Fir'aun dan Dakwah Nabi Musa
Dan berkatalah Fir'aun seraya menentang Nabi Musa ‘alaihissalam‘alaihissalam dan mendustakan dakwah beliau untuk beriman kepada rabbul 'alamin yang bersemayam di 'Arasy dan Mahatinggi di atas makhlukNya,
Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi, maksudnya, sebuah bangunan raksasa yang sangat tinggi. Tujuannya adalah agar aku bisa melihat, Tuhannya Musa ‘alaihissalamdan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta dalam dakwaannya (klaimnya) bahwa kita mempunyai Rabb, dan bahwa Rabb itu di atas langit sana. Fir'aun sebenarnya hanya ingin mewaspadai dan menguji permasalahan secara langsung.
Allah ﷻ berfirman dalam menjelaskan apa yang menyeret Fir'aun mengucapkan perkataan tersebut.
Demikianlah dijadikan Fir'aun memandang baik perbuatan yang buruk itu. Dihiasi baginya agar dia memandang baik perbuatan jahatnya itu, dan setan pun terus memperindahnya, menyerukannya dan menghiasinya, hingga Fir'aun melihatnya indah lalu menyerukannya dan melakukan perdebatan seolah-olah perdebatan orang yang berbuat kebenaran, padahal ia sebenarnya adalah pembuat kerusakan terbesar.
Dan dia dihalangi dari jalan kebenaran disebabkan kebatilan yang dihiaskan kepadanya.
Dan tidaklah tipu daya Fir'aun itu, yaitu yang ia maksudkan untuk memberangus kebenaran dan mengelabui manusia bahwa dia adalah yang benar sedangkan Nabi Musa ‘alaihissalamadalah yang berbuat kebatilan, melainkan membawa kerugian, maksudnya, kegagalan dan sia-sia, tidak menguntungkannya sama sekali, melainkan kesengsaraan baginya dan bagi orang yang mengikutinya di dunia dan di akhirat.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.