Makna kata
Kemudian dalam firman selanjutnya disebutkan:
{وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ}
{#Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan amal-amal yang saleh.#} (Muhammad, [47:2])
Yakni hati mereka beriman dan juga jiwa mereka, tunduk patuh kepada syariat-syariat Allah semua anggota tubuh mereka; mereka beriman lahir dan batinnya.
{وَاٰمَنُوْا بِمَا نُزِّلَ عَلٰى مُحَمَّدٍ}
{#dan beriman (pula) kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad.#} (Muhammad, [47:2])
Hal ini merupakan 'ataf khas kepada 'am yang menunjukkan pengertian bahwa beriman kepada Al-Qur'an merupakan rukun iman lain sesudah beriman kepada Nabi Muhammad.
Firman Allah SWT
{وَهُوَ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ}
{#dan itulah yang hak dari Tuhan mereka.#} (Muhammad, [47:2])
Kalimat sisipan yang baik. Karena itu, dalam firman selanjutnya disebutkan:
{كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَاَصْلَحَ بَالَهُمْ}
{#Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka.#} (Muhammad, [47:2])
Ibnu Abbas RA mengatakan bahwa yang dimaksud dengan BĀLAHUM ialah urusan mereka, menurut Mujahid perihal mereka, dan menurut Qatadah dan Ibnu Zaid keadaan mereka. Masing-masing pendapat tersebut berdekatan pengertiannya. Di dalam sebuah hadis mengenai jawaban terhadap orang yang bersin (yang mengucapkan Alhamdulillah) disebutkan:
{يَهْدِيْكُمُ اللّٰهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ}
{#Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu.#}
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.