Makna Ayat
Abu Ja'far ibnu Jarir telah mengetengahkan sebuah pertanyaan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia.#} (Ghafir, [40:50])
Yaitu bahwa telah dimaklumi sebagian dari para nabi itu telah dibunuh oleh kaumnya, seperti Nabi Yahya, Nabi Zakaria, dan Nabi Sya'ya; ada pula yang diusir oleh kaumnya keluar dari kalangan mereka; adakalanya hijrah ke negeri lain, seperti Nabi Ibrahim; dan adakalanya diangkat ke langit, seperti Isa. Lalu manakah yang dimaksud dengan pertolongan yang dijanjikan oleh ayat ini dalam kehidupan dunia?
Jawaban Pertanyaan
Untuk menjawab pertanyaan ini, ada dua jawaban, seperti yang akan dijelaskan sebagai berikut:
Pertama
Berita yang menyatakan terbunuhnya sebagian nabi itu merupakan pengecualian dari hal yang umum, karena kejadiannya hanya menimpa sebagian kecil saja. Dan hal ini diperbolehkan menurut kaidah bahasa.
Kedua
Yang dimaksud dengan pertolongan ialah menimpakan pembalasan bagi mereka dari orang-orang yang menyakiti mereka, apakah pembalasan ini terjadi saat mereka ada di tempat, ataukah saat mereka telah pergi atau sesudah mereka mati, seperti yang dilakukan terhadap para pembunuh Nabi Yahya, Nabi Zakaria, dan Nabi Sya'ya. Allah menguasakan diri mereka kepada orang-orang yang menghina dan mengalirkan darah mereka dari kalangan musuh-musuh mereka.
Contoh Pertolongan Allah
Kemudian sebelum hari kiamat Isa akan turun sebagai pemimpin dan hakim yang adil. Maka Al-Masih membunuh Dajjal dan bala tentaranya dari kalangan orang-orang Yahudi, lalu dibunuhnya semua babi, semua salib dia hancurkan, dan upeti (pajak) ditiadakan, maka ia tidak mau menerima selain Islam.
Ini merupakan pertolongan yang besar, dan demikianlah sunnah Allah pada makhluk-Nya sejak masa dahulu hingga sekarang. Yaitu bahwa Dia akan menolong hamba-hamba-Nya yang beriman di dunia dan menjadikan mereka senang atas pembalasan yang telah menimpa orang-orang yang telah menyakiti mereka.
Hadis Nabi Muhammad SAW
Di dalam kitab Sahih Bukhari disebutkan sebuah hadis melalui Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW yang telah bersabda:
{يَقُوْلُ اللّٰهُ تَعٰلٰى: مَنْ عَادٰى لِيْ وَلِيًّا فَقَدْ بَارَزَنِيْ بِالْحَرْبِ}
{#Allah SWT berfirman, "Barang siapa yang memusuhi kekasih-Ku, berarti dia terang-terangan menantang-Ku untuk perang."#}
Di dalam hadis yang lain disebutkan:
{اِنِّيْ لِاَثْاَرُ لِاَوْلِيَائِيْ كَمَا يَثْاَرُ اللَّيْثُ الْحِرِبُ}
{#Sesungguhnya Aku benar-benar akan membalaskan buat kekasih-kekasih-Ku sebagaimana singa medan perang membalas dendam.#}
Contoh Pertolongan Allah dalam Sejarah
Karena itulah Allah SWT membinasakan kaum Nuh, 'Ad, Tsamud, para pemilik sumur Rass, kaum Lut, dan penduduk negeri Madyan serta orang-orang yang semisal dengan mereka dari kalangan orang-orang yang mendustakan para rasul dan menentang kebenaran. Dan Allah SWT menyelamatkan kaum mukmin dari kalangan mereka, sehingga tiada seorang pun dari kaum mukmin yang binasa, sedangkan Dia mengazab semua orang kafir sampai ke akar-akarnya tanpa ada seorang pun dari mereka yang luput.
Sunnah Allah dalam Menolong Hamba-Hamba-Nya
As-Saddi mengatakan bahwa tidak sekali-kali Allah mengutus seorang rasul kepada suatu kaum, lalu kaum ini membunuhnya -atau ada suatu kaum mukmin yang menyeru kepada perkara yang hak, lalu kaumnya membunuh mereka hingga mereka semuanya binasa- melainkan Allah akan membangkitkan bagi mereka orang-orang yang membalaskan dendam mereka. Kemudian orang-orang yang dibangkitkan oleh Allah itu menuntut darah mereka dari orang-orang yang telah membunuh mereka, yang hal ini terjadi dalam kehidupan dunia.
Pertolongan Allah dalam Sejarah
As-Saddi melanjutkan bahwa para nabi dan kaum mukmin banyak yang dibunuh di dunia, dan mereka mendapat pertolongan (dari Allah) padanya (di dunia). Demikian pulalah Allah SWT menolong rasul-Nya (Nabi Muhammad SAW) dan para sahabatnya dalam menghadapi orang-orang yang menentangnya, menghalang-halanginya, mendustakannya, dan memusuhinya. Kemudian Allah menjadikan kalimahnya adalah yang tertinggi dan agamanya muncul di atas agama yang lainnya. Lalu Allah memerintahkan kepadanya untuk hijrah dari kalangan kaum musyrik ke Madinah. Dan Allah menjadikan baginya di dalam kota Madinah orang-orang yang menolongnya dan mendukungnya secara penuh. Kemudian Allah menganugerahkan kepadanya pasukan kaum musyrik pada hari Perang Badar, maka Allah memenangkannya atas mereka dan mengalahkan mereka, membunuh para pemimpinnya dan menawan kaum hartawannya, lalu mereka digiring (ke Madinah) dalam keadaan terbelenggu. Sesudah itu Rasulullah SAW menganugerahkan kepada mereka pembebasan dengan tebusan yang harus dibayar oleh mereka.
Kemenangan Islam
Selang beberapa tahun kemudian Allah menaklukkan untuknya kota Mekah, sehingga senanglah hatinya karena kota kelahirannya (yaitu tanah suci) telah jatuh ke tangannya, dan Allah menyelamatkan kota suci dari kekufuran dan kemusyrikan yang telah membudaya sebelumnya. Sesudah itu Allah menaklukkan negeri Yaman dan tunduklah semua Jazirah Arabia kepadanya, dan manusia mulai memasuki agama Allah secara berbondong-bondong.
Kematian Nabi Muhammad SAW
Kemudian Allah SWT mewafatkannya untuk kembali ke sisi-Nya karena ia mempunyai kedudukan yang terhormat di sisi-Nya. Lalu Allah menjadikan para sahabatnya sebagai khalifahnya sepeninggalnya, dan mereka menyampaikan agama Allah kepada manusia sebagai ganti beliau, dan menyeru manusia untuk menyembah Allah SWT Mereka telah berhasil membuka banyak negeri dan daerah-daerah, kawasan-kawasan serta kota-kota besar, sehingga dakwah Islam menyebar ke seluruh penjuru dunia, belahan timur dan belahan baratnya.
Kemenangan Islam di Hari Kiamat
Selanjutnya agama Islam ini tetap tegak dalam keadaan diberi pertolongan oleh Allah dan dimenangkan sampai hari kiamat terjadi. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya: {#Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).#} (Ghafir, [40:51]) Yakni kelak pada hari kiamat kemenangan yang diperoleh akan lebih besar dan lebih agung serta lebih mulia.
Definisi ASYHĀD
Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ASYHĀD ialah para malaikat.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.