Firman Allah SWT
{فَاِنْ اَعْرَضُوْ}
{#Jika mereka berpaling.#} (Asy-Syura, [42:48])
Artinya, jika orang-orang musyrik itu berpaling dari seruanmu.
{فَمَآ اَرْسَلْنٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًا}
{#maka Kami tidak mengutusmu sebagai pengawas bagi mereka.#} (Asy-Syura, [42:48])
Yakni kamu bukanlah orang yang ditugaskan untuk menguasai mereka. Dalam ayat lain disebutkan oleh firman-Nya:
{لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰىهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ}
{#Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang mendapat petunjuk (memberi taufik) siapa yang dikehendaki-Nya.#} (Al-Baqarah, [2:272])
Dan firman Allah SWT:
{فَاِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلٰغُ وَعَلَيْنَا الْحِسَابُ}
{#karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedangkan Kamilah yang menghisab amalan mereka.#} (Ar-Ra'd, [13:40])
Adapun firman Allah SWT:
{اِنْ عَلَيْكَ اِلَّا الْبَلٰغُ}
{#Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah).#} (Asy-Syura, [42:48])
Yakni sesungguhnya Kami menugaskanmu hanyalah untuk menyampaikan risalah Kami kepada mereka. Kemudian dalam firman berikutnya disebutkan:
{وَاِنَّآ اِذَآ اَذَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً فَرِحَ بِهَا}
{#Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami, dia bergembira ria karena rahmat itu.#} (Asy-Syura, [42:48])
Apabila manusia itu mendapat kemakmuran dan nikmat, maka dia bergembira ria karenanya.
{وَاِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَة}
{#Dan jika mereka ditimpa kesusahan.#} (Asy-Syura, [42:48])
Yakni berupa musim kering, paceklik, musibah, dan kesengsaraan.
{فَاِنَّ الْاِنْسَانَ كَفُوْرٌ}
{#(niscaya mereka ingkar) karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar (kepada nikmat)#} (Asy-Syura, [42:48])
Yaitu ingkar kepada nikmat dan kesenangan yang telah didapatkan sebelumnya, dan ia tidak mengenal kecuali hanya saat yang dijalaninya. Maka jika ia beroleh nikmat, sikapnya menjadi angkuh dan sombong; dan jika tertimpa cobaan dan kemiskinan, maka ia berputus asa dari rahmat-Nya, sebagaimana yang disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW yang khitab-nya ditujukan kepada kaum wanita:
{يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَاِنِّيْ رَاَيْتُكُنَّ اَكْثَرَ اَهْلِ النَّارِ فَقَالَتِ امْرَاَةٌ}
{#"Hai kaum wanita, bersedekahlah, karena sesungguhnya aku melihat kalian merupakan kebanyakan penduduk neraka."#}
Maka ada seorang wanita bertanya, "Mengapa demikian, wahai Rasulullah?" Lalu Rasulullah SAW menjawab:
{لِاَنَّكُنَّ تُكْثِرْنَ الشِّكَايَةَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ لَوْ اَحْسَنْتَ اِلٰى اِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ تَرَكْتَ يَوْمًا قَالَتْ: مَا رَاَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ}
{#"Karena kamu banyak mengeluh dan ingkar kepada kebaikan suamimu. Seandainya engkau berbuat baik kepada sesorang dari mereka selama setahun, kemudian kamu tidak melakukannya sehari saja, niscaya ia mengatakan, Aku belum pernah melihatmu melakukan suatu kebaikan pun."#}
Demikianlah keadaan kebanyakan kaum wanita, terkecuali orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan mendapat bimbingan dari-Nya ke jalan yang benar, sedangkan dia termasuk orang-orang yang beriman dan beramal saleh.
Sikap Seorang Mukmin
Seorang mukmin -sebagaimana yang diungkapkan oleh sabda Rasulullah SAW- memiliki sikap seperti berikut:
{اِنْ اَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهٗ وَاِنْ اَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهٗ وَلَيْسَ ذٰلِكَ لِاَحَدٍ اِلَّا لِلْمُؤْمِنِ}
{#"Jika mendapat kesenangan, bersyukur; dan bersyukur itu lebih baik baginya. Dan jika tertimpa musibah, bersabar; dan bersabar itu lebih baik baginya. Dan ciri khas ini tidak didapati pada seorang pun kecuali hanya pada diri orang mukmin."#}
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.