Ayat 13-14
Allah SWT berfirman kepada umat ini: (Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang Kami wahyukan kepadamu) Dia menyebutkan rasul pertama setelah nabi Adam yaitu nabi Nuh dan rasul yang terakhir, yaitu nabi Muhammad SAW. Kemudian Dia menyebutkan setelah rasul-rasul itu yaitu rasul ulul 'azmi, mereka adalah nabi Ibrahim, nabi Musa dan nabi Isa. Ayat ini menyebutkan semua rasul ulul 'azmi yang jumlahnya lima orang sebagaimana yang disebutkan dalam suatu ayat dan surah Al-Ahzab dalam firmanNya SWT: (Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putra Maryam) (Surah Al-Ahzab: 7)
Makna kata
Agama yang disampaikan para rasul adalah menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya. Sebagaimana Allah SWT berfirman (Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah Aku oleh kalian semua” (25)) (Surah Al-Anbiya’)
Disebutkan dalam hadits,”Kami para nabi adalah saudara yang berbeda-beda ibu, tetapi agama kami satu”
yaitu, kesamaan yang ada di antara mereka adalah menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, sekalipun syariat dan tuntunannya berbeda. sebagaimana firmanNya: (Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang) (Surah Al-Maidah: 48)
Pelajaran dari ayat
Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Tegakkanlah agamamu dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya) Allah SWT memerintahkan kepada semua nabi untuk rukun dan bersatu, serta melarang mereka berpecah belah dan berselisih. Firman Allah: (Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya) yaitu amat berat bagi mereka dan mereka mengingkari apa yang kamu serukan kepada mereka, wahai Muhammad berupa ajaran tauhid.
Kemudian Allah berfirman: (Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)) yaitu Dialah Dzat yang menentukan petunjuk kepada siapa saja yang berhak menerimanya. dan menetapkan kesesatan atas siapa saja yang lebih memilih jalan kesesatan daripada jalan petunjuk.
Makna ayat
Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan mereka (Ahli Kitab) tidak berpecah belah melainkan sesudah datangnya pengetahuan kepada mereka) (Surah Al-Jatsiyah: 17) yaitu sesungguhnya sikap menentang mereka terhadap kebenaran itu setelah kebenaran itu datang kepada mereka dan hujjah telah ditegakkan atas mereka, dan tidak ada yang mendorong mereka bersikap demikian melainkan karena mereka melampaui batas, ingkar dan selalu menentang.
Kemudian Allah SWT berfirman: (Kalau tidak karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada ' waktu yang ditentukan) yaitu sekiranya tidak ada ketetapan Allah yang terdahulu untuk menangguhkan para hambaNya bahwa hisab mereka akan dilakukan pada hari kiamat, maka sungguh Allah menyegerakan hukuman atas mereka di dunia secepatnya.
Firman Allah: (Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) setelah mereka) yaitu, generasi yang terakhir dari kalangan mereka di masa pertama Islam yang mendustakan kebenaran (benar-benar berada dalam keraguan yang mengguncangkan tentang kitab itu) yaitu mereka tidak yakin dengan perkara dan keimanan mereka, dan sesungguhnya mereka hanya mengikuti nenek moyang dan para pendahulu mereka tanpa dalil dan bukti. Mereka berada dalam kebimbangan dan keraguan dalam urusan mereka dan dalam perpecahan yang parah
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.