Surat Al-Fushshilat (40)
Makna Kata
Makna kata adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan arti dari kata-kata dalam bahasa Arab. Dalam konteks surat Al-Fushshilat, makna kata merujuk pada penjelasan tentang arti dari kata-kata yang digunakan dalam surat tersebut.
Makna Ayat
Makna ayat adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan arti dari ayat-ayat dalam surat Al-Fushshilat. Dalam konteks surat Al-Fushshilat, makna ayat merujuk pada penjelasan tentang arti dari ayat-ayat yang digunakan dalam surat tersebut.
Pelajaran dari Ayat
Pelajaran dari ayat adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan makna dari ayat-ayat dalam surat Al-Fushshilat. Dalam konteks surat Al-Fushshilat, pelajaran dari ayat merujuk pada penjelasan tentang makna dari ayat-ayat yang digunakan dalam surat tersebut.
Peringatan dari Ayat
Peringatan dari ayat adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan makna dari ayat-ayat dalam surat Al-Fushshilat. Dalam konteks surat Al-Fushshilat, peringatan dari ayat merujuk pada penjelasan tentang makna dari ayat-ayat yang digunakan dalam surat tersebut.
Surat Al-Fushshilat (40)
Ayat 1-5
Aku bersumpah demi bukit Thûr Sînâ' (Sinai), tempat Nabi Mûsâ diajak bicara oleh Tuhannya; demi kitab suci yang turun dari Allah dan tertulis di lembaran-lembaran yang mudah dibaca; demi al-Bayt al-Ma'mûr dengan yang berthawaf, berdiri, rukuk dan sujud di situ; demi langit yang diangkat tanpa tiang dan demi lautan yang penuh dengan air.
Ayat 6-10
Sesungguhnya azab Tuhanmu yang dijanjikan untuk orang-orang kafir pasti akan turun kepada mereka. Tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi mereka dari siksaan itu.
Ayat 11-15
Pada hari ketika langit tergoncang dengan kerasnya dan secara jelas-jelas gunung berpindah dari tempat asalnya.
Surat Adz-Dzariyat (51)
Pendahuluan
Surat Adz-Dzariyat adalah surat ke-51 dalam Al-Qur'an. Surat ini diawali dengan sumpah atas kebenaran peristiwa kebangkitan dan terjadinya pembalasan. Kemudian disusul dengan sumpah lain atas kerancuan apa yang dikatakan orang-orang kafir tentang Rasululah saw. dan al-Qur'ân.
Ayat 1-5
Aku bersumpah demi angin yang mendorong awan dengan sekuat-kuatnya, yang membawa gumpalan air yang berat, yang membawa air dengan mudah karena sudah ditundukkan oleh Allah dan dengan angin yang kemudian membagikan rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki oleh Allah.
Ayat 6-10
Sesungguhnya kebangkitan dan lainnya yang telah dijanjikan kepada kalian adalah benar-benar terjadi. Demikian pula balasan atas semua perbuatan kalian pasti akan terjadi.
Ayat 11-15
Aku bersumpah demi langit yang memiliki celah-celah yang teratur, bahwa apa yang kalian katakan itu rancu.
Ayat 16-20
Orang yang dipalingkan dari keimanan terhadap janji yang benar dan pembalasan yang terjadi selalu berpaling darinya karena lebih mengedepankan hawa nafsu daripada akalnya.
Ayat 21-25
Binasalah para pendusta yang berbicara tentang keadaan hari kiamat dengan sangkaan dan khayalan yang tenggelam dalam kebodohan dan lalai terhadap bukti-bukti keimanan.
Ayat 26-30
Tahukah kamu tentang kisah para malaikat yang menjadi tamu terhormat Nabi Ibrâhîm. Ketika masuk, para malaikat itu mengucapkan, Salam sejahtera. Ibrâhîm pun menjawab, Salam sejahtera. Kalian adalah orang-orang yang tak dikenal.
Ayat 31-35
Kami memutuskan untuk mengeluarkan orang-orang Mukmin yang ada di negeri itu hingga tidak Kami dapati di situ kecuali penghuni sebuah rumah yang berserah diri.
Ayat 36-40
Dalam kisah Nabi Mýûsâ juga terdapat pelajaran. Yaitu ketika Kami mengutusnya dengan didukung oleh bukti yang jelas.
Ayat 41-45
Dalam kisah kaum 'Ad juga terdapat pelajaran. Yaitu ketika Kami mengirimkan angin yang tidak membawa kebaikan kepada mereka.
Ayat 46-50
Sekali-kali mereka tidak dapat bangun dan tidak pula berhasil menolak azab.
Ayat 51-55
Aku tidak menciptakan jin dan manusia untuk suatu manfaat yang kembali kepada-Ku, tetapi mereka Aku ciptakan untuk beribadah kepada-Ku. Dan ibadah itu sangat bermanfaat untuk mereka sendiri.
Ayat 56-60
Sesungguhnya hanya Allah semata yang menanggung rezeki hamba-hamba-Nya. Dia mempunyai kekuatan, lagi sangat kokoh yang tidak terkalahkan.
Surat Ath-Thur (52)
Pendahuluan
Surat Ath-Thur adalah surat ke-52 dalam Al-Qur'an. Surat ini diawali dengan sumpah bahwa orang-orang yang mendustakan akan memperoleh siksaan, dengan menyebut lima macam makhluk terbesar Tuhan.
Ayat 1-5
Aku bersumpah demi bukit Thûr Sînâ' (Sinai), tempat Nabi Mûsâ diajak bicara oleh Tuhannya; demi kitab suci yang turun dari Allah dan tertulis di lembaran-lembaran yang mudah dibaca; demi al-Bayt al-Ma'mûr dengan yang berthawaf, berdiri, rukuk dan sujud di situ; demi langit yang diangkat tanpa tiang dan demi lautan yang penuh dengan air.
Ayat 6-10
Sesungguhnya azab Tuhanmu yang dijanjikan untuk orang-orang kafir pasti akan turun kepada mereka. Tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi mereka dari siksaan itu.
Ayat 11-15
Pada hari ketika langit tergoncang dengan kerasnya dan secara jelas-jelas gunung berpindah dari tempat asalnya.
52|11|Maka kebinasaan yang besarlah pada hari itu untuk orang-orang yang mendustakan kebenaran. Yaitu orang-orang yang bermain-main dalam kepalsuan.
52|12|Maka kebinasaan yang besarlah pada hari itu untuk orang-orang yang mendustakan kebenaran. Yaitu orang-orang yang bermain-main dalam kepalsuan.
Hari Ketika Mereka Didorong ke Neraka Jahanam
52|13|Hari ketika mereka didorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya.
Neraka yang Dulu Kalian Dustakan
52|14|Dikatakan kepada mereka, Inilah neraka yang dulu kalian dustakan di dunia.