Makna Kata
{ﺑﺈﺫﻥ اﻟﻠﻪ} bi izdnillaah: izin Allah adalah maklumat dari Allah tentang suatu hal dan perintah-Nya.
{ﻇﻠﻤﻮا ﺃﻧﻔﺴﻬﻢ} zhalamuu anfusahum: menzalimi diri mereka sendiri dengan berhukum kepada thoghut serta meninggalkan berhukum kepada Rasulullah.
{ﻓﺎﺳﺘﻐﻔﺮﻭا اﻟﻠﻪ} fas taghfarullah: meminta kepada Allah agar Allah mengampuni mereka dengan lafaz اﻟﻠﻬﻢ اﻏﻔﺮ ﻟﻨﺎ Allahummaghfirlanaa “Ya Allah, ampunilah kami” atau اﺳﺘﻐﻔﺮﻭا اﻟﻠﻪ istaghfirullah.
Makna Ayat
Setelah diputuskan salah dan sesatnya orang munafik dan yahudi yang ingin berhukum kepada seorang thaghut, Ka’ab bin Al Asyraf dan orang munafik, yang telah diterangkan dalam ayat yang sebelumnya; Allah mengabarkan dalam ayat yang berikut, bahwa Dia tidaklah mengirim seorang Rasul sebagai utusan dari para Rasul-Nya yang berjumlah ratusan, kecuali dengan memerintahkan kaum mereka untuk taat dan mengikuti serta berhukum kepada Rasul tadi atas setiap hal yang diperselisihkan. Perintah, putusan, serta ketetapan seorang Rasul tadi itu terjadi dengan kehendak Allah dan jikalau Allah tidak menghendaki, maka tidaklah akan terjadi seperti halnya yang telah Allah kabarkan tentang orang-orang yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri karena telah mencari penengah dan menyerahkan putusan kepada seorang thoghut, dan mereka berpaling dari berhukum kepada mu (Muhammad). Jikalau mereka datang kepadamu (Muhammad) dan berserah diri dengan dosa-dosa mereka sembari meminta ampun kepada Allah atas dosa-dosa mereka dan kamu (Muhammad) memintakan ampun untuk mereka kepada Allah. Maksudnya kamu meminta ampun kepada Allah untuk mereka; jikalau hal ini terjadi, niscaya hal itu akan memberikan mereka hidayah untuk bertaubat dan Allah menerima taubatnya. Maka mereka akan mendapati bahwa Allah adalah {ﺗﻮاﺑﺎ ﺭﺣﻴﻤﺎ} “Maha penerima taubat dan Maha penyayang” Ini adalah makna ayat yang 64 {ﻭﻣﺎ ﺃﺭﺳﻠﻨﺎ ﻣﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺇﻻ ﻟﻴﻄﺎﻉ ﺑﺈﺫﻥ اﻟﻠﻪ ﻭﻟﻮ ﺃﻧﻬﻢ ﺇﺫ ﻇﻠﻤﻮا ﺃﻧﻔﺴﻬﻢ ﺟﺎءﻭﻙ ﻓﺎﺳﺘﻐﻔﺮﻭا اﻟﻠﻪ ﻭاﺳﺘﻐﻔﺮ ﻟﻬﻢ اﻟﺮﺳﻮﻝ ﻟﻮﺟﺪﻭا اﻟﻠﻪ ﺗﻮاﺑﺎ ﺭﺣﻴﻤﺎ}
Pelajaran dari Ayat
• Wajibnya taat kepada Rasul dalam segala yang diperintahkan dan dilarang.
• Bukti kebatilan orang yang menyangka bahwa di dalam ayat ada dalil bukti bolehnya meminta istighfar kepada Rasulullah dikarenakan firman Allah {وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ} “dan sesungguhnya, sekiranya mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Muhammad)” ayat ini turun tentang dua orang laki-laki yang ingin berhukum/mencari penengah yaitu Ka’ab bin Al Asyraf dan berpalingnya mereka dari Rasulullah, disyaratkan agar mereka bertaubat dan mendatangi Rasulullah serta Rasulullah meminta ampun kepada Allah untuk mereka berdua, oleh karena itu diterimalah taubat mereka berdua. Dan jikalau mereka tidak kembali ke Rasulullah, maka mereka tidak akan diampuni. Adapun orang yang selain mereka berdua, maka taubatnya tidaklah hanya sebatas kembali ke Rasulullah dan tidaklah ada permintaan ampun dari Rasullullah kepada Allah dan ini adalah perkara yang sudah terjadi ijmak.
• Setiap dosa, besar ataupun kecil dikatergorikan sebagai perbuatan zalim kepada diri sendiri. Maka wajib bertaubat dengan cara istighfar, penyesalan dan niat yang kuat untuk tidak kembali lagi melakukan dosa itu bagaimana pun keadaannya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.