Makna Kata Lā ilāha illallāh
Dalam firman selanjutnya disebutkan:
{هُوَ الْحَيُّ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ}
{#Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia.#} (Ghafir, [40:65])
Yakni Dialah Yang Hidup sejak zaman azali dan selama-lamanya, Dia tetap dan tetap Hidup, Dialah Yang Pertama dan Yang Terakhir, dan Yang Mahalahir lagi Mahabatin.
{لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ}
{#tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia.#} (Ghafir, [40:65])
Yaitu tiada tandingan dan tiada saingan bagi-Nya.
{فَادْعُوْهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ}
{#maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadah kepada-Nya.#} (Ghafir, [40:65]) dengan mengesakan-Nya dan mengakui bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah selain Dia, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
Makna Ayat Lā ilāha illallāh
Ibnu Jarir mengatakan bahwa ada sejumlah ahlul 'ilmi yang menganjurkan kepada orang yang mengucapkan kalimat Lā ilāha illallāh agar mengiringinya dengan kalimat Alhamdulillāhi rabbil 'ālamīn karena berdasarkan ayat ini.
Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkan dari Muhammad ibnu Ali ibnul Husain ibnu Syaqiq dari ayahnya, dari Al-Husain ibnu Waqid, dari Al-A'masy, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas RA yang mengatakan bahwa barang siapa yang mengucapkan kalimat Lā ilāha illallāh, hendaklah ia mengiringinya dengan kalimah Alhamdulillāhi rabbil 'ālamīn. Yang demikian itu berdasarkan firman-Nya:
{فَادْعُوْهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ}
{#maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadah kepada-Nya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.#} (Ghafir, [40:65])
Pelajaran dari Ayat Lā ilāha illallāh
Abu Usamah dan lain-lainnya telah meriwayatkan dari Ismail ibnu Abu Khalid, dari Sa'id ibnu Jubair yang mengatakan bahwa apabila engkau membaca firman-Nya:
{فَادْعُوْهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ}
{#maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadah kepada-Nya.#} (Ghafir, [40:65])
maka ucapkanlah pula sesudahnya, "Lā ilāha illallāh," dan ucapkanlah pula sesudahnya, "Alhamdulillāhi rabbil 'ālamīn."
Kemudian Sa'id ibnu Jarir membaca firman-Nya:
{فَادْعُوْهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ}
{#maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadah kepada-Nya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.#} (Ghafir, [40:65])
Doa Setelah Salat
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Namir, telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnu Urwah ibnuz Zubair, dari Abuz Zubair alias Muhammad ibnu Muslim ibnu Badr Al-Makki yang mengatakan bahwa Abdullah ibnuz Zubair setiap usai dari salam salatnya selalu mengucapkan doa berikut:
{لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهٗ لَا شَرِيْكَ لَهٗ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللّٰهِ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَلَا نَعْبُدُ اِلَّا اِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ}
{#Tidak ada Tuhan yang wajib disembah melainkan Allah semata tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan segala puji, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu; tiada daya (untuk menghindar dari maksiat) dan tiada kekuatan (untuk mengerjakan ibadah) kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada Tuhan yang wajib disembah melainkan Allah, dan kami tidak menyembah selain kepada Dia, bagi-Nyalah semua nikmat, karunia dan pujian yang baik. Tiada Tuhan yang wajib disembah melainkan Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, sekalipun orang-orang kafir tidak suka.#}
Kemudian Abdullah ibnuz Zubair mengatakan bahwa Rasulullah SAW selalu membaca doa tersebut sehabis tiap salatnya.
Imam Muslim, Imam Abu Daud, dan Imam Nasai telah meriwayatkan hadis ini melalui Hisyam ibnu Urwah, Hajjaj ibnu Abu Usman dan Musa ibnu Uqbah; ketiga-tiganya dari Abuz Zubair, dari Abdullah ibnuz Zubair yang telah mengatakan bahwa Rasulullah SAW selalu mengucapkan doa berikut seusai tiap salatnya, yaitu:
{لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهٗ لَا شَرِيكَ لَهٗ لَهُ}
{#Tidak ada Tuhan yang wajib disembah melainkan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya#} lalu disebutkan hingga akhir hadis.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.