Ayat 41-46
Orang yang mukmin itu berkata kepada mereka,"Mengapa aku menyeru kalian kepada keselamatan" yaitu menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, dan membenarkan rasulNya yang telah Dia utus (tetapi kamu menyeru aku ke neraka? (41) (Mengapa) kamu menyeruku supaya kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui?) yaitu, pada kebodohan tanpa dalil (padahal aku menyeru kamu (beriman) kepada Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun?) yaitu Dia dalam Keperkasaan dan KeagunganNya mengampuni dosa orang yang bertaubat kepadaNya (Sudah pasti bahwa apa yang kamu seru supaya aku (beriman) kepadanya) yaitu memang benar.
Makna kata
As-Suddi dan Ibnu Jarir berkata bahwa makna firmanNya, ("La jarama") yaitu kebenaran
Makna ayat
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya, ("La jarama") dia berkata bahwa tidak, sesungguhnya apa yang kalian serukan kepadaku berupa berhala-berhala dan tandingan-tandingan
(tidak dapat memperkenankan seruan apa pun, baik di dunia maupun di akhirat)
Pelajaran dari ayat
Mujahid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah berhala itu tidak dapat berbuat apa-apa.
As-Suddi berkata bahwa berhala itu tidak dapat menjawab orang yang menyerunya baik di dunia maupun di akhirat. Ini sebagaimana firmanNya: (Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa orang-orang yang menyerunya? (5) Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat), niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka (6)) (Surah Al-Ahqaf) dan (Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu) (Surah Fathir: 14)
Firman Allah: (Dan sesungguhnya kita kembali kepada Allah) yaitu di akhirat, maka Allah akan membalas setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka) yaitu, mereka kekal di dalamnya karena tindakan melampaui batas mereka, yaitu menyekutukan Allah.
(Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu) kalian akan mengetahui kebenaran dari apa yang Aku perintahkan, Aku larang, Aku wasiatkan, dan Aku terangkan kepada kalian, maka kalian semua akan mengingat dan menyesalinya pada hari itu, tetapi hal itu tidak ada manfaatnya bagi kalian (Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah) yaitu aku berserah diri kepada dan memohon pertolongan kepada Allah, dan memutuskan hubungan dan menjauh dari kalian (Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya) yaitu Dia Maha Mengetahui tentang mereka, Maha Tinggi dan Maha Suci. Allah memberi petunjuk kepada siapa saja yang layak mendapatkannya, dan menyesatkan siapa saja yang layak disesatkan. MilikNya hujjah yang kuat, hikmah yang sempurna, dan takdirNya pasti terlaksana. Firman Allah: (Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka) yaitu di dunia dan akhirat. Adapun di dunia, Allah menyelamatkannya bersama nabi Musa. dan di akhirat dengan dimasukkan ke dalam surga (dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk) yaitu dengan ditenggelamkan di laut, kemudian di akhirat dipindahkan ke neraka Jahim, karena sesungguhnya ruh mereka di setiap pagi dan sore dihadapkan kepada neraka sampai hari kiamat nanti. Dan apabila hari kiamat terjadi, maka ruh mereka bergabung dengan jasadnya di dalam neraka. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat), "Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras") yaitu paling keras sakitnya dan paling besar azabnya. Ayat ini merupakan sumber dalil di kalangan mazhab ahli sunnah wal jama'ah atas adanya azab di alam barzakh, yaitu firman Allah SWT: (Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang) Qatadah berkata tentang firmanNya: (pada pagi dan petang) yaitu, di setiap pagi dan sora selama dunia masih berputar. Dikatakan kepada mereka, "Wahai kaum Fir'aun, ini adalah tempat tinggal kalian," dengan maksud mencemooh, mengecaman, dan menghina mereka.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.