuatu, dan bahwa Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk mentadabburi dan memikirkan kitab-Nya.
Doa untuk Kebaikan
Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengetahui sesuatu yang melekat dengan makna itu, dan Dia yang memberitahukan bahwa kitab-Nya adalah petunjuk, cahaya dan penjelas segala sesuatu, dan bahwa ia adalah ucapan yang paling fasih dan paling jelas. Dengan demikian, seorang hamba dapat memperoleh ilmu yang banyak dan kebaikan yang besar sesuai taufiq yang Allah berikan kepadanya.
Doa untuk Keburukan
Namun terkadang sebagian ayat samar maknanya bagi selain peneliti yang sehat pemikirannya. Oleh karena itu kita meminta kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala agar Dia membukakan kepada kita sebagian di antara perbendaharaan rahmat-Nya yang menjadi sebab baiknya keadaan kita dan kaum muslimin.
Doa untuk Keburukan Diri
Kita tidak bisa berbuat apa-apa selain bergantung dengan kemurahan-Nya, bertawassul dengan ihsan-Nya; dimana kita senantiasa berada di dalamnya di setiap waktu dan setiap saat. Demikian pula kita meminta kepada Allah karunia-Nya agar Dia memelihara kita dari keburukan diri kita yang menjadi penghalang bagi kita untuk sampai kepada rahmat-Nya, sesungguhnya Dia Maha Pemberi, yang mengaruniakan sebab dan musabbabnya.
Doa untuk Kebahagiaan Orang Lain
- Dari ayat di atas juga dapat diketahui bahwa pendamping, baik istri, anak dan kawan bisa menjadi bahagia dengan kawannya, dan berhubungan dengannya menjadi sebab untuk kebaikan yang akan diperolehnya, di luar amalnya dan sebab amalnya sebagaimana para malaikat mendoakan kaum mukmin dan orang-orang saleh dari kalangan nenek moyang mereka, istri-istri mereka dan keturunan mereka, wallahu a’lam.