Firman Allah SWT
{قَالُوْا رَبَّنَآ اَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَاَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ}
{#Mereka menjawab, "Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula)."#} (Ghafir, [40:11])
Ayat Serupa
Ats-Tsauri mengatakan dari Abu Ishaq, dari Abul Ahwas, dari Ibnu Mas'ud RA, bahwa ayat ini semakna dengan firman-Nya:
{كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللّٰهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَاتًا فَاَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ}
{#Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nyalah kamu di kembalikan?#} (Al-Baqarah: [2:28])
Pendapat Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas
Hal yang sama telah dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ad-Dahhak, Qatadah, dan Abu Malik; ini adalah pendapat yang benar dan tidak diragukan atau dibimbangkan lagi kebenarannya.
Pendapat Qatadah
Qatadah mengatakan bahwa mereka dimatikan di dunia, kemudian dihidupkan kembali dalam kubur mereka untuk menjalani pertanyaan (kuburan). Kemudian mereka dimatikan dan dihidupkan kembali pada hari kiamat.
Pendapat Ibnu Zaid
Ibnu Zaid mengatakan bahwa mereka dihidupkan ketika diambil perjanjian dari mereka saat mereka masih berada di dalam sulbi Adam AS. Kemudian mereka diciptakan di dalam rahim, lalu dimatikan, kemudian dihidupkan kembali pada hari kiamat.
Kedua Pendapat yang Lebih Lemah
Kedua pendapat yang dikatakan oleh As-Saddi dan Ibnu Zaid ini lemah, karena yang tersimpulkan darinya hanyalah tiga kali kehidupan dan tiga kali kematian.
Pendapat yang Benar
Pendapat yang benar adalah yang dikatakan oleh Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas serta orang-orang yang mengikuti pendapat keduanya.
Makna yang Dimaksud
Makna yang dimaksud ialah bahwa orang-orang kafir meminta untuk dikembalikan ke dunia saat mereka berdiri di hadapan Allah SWT di padang mahsyar, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَلَوْ تَرٰٓى اِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَاكِسُوْا رُءُوْسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَآ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا اِنَّا مُوْقِنُوْنَ}
{#Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.#} (As-Sajdah, [32:12])
Permintaan Mereka
Maka mereka tidak diperkenankan, kemudian bilamana mereka melihat neraka dengan mata kepala mereka sendiri berada di hadapannya dan menyaksikan azab dan pembalasan Allah yang ada di dalamnya, maka mereka kembali meminta dengan permintaan yang sangat untuk dapat dikembalikan ke dunia, tetapi tidak diperkenankan.
Firman Allah SWT
Allah SWT berfirman:
{وَلَوْ تَرٰٓى اِذْ وُقِفُوْا عَلَى النَّارِ فَقَالُوْا يٰلَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِاٰيٰتِ رَبِّنَا وَنَكُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ بَلْ بَدَا لَهُمْ مَّا كَانُوْا يُخْفُوْنَ مِنْ قَبْلُ وَلَوْ رُدُّوْا لَعَادُوْا لِمَا نُهُوْا عَنْهُ وَاِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَ}
{#Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman," (tentulah kami melihat suatu peristiwa yang mengharukan). Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya. Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.#} (Al-An'am, [6:27]-[6:28])
Permintaan Mereka yang Lebih Kuat
Apabila mereka telah masuk neraka dan merasakan sentuhan api neraka, luapan apinya, palu-palu godamnya, dan belenggu-belenggunya, maka permintaan mereka untuk dapat dikembalikan ke dunia jauh lebih memelas dan lebih kuat lagi daripada yang sebelumnya.
{وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَا رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ}
{#Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan." Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.#} (Fathir, [35:37])
Firman Allah SWT
Dan firman Allah SWT:
{رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا مِنْهَا فَاِنْ عُدْنَا فَاِنَّا ظٰلِمُوْنَ قَالَ اخْسَـُٔوْا فِيْهَا وَلَا تُكَلِّمُوْنِ}
{#Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (dan kembalikanlah kami ke dunia). Maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim. Allah berfirman, "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku."#} (Al-Mu'minun, [23:107]-[23:108])
Ungkapan Permohonan Belas Kasihan
Dan dalam surat Ghafir ini disebutkan ungkapan permohonan belas kasihan mereka yang mendahului perkataan mereka yang disebutkan dalam ayat-ayat di atas, yaitu ucapan mereka yang disitir oleh firman-Nya:
{قَالُوْا رَبَّنَآ اَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَاَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ}
{#Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali.#} (Ghafir, [40:11])
Kekuasaan-Mu Mahabesar
Yakni Kekuasaan-Mu Mahabesar, karena sesungguhnya Engkau telah menghidupkan kami sesudah kami mati, kemudian Engkau matikan lagi kami, kemudian Engkau hidupkan kembali kami. Maka Engkau Mahakuasa atas apa yang Engkau kehendaki. Kami telah mengakui dosa-dosa kami, dan sesungguhnya kami telah berbuat aniaya terhadap diri kami sendiri semasa di dunia.
{فَهَلْ اِلٰى خُرُوْجٍ مِّنْ سَبِيْلٍ}
{#Maka adakah suatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?#} (Ghafir, [40:11])
Apakah Engkau Perkenankan Kami
Yaitu apakah Engkau perkenankan kami untuk dapat kembali ke dunia, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa untuk memberlakukan hal tersebut, agar kami dapat mengerjakan selain dari apa yang pernah kami kerjakan dahulu. Jika ternyata kami masih kembali kepada perbuatan semula, maka sesungguhnya kami adalah orang-orang yang aniaya.
Jawaban Allah SWT
Lalu mereka dijawab, "Tiada jalan untuk kembali ke dunia bagi kalian."
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.