Makna Kata
Makna kata "Allah SWT" adalah "Tuhan Yang Maha Esa".
Makna Ayat
Makna ayat "Maka berimanlah kalian kepada Allah dan rasul-rasul-Nya" adalah "Maka percayalah bahwa Allah adalah Satu, lagi Maha Esa, tiada beranak, dan tiada beristri; dan ketahuilah serta yakinilah bahwa Isa itu adalah hamba dan Rasul-Nya".
Pelajaran dari Ayat
Pelajaran dari ayat ini adalah "Janganlah kalian membuat kedustaan terhadap-Nya dan menjadikan bagi-Nya istri dan anak. Mahasuci Allah lagi Mahatinggi dari hal itu dengan ketinggian yang setinggi-tingginya, Mahasuci lagi Maha Esa Zat Allah dalam sifat Keagungan dan Kebesaran-Nya. Tidak ada Tuhan selain Dia, tidak ada Rabb selain Dia".
Peran Allah SWT
Peran Allah SWT dalam ayat ini adalah "Menciptakan Isa Al-Masih sebagai utusan-Nya dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam".
Peran Isa Al-Masih
Peran Isa Al-Masih dalam ayat ini adalah "Sebagai utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam".
Peran Malaikat Jibril
Peran Malaikat Jibril dalam ayat ini adalah "Meniupkan roh ciptaan-Nya ke dalam tubuh Maryam dengan seizin Allah".
Peran Maryam
Peran Maryam dalam ayat ini adalah "Menerima kalimat-Nya yang disampaikan oleh Malaikat Jibril dan melahirkan Isa Al-Masih".
Peran Umat Nasrani
Peran umat Nasrani dalam ayat ini adalah "Mengakui Isa Al-Masih sebagai Tuhan dan menganggapnya sebagai sekutu Allah".
Peran Raja Konstantinopel
Peran Raja Konstantinopel dalam ayat ini adalah "Mendukung dan memperkuat sekte Mulkaniyah dan membuat kitab-kitab dan undang-undang untuk mereka".
Peran Sekte Mulkaniyah
Peran sekte Mulkaniyah dalam ayat ini adalah "Mengajarkan suatu amanat kepada anak-anak agar mereka meyakininya sejak dini dan mengadakan pembaptisan besar-besaran atas dasar itu".
Peran Sekte Ya'qubiyah
Peran sekte Ya'qubiyah dalam ayat ini adalah "Mengadakan suatu pertemuan lain yang kedua dan terbentuklah sekte Ya'qubiyah".
Peran Sekte Nusturiyan
Peran sekte Nusturiyan dalam ayat ini adalah "Mengadakan suatu pertemuan lain yang ketiga dan terbentuklah sekte Nusturiyan".
Daftar Pustaka
- Al-Qur'an Al-Karim
- Hadis Nabi SAW
- Kitab-kitab dan undang-undang untuk umat Nasrani
- Amanat yang diajarkan oleh sekte Mulkaniyah
Garis Pemisah
Firman Allah SWT:
{وَلَا تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ اِلَّا الْحَقَّ}
{#dan janganlah kalian mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar.#} (An-Nisa, [4:171])
Maksudnya, janganlah kalian membuat kedustaan terhadap-Nya dan menjadikan bagi-Nya istri dan anak. Mahasuci Allah lagi Mahatinggi dari hal itu dengan ketinggian yang setinggi-tingginya, Mahasuci lagi Maha Esa Zat Allah dalam sifat Keagungan dan Kebesaran-Nya. Tidak ada Tuhan selain Dia, tidak ada Rabb selain Dia.
Dalam ayat selanjutnya disebutkan:
{اِنَّمَا الْمَسِيْحُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُوْلُ اللّٰهِ وَكَلِمَتُهٗ اَلْقٰهَآ اِلٰى مَرْيَمَ وَرُوْحٌ مِّنْهُ}
{#Sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimat-Nya yang disampaikanNya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya.#} (An-Nisa, [4:171])
Sesungguhnya Isa itu hanyalah seorang hamba Allah dan makhluk yang diciptakan-Nya. Allah berfirman kepadanya, "Jadilah kamu," maka jadilah dia. Dia (Isa) hanyalah utusan-Nya dan kalimat-Nya yang Allah sampaikan kepada Maryam. Dengan kata lain, Allah menciptakan Isa melalui kalimat perintah yang disampaikan oleh Malaikat Jibril AS dari Allah SWT kepada Maryam. Lalu Malaikat Jibril meniupkan roh ciptaan-Nya ke dalam tubuh Maryam dengan seizin Allah. Maka jadilah Isa dengan seizin Allah.
Embusan itu ditiupkan oleh Malaikat Jibril ke dalam baju kurung Maryam, lalu tiupan itu turun hingga masuk ke dalam farjinya, sama kedudukannya dengan pembuahan yang dilakukan oleh seorang lelaki kepada istrinya: semuanya adalah makhluk Allah SWT Karena itu, dikatakan bahwa Isa adalah kalimat Allah dan roh dari ciptaan-Nya, mengingat kejadiannya tanpa melalui proses seorang ayah. Sesungguhnya ia timbul dari kalimah yang diucapkan oleh Allah melalui Jibril kepada Maryam, yaitu kalimat kun (Jadilah), maka jadilah Isa, dan roh yang dikirimkan oleh Allah kepada Maryam melalui Jibril. Allah SWT berfirman:
{مَا الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ اِلَّا رَسُوْلٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَاُمُّهٗ صِدِّيْقَةٌ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ}
{#Al-Masih putra Maryam itu hanyalah seorang rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, keduanya biasa memakan makanan.#} (Al-Maidah, [5:75])
Allah SWT telah berfirman:
{اِنَّ مَثَلَ عِيْسٰى عِنْدَ اللّٰهِ كَمَثَلِ اٰدَمَ خَلَقَهٗ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ}
{#Sesungguhnya misal penciptaan Isa di sisi Allah adalah seperti penciptaan Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, 'Jadilah!'" (seorang manusia). Maka jadilah dia.#} (Ali Imran, [3:59])
{وَالَّتِيْٓ اَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيْهَا مِنْ رُّوْحِنَا وَجَعَلْنٰهَا وَابْنَهَآ اٰيَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ}
{#Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya roh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.#} (Al-Anbiya, [21:91])
{وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرٰنَ الَّتِيْٓ اَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيْهِ مِنْ رُّوْحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمٰتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهٖ وَكَانَتْ مِنَ الْقٰنِتِيْنَ}
{#dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Tuhannya dan Kitab-Kitab-Nya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.#} (At-Tahrim, [66:12])
Firman Allah SWT menceritakan perihal Isa Al-Masih, yaitu:
{اِنْ هُوَ اِلَّا عَبْدٌ اَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنٰهُ مَثَلًا لِّبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ}
{#Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail.#} (Az-Zukhruf, [43:59])
Abdur Razzaq meriwayatkan dari Ma'mar, dari Qatadah sehubungan dengan firman-Nya:
{وَكَلِمَتُهٗ اَلْقٰهَآ اِلٰى مَرْيَمَ}
{#dan (yang terjadi dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya.#} (An-Nisa, [4:171])
Ayat ini semakna dengan ayat lain, yaitu firman-Nya:
{كُنْ فَيَكُوْنُ}
{#'Jadilah', Maka terjadilah ia.#} (Ya Sin, [36:82])
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Sinan Al-Wasiri yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Syaz ibnu Yahya mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:
{وَكَلِمَتُهٗ اَلْقٰهَآ اِلٰى مَرْيَمَ وَرُوْحٌ مِّنْهُ}
{#dan (yang terjadi dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya.#} (An-Nisa, [4:171])
Bahwa bukanlah kalimat yang menjadikan Isa, tetapi dengan kalimat itu akhirnya jadilah Isa.
Pendapat ini lebih baik daripada apa yang dikatakan oleh Ibnu Jarir sehubungan dengan firman-Nya:
{اَلْقٰهَآ اِلٰى مَرْيَمَ}
{#Yang disampaikan-Nya kepada Maryam.#} (An-Nisa, [4:171])
Makna yang dimaksud ialah Allah mengajarkan kalimat itu kepada Maryam, sama seperti apa yang dikatakannya sehubungan dengan makna firman-Nya:
{اِذْ قَالَتِ الْمَلٰۤىِٕكَةُ يٰمَرْيَمُ اِنَّ اللّٰهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِّنْهُ اسْمُهُ}
{#(Ingatlah) ketika malaikat berkata, "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari-Nya.#} (Ali Imran, [3:45])
Makna yang dimaksud ialah mengajarkan kepadamu suatu kalimat dari-Nya.
Ibnu Jarir menjadikan makna ayat ini sama dengan firman Allah SWT yang mengatakan:
{وَمَا كُنْتَ تَرْجُوْٓا اَنْ يُّلْقٰٓى اِلَيْكَ الْكِتٰبُ اِلَّا رَحْمَةً مِّنْ رَّبِّكَ}
{#Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Qur'an diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu.#} (Al-Qashash, [28:86])
Bahkan pendapat yang sahih (benar) ialah yang mengatakan bahwa kalimat tersebut didatangkan oleh Malaikat Jibril kepada Maryam, lalu Malaikat Jibril meniupkan roh ciptaan-Nya ke dalam tubuh Maryam dengan seizin Allah. Maka jadilah Isa AS.
Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sadaqah ibnul Fadl, telah menceritakan kepada kami Al-Walid Al-Auza'i, telah menceritakan kepadaku Umair ibnu Hani', telah menceritakan kepada kami Junadah ibnu Abu Umayyah, dari Ubadah ibnus Samit, dari Nabi SAW yang telah bersabda:
{مَنْ شَهِدَ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهٗ لَا شَرِيْكَ لَهٗ وَاَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهٗ وَرَسُوْلُهٗ وَاَنَّ عِيْسٰى عَبْدُ اللّٰهِ وَرَسُوْلُهٗ وَكَلِمَتُهٗ اَلْقَاهَا اِلٰى مَرْيَمَ وَرُوْحٌ مِنْهُ وَالْجنَّةَ حَقٌّ وَالنَّارَ حَقٌّ اَدْخَلَهُ اللّٰهُ الْجَنَّةَ عَلٰى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ}
{#"Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan bahwa Isa adalah hamba dan Rasul-Nya serta kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta roh dari-Nya, dan bahwa surga itu benar, neraka itu benar, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga berdasarkan amal yang telah dikerjakannya."#}
Al-Walid mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abdur Rahman ibnu Yazid ibnu Jabir, dari Umair ibnu Hani', dari Junadah yang di dalamnya disebutkan tambahan, yaitu:
{مِنْ اَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ مِنْ اَيِّهَا شَاءَ}
{#"(Allah memasukkannya) ke dalam salah satu dari pintu-pintu surga yang delapan buah, dia boleh memasukinya dari pintu mana pun yang disukainya."#}
Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Daud ibnu Rasyid, dari Al-Walid, dari Ibnu Jabir dengan lafaz yang sama. Dari jalur yang lain dari Al-Auza'i dengan lafaz yang sama.
Firman Allah yang ada dalam ayat, dan hadis yang semakna, yaitu:
{وَرُوْحٌ مِّنْهُ}
{#dan (dengan tiupan) roh dari-Nya.#} (An-Nisa, [4:171]) semakna dengan pengertian yang terkandung di dalam firman-Nya:
{وَسَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مِّنْهُ}
{#Dan Dia menundukkan untuk kalian apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) dari-Nya.#} (Al-Jatsiyah, [45:13])
Yakni dari kalangan makhluk-Nya dan dari sisi-Nya. Lafaz min di sini bukan untuk makna tab'id (sebagian) seperti yang dikatakan oleh orang-orang Nasrani -semoga laknat Allah yang berturut-turut menimpa mereka- melainkan makna yang dimaksud ialah ibtida-ul goyah, seperti pengertian yang terkandung di dalam ayat lain. Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
{وَرُوْحٌ مِّنْهُ}
{#dan (dengan tiupan) roh dari-Nya.#} (An-Nisa; 171)
Yang dimaksud dengan RŪHUN dalam ayat ini ialah rasulun minhu, yakni urusan dari-Nya. Sedangkan selain Mujahid mengatakan ma-habbatan minhu, yakni kasih sayang dari-Nya. Tetapi pendapat yang kuat ialah yang pertama, yaitu yang mengatakan bahwa Nabi Isa di-ciptakan dari roh ciptaan-Nya. Kemudian lafaz roh di-mudaf-kan (digandengkan) dengan-Nya dengan
Makna kata
Ketiga golongan tersebut pada dasarnya mengukuhkan ajaran trinitas yang antara lain ialah Al-Masih. Tetapi mereka berbeda pendapat mengenai kaifiyatnya sehubungan dengan masalah lahut dan nasut-nya, masing-masing mempunyai dugaan sendiri. Apakah dia manunggal atau tidak, bersatukah atau menitis. Pada kesimpulannya pendapat mereka terpecah menjadi tiga pendapat, masing-masing golongan mengalirkan golongan yang lain, sedangkan kita mengalirkan semuanya. Karena itu, dalam ayat ini disebutkan melalui firman-Nya:
{اِنْتَهُوْا خَيْرًا لَّكُمْ}
{#berhentilah kalian (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagi kalian.#} (An-Nisa, [4:171])
Maksudnya, akan lebih baik bagi kalian.
{اِنَّمَا اللّٰهُ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ سُبْحٰنَهٗٓ اَنْ يَّكُوْنَ لَهٗ وَلَدٌ}
{#Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Mahasuci Allah dari mempunyai anak.#} (An-Nisa, [4:171])
Yakni Mahasuci lagi Mahatinggi Allah dari hal tersebut dengan ketinggian yang setinggi-tingginya.
{لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَكَفٰى بِاللّٰهِ وَكِيْلًا}
{#Segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah untuk menjadi Pemelihara.#} (An-Nisa, [4:171])
Artinya, semuanya adalah makhluk dan milik Allah, dan semua yang ada di antara keduanya adalah hamba-hamba-Nya, mereka berada dalam pengaturan dan kekuasaan-Nya. Dialah Yang memelihara segala sesuatu, mana mungkin bila dikatakan bahwa Dia mempunyai istri dan anak dari kalangan mereka. Dalam ayat yang lain disebutkan melalui firman-Nya:
{بَدِيْعُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ اَنّٰى يَكُوْنُ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَمْ تَكُنْ لَّهٗ صَاحِبَةٌ}
{#Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri.#} (Al-An'am, [6:101]), hingga akhir ayat.
Allah SWT telah berfirman dalam ayat yang lain, yaitu:
{وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمٰنُ وَلَدًا . لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْـًٔا اِدًّا}
{#"Dan mereka berkata, "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak" Sesungguhnya kalian telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar."#} (Maryam, [19:88]-[19:89]) sampai dengan firman-Nya:
{وَكُلُّهُمْ اٰتِيْهِ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ فَرْدًا}
{#Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.#} (Maryam, [19:95])
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.