Firman Allah SWT
{وَلٰكِنْ ظَنَنْتُمْ اَنَّ اللّٰهَ لَا يَعْلَمُ كَثِيْرًا مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ وَذٰلِكُمْ ظَنُّكُمُ الَّذِيْ ظَنَنْتُمْ بِرَبِّكُمْ اَرْدٰىكُمْ}
{#bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka terhadap Tuhanmu, prasangka itu telah membinasakan kamu.#} (Fushshilat, [41:22]-[41:23])
Dugaan yang tidak benar ini adalah keyakinan kalian, karena kalian meyakini bahwa Allah tidak mengetahui banyak tentang apa yang kalian perbuat. Hal inilah yang merusak dan membinasakan diri kalian di hadapan Tuhan kalian.
{فَاَصْبَحْتُمْ مِّنَ الْخٰسِرِيْنَ}
{#maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi.#} (Fushshilat, [41:23])
Yakni kelak di tempat pemberhentian di hari kiamat, kalian merugikan diri kalian sendiri dan keluarga kalian.
Kisah Abdullah ibnu Mas'ud
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Ammar, dari Abdur Rahman ibnu Yazid, dari Abdullah RA yang mengatakan bahwa pada suatu hari ia menutupi dirinya dengan kain kelambu Ka'bah di Ka'bah, lalu datanglah tiga orang lelaki, yaitu seorang Quraisy dan dua orang iparnya dari kabilah Saqif, atau seorang Saqif bersama dua orang Quraisy saudara iparnya. Mereka berperut buncit semuanya, tetapi pengetahuan mereka minim sekali. Lalu mereka mengatakan suatu pembicaraan yang terdengar kurang jelas oleh Abdullah ibnu Mas'ud (yang sedang bersembunyi di balik kain kelambu Ka'bah). Salah seorang dari mereka mengatakan, "Bagaimanakah pendapat kalian, apakah Allah mendengar perkataan kita sekarang ini?" Yang lain menjawab, "Sesungguhnya bila kita keraskan suara kita, Dia mendengarnya. Tetapi bila kita tidak mengeraskannya, Dia tidak mendengarnya." Yang lainnya lagi mengatakan, "Bila Dia mendengar sesuatu dari pembicaraan kita, berarti Dia mendengar semuanya."
Abdullah ibnu Mas'ud melanjutkan kisahnya, bahwa lalu ia menceritakan peristiwa itu kepada Nabi SAW Maka Allah SWT menurunkan firman-Nya: {#Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu terhadapmu.#} (Fushshilat, [41:22]) sampai dengan firman-Nya: {#termasuk orang-orang yang merugi.#} (Fushshilat, [41:23])
Hadis-Hadis Lainnya
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Turmuzi dari Hannad, dari Abu Mu'awiyah dengan sanad yang semisal.
Imam Ahmad, Imam Muslim, dan Imam Turmuzi telah mengetengahkannya pula melalui hadis Sufyan Ats-Tsauri, dari Al-A'masy, dari Imarah ibnu Umair, dari Wahb ibnu Rabi'ah, dari Abdullah ibnu Mas'ud dengan lafaz yang semisal.
Imam Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkannya pula melalui hadis kedua Sufyan (Sufyan Ats-Tsauri dan Sufyan ibnu Uyaynah), keduanya dari Mansur, dari Mujahid, dari Abu Ma'mar, dari Abdullah ibnu Sakhbarah, dari Ibnu Mas'ud RA.
Makna Firman Allah SWT
Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Bahz ibnu Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Nabi SAW sehubungan dengan makna firman-Nya: {#dari persaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu terhadapmu.#} (Fushshilat, [41:22]) Nabi SAW bersabda:
{اِنَّكُمْ تُدْعَوْنَ مُفَدَّمًا عَلٰى اَفْوَاهِكُمْ بِالْفِدَامِ فَاَوَّلُ شَيْءٍ يُبِيْنُ عَنْ اَحَدِكُمْ فَخِذُهٗ وَكَفُّهٗ}
{#"Sesungguhnya kamu dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan mulut yang tersumbat dan mula-mula anggota tubuh seseorang dari kamu yang berbicara adalah paha (kaki) dan tangannya."#}
Ma'mar mengatakan bahwa lalu Al-Hasan membaca firman-Nya: {#Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka terhadap Tuhanmu, prasangka itu telah membinasakan kamu.#} (Fushshilat, [41:23]) Kemudian Al-Hasan mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: Allah SWT telah berfirman, "Aku selalu bersama hamba-Ku menurut dugaannya terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya bila dia menyeru-Ku." Kemudian Al-Hasan diam seraya merenungkannya, lalu mengatakan, "Ingatlah, sesungguhnya amal perbuatan manusia itu menurut prasangka mereka terhadap Tuhan mereka. Adapun orang mukmin, maka dia berbaik prasangka terhadap Tuhannya, karenanya ia beramal baik. Adapun orang kafir dan orang munafik, keduanya berburuk prasangka terhadap Allah, karena itu keduanya beramal buruk." Kemudian Al-Hasan mengatakan bahwa Allah SWT telah berfirman: {#Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu terhadapmu.#} (Fushshilat, [41:22]) sampai dengan firman-Nya: {#Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka terhadap Tuhanmu, prasangka itu telah membinasakan kamu.#} (Fushshilat, [41:23]), hingga akhir ayat.
Hadis Lainnya
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami An-Nadr ibnu Ismail Al-Qas alias Abul Mugirah, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Laila, dari Abu Zubair, dari Jabir RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{لَا يَمُوْتَنَّ اَحَدٌ مِنْكُمْ اِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللّٰهِ الظَّنَّ فَاِنَّ قَوْمًا قَدْ اَرْدَاهُمْ سُوْءُ ظَنِّهِمْ بِاللّٰهِ فَقَالَ اللّٰهُ تَعٰلٰى: وَذٰلِكُمْ ظَنُّكُمُ الَّذِيْ ظَنَنْتُمْ بِرَبِّكُمْ اَرْدٰىكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ مِّنَ الْخٰسِرِيْنَ}
{#"Jangan sekali-kali seseorang dari kalian mati, melainkan dalam keadaan berbaik prasangka kepada Allah. Karena sesungguhnya ada suatu kaum yang menjadi binasa karena buruk prasangka mereka kepada Allah. Allah SWT telah berfirman: Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka terhadap Tuhanmu, prasangka itu telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi."#}
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.