Makna Kata "Gulfn"
Di antara dosa-dosa yang mereka lakukan hingga menyebabkan mereka pasti dilaknat, diusir dari rahmat-Nya, dan dijauhkan dari jalan petunjuk, yaitu mereka telah melanggar janji-janji dan ikatan-ikatan yang telah diambil dari mereka; juga karena kekufuran mereka terhadap ayat-ayat Allah, yakni hujah-hujah dan bukti-bukti kekuasaan-Nya serta mukjizat-mukjizat yang mereka saksikan dengan mata kepala sendiri dari tangan para nabi mereka.
Firman Allah SWT:
{وَقَتْلِهِمُ الْاَنْبِيَاۤءَ بِغَيْرِ حَقٍّ}
{#dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar.#} (An-Nisa, [4:155])
Karena kejahatan mereka yang luar biasa dan kekurangajaran mereka kepada nabi-nabi Allah, hingga mereka berani membunuh sejumlah nabi dari kalangan mereka.
Firman Allah SWT:
{وَقَوْلِهِمْ قُلُوْبُنَا غُلْفٌ}
{#dan karena mereka mengatakan, "Hati kami tertutup."#} (An-Nisa, [4:155])
Ibnu Abbas, Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, Ikrimah, As-Saddi, Qatadah, dan lain-lainnya mengatakan, "Yang dimaksud dengan gulfn ialah githaun (penutup), yakni hati "kami dalam keadaan tertutup." Pengertiannya sama dengan ucapan orang-orang musyrik yang disitir oleh firman-Nya:
{وَقَالُوْا قُلُوْبُنَا فِيْٓ اَكِنَّةٍ مِّمَّا تَدْعُوْنَآ اِلَيْهِ وَفِيْٓ اٰذَانِنَا وَقْرٌ وَّمِنْ بَيْنِنَا وَبَيْنِكَ حِجَابٌ فَاعْمَلْ اِنَّنَا عٰمِلُوْنَ}
{#Mereka berkata: "Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu, sesungguhnya kami bekerja (pula)."#} (Fushshilat, [41:5])
Menurut pendapat lain, makna yang dimaksud ialah mereka mengaku bahwa hati mereka merupakan wadah ilmu yang telah penuh dengan ilmu pengetahuan. Demikianlah menurut riwayat Al-Kalbi, dari Abu Saleh, dari Ibnu Abbas. Hal yang semisal diterangkan di dalam tafsir ayat surat Al-Baqarah.
Firman Allah SWT:
{بَلْ طَبَعَ اللّٰهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ}
{#Bahkan sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya.#} (An-Nisa, [4:155])
Berdasarkan pengertian pertama, seakan-akan mereka beralasan kepada Nabi SAW bahwa hati mereka tidak dapat memahami apa yang dikatakannya karena hati mereka telah terkunci mati dan tertutup. Maka Allah membantah mereka, bahwa hati mereka bahkan telah terkunci mati karena kekufuran mereka sendiri.
Berdasarkan pengertian kedua adalah kebalikan dari pendapat yang pertama tadi dari segala seginya. Pembahasan mengenai hal yang semisal telah dikemukakan di dalam tafsir surat Al-Baqarah.
Firman Allah SWT:
{فَلَا يُؤْمِنُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًا}
{#karena itu mereka tidak beriman kecuali sebagian kecil dari mereka.#} (An-Nisa, [4:155])
Dengan kata lain, hati mereka terbiasa dengan kekufuran, kezaliman, serta keimanan yang minim sekali.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.