Firman Allah SWT:
{وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنٰهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَّمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ}
{#Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu.#} (An-Nisa, [4:164])
Yakni sebelum ayat ini, dalam surat-surat Makkiyah dan lain-lainnya. Berikut ini adalah nama para nabi yang disebut oleh Allah SWT di dalam Al-Qur'an, yaitu:
- Adam
- Idris
- Nuh
- Hud
- Saleh
- Ibrahim
- Lut
- Ismail
- Ishaq
- Ya'qub
- Yusuf
- Ayyub
- Syu'aib
- Musa
- Harun
- Yunus
- Daud
- Sulaiman
- Ilyas
- Ilyasa'
- Zakaria
- Yahya
- Isa
- ZulKifli menurut kebanyakan ulama tafsir
- Penghulu mereka semuanya, yaitu Nabi Muhammad SAW
Firman Allah SWT:
{وَرُسُلًا لَّمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ}
{#dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu.#} (An-Nisa, [4:164])
Sejumlah nabi lainnya yang cukup banyak tidak disebutkan di dalam Al-Qur'an.
Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah para nabi dan para rasul. Hal yang terkenal sehubungan dengan masalah ini adalah hadis Abu Dzar yang cukup panjang yang diriwayatkan oleh Ibnu Murdawaih di dalam kitab tafsirnya.
Ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Ja'far ibnu Muhammad ibnul Hasan dan Al-Husain ibnu Abdullah ibnu Yazid; keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Hisyam ibnu Yahya Al-Gassani, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari kakekku, dari Abu Idris Al-Khaulani, dari Abu Zar yang menceritakan hadis berikut:
Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, berapakah para nabi itu?" Rasulullah SAW menjawab, "Seratus dua puluh empat ribu orang nabi." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, berapakah jumlah yang menjadi rasul dari kalangan mereka?" Rasulullah SAW menjawab, "Tiga ratus tiga belas orang rasul, jumlah yang cukup banyak." Aku bertanya, "Siapakah rasul yang paling pertama itu?" Nabi SAW menjawab, "Adam." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah dia nabi yang jadi rasul?" Rasulullah SAW menjawab, "Ya, Allah menciptakannya secara langsung dengan tangan kekuasaan-Nya, kemudian meniupkan ke dalam tubuh Adam sebagian dari roh (ciptaan)-Nya setelah bentuknya sempurna." Selanjutnya Rasulullah SAW bersabda: Hai Abu Dzar, empat orang (dari mereka) adalah orang-orang Siryani, yaitu Adam, Syis, Nuh, dan Khunu', yakni Idris yang merupakan orang yang mula-mula menulis dengan qalam (pena). Dan empat orang rasul dari Arab, yaitu Hud, Saleh, Syu'aib, dan Nabimu, hai Abu Zar. Mula-mula nabi dari kalangan Bani Israil adalah Musa, dan yang terakhir adalah Isa. Mula-mula nabi adalah Adam, dan yang terakhir dari mereka adalah Nabimu.
Hadis ini secara lengkap diriwayatkan pula oleh Abu Hatim ibnu Hibban Al-Basti di dalam kitabnya yang berjudul Al-Anwa' wal Taqasim, ia menilainya berpredikat sahih. Tetapi Abul Faraj ibnul Jauzi berbeda dengannya, ia menyebutkan hadis ini di dalam kitabnya yang berjudul Al-Maudu'at (Hadis-hadis Buatan), dan ia mencurigainya sebagai buatan Ibrahim ibnu Hisyam. Ibrahim ibnu Hisyam ini tidak diragukan lagi menjadi pembahasan bagi para Imam ahli Jurh Wat Ta'dil karena hadisnya ini.
Akan tetapi, hadis ini telah diriwayatkan melalui jalur lain dari sahabat lainnya. Untuk itu Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Auf, telah menceritakan kepada kami Abul Mugirah, telah menceritakan kepada kami Ma'an ibnu Rifa'ah, dari Ali ibnu Yazid Al-Qasim, dari Abu Umamah yang menceritakan hadis berikut:
Aku bertanya, "Wahai Nabi Allah, berapakah jumlah para nabi itu?" Nabi SAW menjawab, "Seratus dua puluh empat ribu orang, dari jumlah itu ada tiga ratus lima belas orang (rasul). Jumlah yang cukup banyak."
Ma'an ibnu Rifa'ah As-Salami orangnya daif, Ali ibnu Yazid orangnya daif pula; begitu pula Al-Qasim Abu Abdur Rahman, orangnya pun daif.
Al-Hafiz Abu Ya'la Al-Mausuli mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Ishaq Abu Abdullah Al-Jauhari Al-Basri, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ubaidah Ar-Rabzi, dari Yazid Ar-Raqqasyi, dari Anas yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
Allah mengutus delapan ribu nabi; empat ribu orang kepada kaum Bani Israil, dan empat ribu orang lainnya kepada seluruh umat manusia.
Hadis ini dinilai daif pula, di dalamnya terdapat Ar-Rabzi yang berpredikat daif, sedangkan gurunya bernama Ar-Raqqasyi jauh lebih daif.
Abu Ya'la mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abur Rabi', telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Sabit Al-Abdi, telah menceritakan kepada kami Ma'bad ibnu Khalid Al-Ansari, dari Yazid Ar-Raqqasyi, dari Anas yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
Saudara-saudaraku dari kalangan para nabi di masa lalu jumlahnya ada delapan ribu orang nabi, kemudian Isa ibnu Maryam, dan barulah aku sendiri.
Kami meriwayatkannya melalui Anas dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami Al-Hafiz Abu Abdullah Az-Zahabi, telah menceritakan kepada kami Abul Fadl ibnu Asakir, telah menceritakan kepada kami Imam Abu Bakar ibnul Qasim ibnu Abu Sa'id As-Saffar, telah menceritakan kepada kami bibi ayahku (yaitu Siti Aisyah binti Ahmad ibnu Mansur ibnus Saffar), telah menceritakan kepada kami Asy-Syarif Abus Sanabik Hibatullah ibnu Abus Sahba Muhammad ibnu Haidar Al-Qurasyi, telah menceritakan kepada kami Imam Al-Ustaz Abu Ishaq Al-Isfirayini yang mengatakan, telah menceritakan kepada kami Imam Abu Bakar Ahmad ibnu Ibrahim Al-Ismaili, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Usman ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Tariq, telah menceritakan kepada kami Muslim ibnu Khalid, telah menceritakan kepada kami Ziyad ibnu Sa'd, dari Muhammad ibnul Munkadir, dari Safwan ibnu Sulaim, dari Anas ibnu Malik yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
Aku diutus sesudah delapan ribu orang nabi, di antara mereka empat ribu orang nabi dari kalangan Bani Israil.
Bila ditinjau dari segi ini, hadis berpredikat garib; tetapi sanadnya tidak mengandung kelemahan, semua perawinya dikenal kecuali Ahmad ibnu Tariq; orang ini tidak kami kenal, apakah berpredikat adil atau daif, hanya Allah yang lebih mengetahui.
Muhammad ibnul Husain Al-Ajiri mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar Ja'far ibnu Muhammad ibnul Giryani secara imla dalam bulan Rajab tahun 297 Hijriah, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Hisyam ibnu Yahya Al-Gassani, telah menceritakan kepada kami ayahku, dari kakekku, dari Abu Idris Al-Khaulani, dari Abu Zar yang menceritakan hadis berikut:
Aku masuk ke dalam masjid, dan kujumpai Rasulullah SAW sedang duduk sendirian, maka aku duduk menemaninya dan bertanya kepadanya, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Engkau telah memerintahkan aku untuk menunaikan salat." (yakni sunnah). Maka Rasulullah SAW bersabda: "Salat adalah sebaik-baik pekerjaan, maka perbanyaklah atau persedikitlah." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, amal apakah yang paling utama?" Maka Nabi SAW menjawab: Iman kepada Allah dan berjihad di jalan-Nya. Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?" Nabi SAW menjawab: Di antara mereka yang paling baik akhlaknya. Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah orang muslim yang paling selamat?" Nabi SAW menjawab: Orang (muslim) yang menyelamatkan orang-orang dari gangguan lisan dan tangannya. Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, hijrah apakah yang paling utama?" Nabi SAW menjawab: Orang yang hijrah (meninggalkan) semua kejahatan. Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, salat apakah yang paling afdal?" Rasulullah SAW menjawab: "Yang paling panjang qunutnya." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, puasa apakah yang paling utama?" Rasulullah SAW menjawab: "Melakukan puasa fardu dengan cukup (baik) dan di sisi Allah ada pahala yang berlipat ganda dengan lipat ganda yang banyak." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, jihad apakah yang paling utama?" Rasulullah SAW menjawab: "Orang yang kudanya disembelih dan darah dirinya dialirkan (yakni gugur)." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, hamba sahaya manakah yang paling afdal?" Rasulullah SAW menjawab: "Hamba sahaya yang paling mahal harganya dan paling bernilai di kalangan tuannya." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling utama?" Rasulullah SAW menjawab: "Yang dikeluarkan dengan susah payah oleh orang yang minim, dan sedekah secara sembunyi-sembunyi kepada orang fakir (miskin)." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, ayat apakah yang paling agung di antara yang diturunkan kepadamu?" Rasulullah SAW menjawab: "Ayat Kursi," kemudian beliau SAW bersabda, "Hai Abu Zar, tiadalah langit yang tujuh dibandingkan dengan Kursi, melainkan seperti gelang yang dilemparkan di tengah padang sahara. Keutamaan Arasy atas Kursi sama dengan keutamaan padang sahara atas gelang itu." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, berapakah jumlah para nabi itu?" Rasulullah SAW menjawab: "Seratus dua puluh empat ribu orang nabi." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, berapakah jumlah para rasul dari kalangan mereka?" Nabi SAW menjawab: "Tiga ratus tiga belas orang rasul, jumlah yang cukup banyak lagi baik." Aku bertanya, "Siapakah yang paling pertama di antara mereka?" Nabi SAW menjawab; "Adam." Aku bertanya, "Apakah dia seorang nabi yang jadi rasul?" Nabi SAW menjawab: "Ya, Allah menciptakannya (lengan tangan kekuasaan-Nya sendiri dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam tubuhnya, dan menyempurnakannya sebelum itu." Kemudian Rasulullah SAW bersabda pula: "Hai Abu Dzar, empat orang adalah bangsa Siryani, yaitu Adam, Syis, Khanukh -yakni Idris, dia orang yang mula-mula menulis dengan qalam (pena)- dan Nuh. Empat orang dari bangsa Arab, yaitu Hud, Syu'aib, Saleh, dan Nabimu, hai Abu Zar. Mula-mula nabi Bani Israil adalah Musa dan yang paling terakhir adalah Isa. Mula-mula rasul adalah Adam, dan yang paling akhir adalah Muhammad." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, berapakah jumlah kitab yang diturunkan oleh Allah SWT?" Rasulullah SAW menjawab: "Seratus empat buah kitab. Allah menurunkan kepada Syis sebanyak lima puluh sahifah. kepada Khunukh (Idris) tiga puluh sahifah, kepada Ibrahim sepuluh sahifah, dan kepada Musa sebelum Taurat sepuluh sahifah. Dan Allah menurunkan kitab Taurat, kitab Injil, kitab Zabur, dan Al-Furqan (Al-Qur'an)." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, apa sajakah yang terkandung di dalam sahifah Nabi Ibrahim?" Rasulullah SAW menjawab: "Semuanya mengandung kalimat berikut, "Hai raja yang berkuasa, yang mendapat cobaan lagi teperdaya. Sesungguhnya Aku tidak menjadikanmu untuk menghimpun dunia sebagian darinya dengan sebagian yang lain, tetapi aku menjadikanmu agar menghindarkan diri dari doa orang yang teraniaya, karena sesungguhnya Aku tidak akan menolaknya, sekalipun dari orang kafir." Di dalamnya banyak terkandung tamsil-tamsil (yang antara lain mengatakan), "Diharuskan bagi orang yang berakal membagi waktunya ke dalam beberapa saat. Sesaat ia gunakan untuk bermunajat kepada Tuhannya, sesaat ia gunakan untuk menghisab dirinya sendiri, sesaat ia gunakan untuk memikirkan ciptaan Allah, dan sesaat lagi ia gunakan untuk kepentingan dirinya untuk mencari makan dan minumnya. Diharuskan bagi orang yang berakal tidak bepergian kecuali karena tiga perkara, yaitu mencari bekal untuk hari kemudian, mencari penghidupan, atau kesenangan yang tidak diharamkan, dan harus mengetahui zamannya guna menghadapi urusannya serta memelihara lisannya. Barang siapa yang memperhitungkan percakapannya dengan amalnya, niscaya ia akan sedikit bicara, kecuali mengenai hal yang berurusan dengannya. Abu Dzar melanjutkan kisahnya, Lalu aku bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah yang terkandung di dalam sahifah Nabi Musa?" Rasulullah SAW menjawab: "Semuanya merupakan nasihat-nasihat (pelajaran-pelajaran), yaitu: "Aku merasa heran terhadap orang yang percaya dengan kematian, lalu ia merasa gembira. Aku merasa heran terhadap orang yang percaya dengan takdir, lalu ia bersusah payah. Aku merasa heran dengan orang yang melihat dunia dan silih bergantinya terhadap para penghuninya, lalu ia merasa tenang dengan dunia itu. Dan aku merasa heran dengan orang yang percaya kepada hisab di hari kemudian, lalu ia tidak beramal." Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah di dalam kitab (Al-Qur'an) yang ada di tangan kita terdapat sesuatu yang telah tertera di dalam kitab-kitab Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan apa yang diturunkan oleh Allah kepadamu?" Rasulullah SAW menjawab, "Ya benar, hai Abu Zar, bacalah firman Allah SWT: {#Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.