Surat Al-Ma’idah ayat 61
Sebagai bentuk kemunafikan dan makar.
Berupa kemunafikan dan niat jahat. Oleh karena itu, Dia akan membalas amal mereka.
wa iżā jā'ūkum qālū āmannā wa qad dakhalū bil-kufri wa hum qad kharajū bih, wallāhu a‘lamu bimā kānū yaktumūn
Dan apabila mereka (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan, "Kami telah beriman," padahal mereka datang kepadamu dengan kekafiran dan mereka pergi pun demikian; dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
Sebagai bentuk kemunafikan dan makar.
Berupa kemunafikan dan niat jahat. Oleh karena itu, Dia akan membalas amal mereka.
Mereka datang dalam keadaan kafir begitu pula keadaan mereka ketika pergi, tidak ada yang berubah dari mereka sedikitpun. Hal ini yang menunjukkan kekerasan hati, kesombongan, dan keingkaran mereka. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati mereka.
Apabila orang-orang munafik datang kepada kalian, mereka membohongi kalian dengan ucapan, "Kami telah beriman," padahal mereka datang dan pergi dari kalian dengan kekafirannya.
Allah lebih mengetahui kekafiran yang mereka sembunyikan dan akan memberikan balasannya.
Dan Allah Maha Mengetahui kekafiran yang mereka sembunyikan walaupun mereka menampakkan keimanan di hadapan kalian, dan Allah akan membalas perbuatan mereka tersebut dengan balasan yang setimpal.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Bila orang-orang munafik dari kalangan orang-orang Yahudi datang kepada kalian wahai orang-orang mukmin, maka mereka berkata, "Kami beriman." Padahal mereka tetap memegang kekufuran mereka.
Mereka datang kepada kalian dengan kekufuran yang mereka yakini dengan hati mereka, kemudian mereka keluar dan mereka tetap bersikukuh di atasnya.
Allah lebih mengetahui rahasia-rahasia mereka sekalipun mereka menampakkan kebalikannya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
وَإِذَا جَاءُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا "Dan apabila mereka (orang-orang Yahudi dan munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan, 'Kami telah beriman,'"
karena kemunafikan dan tipu daya. وَ "Dan" mereka جَاءُوكُمْ "telah datang kepadamu," dengan membawa kekufuran,
وَهُمْ قَدْ خَرَجُوا بِهِ "dan mereka telah pergi dengan kekafiran pula," maka keluar masuknya mereka adalah dengan kekufuran, sementara mereka mengklaim beriman.
Apakah ada yang lebih buruk dan lebih jelek keadaannya daripada mereka?
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا يَكْتُمُونَ “Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan," lalu membalas amal dan keburukan mereka.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Apabila datang kepada kalian, mereka berkata, “Kami telah beriman” padahal mereka masuk dengan kekufuran dan mereka pergi juga dengannya. Allah lebih mengetahui apa yang selalu mereka sembunyikan.
{وَاِذَا جَاۤءُوْكُمْ قَالُوْٓا اٰمَنَّا وَقَدْ دَّخَلُوْا بِالْكُفْرِ وَهُمْ قَدْ خَرَجُوْا بِهٖ}
{#Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan, "Kami telah beriman, "padahal mereka datang kepada kamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (dari kamu) dengan kekafirannya (pula).#} (Al-Maidah, [5:61])
Demikianlah sifat-sifat orang-orang munafik dari kalangan mereka, yaitu bahwa mereka berdiplomasi dengan kaum mukmin pada lahiriahnya, sedangkan dalam batin mereka memendam kekafiran. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:
{وَقَدْ دَّخَلُوْا}
{#padahal mereka telah datang.#} (Al-Maidah, [5:61])
Yakni kepadamu, hai Muhammad.
{بِالْكُفْرِ}
{#dengan kekafirannya.#} (Al-Maidah, [5:61])
Yaitu seraya memendam kekafirannya di dalam hati mereka, kemudian mereka pergi darimu dengan membawa kekafirannya pula. Pengetahuan yang telah mereka dengar darimu sama sekali tidak ada pengaruhnya bagi mereka, dan tiada bermanfaat bagi mereka semua nasihat dan peringatan. Karena itulah Allah SWT berfirman:
{وَهُمْ قَدْ خَرَجُوْا بِهٖ}
{#dan mereka pergi (dari kamu) dengan kekafirannya (pula).#} (Al-Maidah, [5:61])
Allah SWT mengkhususkan sebutan ini hanya bagi mereka, bukan selain mereka.
{وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا كَانُوْا يَكْتُمُوْنَ}
{#dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.#} (Al-Maidah, [5:61])
Yakni Allah mengetahui semua rahasia mereka dan apa yang tersimpan di dalam dada mereka, sekalipun mereka menampakkan di mata makhluk hal yang berbeda dengan batin mereka dan memulas diri dengan hal-hal yang bertentangan dengan hati mereka. Karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui semua yang gaib dan yang nyata, Allah lebih mengetahui dari diri mereka sendiri, dan kelak Allah akan memberikan balasan hal tersebut terhadap mereka dengan pembalasan yang sempurna.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Allah SWT berfirman: “Katakan, wahai Muhammad, kepada orang-orang yang telah menjadikan agama kalian sebagai bahan ejekan dan permainan dari kalangan Ahli Kitab: (apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya) yaitu apakah menurut kalian kami memiliki kesalahan atau aib jika tidak ada hal ini? Hal ini bukanlah aib dan bukanlah sesuatu yang hina, Hal ini menjadi istitsna’ munqathi’, sebagaimana firman Allah (Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (8)) (Surah Al-Buruj) dan (dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka) (Surah At-Taubah: 74) Dalam hadits Bukhari Muslim disebutkan: “Tidak sekali-kali Ibnu Jamil dicela hanyalah karena dahulunya dia miskin, lalu Allah memberinya kecukupan.”
Firman Allah: (sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik) yaitu dihubungkan (hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya) yaitu kami percaya bahwa sebagian besar dari kalian adalah orang-orang fasik yaitu orang-orang yang keluar dari jalan yang lurus.
Kemudian Allah berfirman: (Katakanlah: "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari itu disisi Allah) yaitu apakah aku harus memberitahu kalian tentang balasan balasan yang buruk di sisi Allah pada hari kiamat daripada apa yang kalian sangkakan tentang kami? Mereka adalah orang-orang yang disifati dengan sifat-sifat yang ditafsirkan dengan firmanNya: (orang-orang yang dilaknat Allah) yaitu dijauhkan dari rahmat (dimurkai Allah) yaitu dengan murka yang tidak diridhai setelahnya selamanya (di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi) Sebagaimana yang sudah dijelaskan lebih dalam surah Al-Baqarah, dan sebagaimana yang akan dijelaskan dalam surah Al-A'raf.
Firman Allah (dan (orang yang) menyembah thaghut?) dibaca “’Abadat thaghuta” sebagai “fi'il madli“ dan “Thaghut” itu manshub dengan “fi’il” itu, yakni "Dan Allah menjadikan di antara mereka orang yang menyembah Thaghut". Dibaca juga “’Abdat thaghuti” sebagai idhafah dan maknanya adalah "Dan Allah menjadikan di antara mereka orang-orang yang melayani thaghut, yaitu pelayan dan hamba thaghut". Semua bacaan ini maknanya kembali bahwa kalian wahai Ahli Kitab yang mencela agama kita, yang mengesakan Allah dengan menyembahNya tanpa ada sekutu bagiNya; maka bagaimana kalian mengucapkan hal ini, padahal telah ada di antara kalian semua yang disebutkan itu? Oleh karena itu Allah berfirman (Mereka itu lebih buruk tempatnya) yaitu daripada apa yang kalian sangkakan kepada kami (dan lebih tersesat dari jalan yang lurus). Ini merupakan penggunaan “Af’al At-Tafdil” tanpa menyebutkan hal lain sebagai pembandingnya, sebagaimana firman Allah (Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya (24)) (Surah Al-Furqan)
Firman Allah SWT (Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan: "Kami telah beriman", padahal mereka datang kepadamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (daripada kamu) dengan kekafirannya) ini adalah sifat orang-orang munafik di antara mereka bahwa mereka itu membantu orang-orang mukmin secara tampak, namun hati mereka yang tersembunyi itu membela kekafiran. Oleh karena itu Allah SWT berfirman (padahal mereka telah datang) kepadamu, wahai Muhammad.(dengan kekafiran) yaitu dengan memendam kekafiran dalam hati mereka, kemudian mereka pergi dan apa yang tersembunyi dalam hati mereka bahwa mereka tidak mengambil manfaat dari apa yang telah mereka dengar darimu yang berupa pengetahuan, nasehat dan peringatan itu tidak berhasil untuk mereka. Oleh karena itu Allah berfirman (dan mereka pergi (daripada kamu) dengan kekafirannya) yaitu Allah mengkhususkan mereka dengan kekafiran itu bukan selain mereka.
Firman Allah SWT (dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan) yaitu Allah Maha Mengetahui rahasia mereka dan apa yang tersimpan dalam hati mereka, meskipun mereka menunjukkannya kepada semua makhlukNya hal yang berbeda dengan hal itu. Mereka menghias sesuatu yang tidak mereka lakukan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui sesuatu yang ghaib dan nyata dan lebih mengetahui hal itu daripada mereka, dan Dia akan membalas mereka atas hal itu dengan pembalasan yang sempurna. Firman Allah (Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram) yaitu mereka bersegera melakukan itu, berupa melakukan perbuatan dosa, hal-hal yang diharamkan, dan berbuat aniaya kepada orang lain serta memakan harta mereka dengan cara yang bathil. (Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu) yaitu seburuk-buruknya perbuatan adalah perbuatan mereka, dan seburuk-buruknya perbuatan aniaya adalah perbuatan mereka.
Firman Allah SWT (Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu (63)) yaitu mengapa para rahib dan pendeta mereka tidak melarang mereka melakukan hal itu. Para rahib itu adalah orang-orang alim yang memberi pengasuhan dan perlindungan kepada mereka. sedangkan pendeta adalah orang-orang alim mereka saja saja
(Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu) Pendapat yang disampaikan oleh Ali bin Abi Thalhah dari dari Ibnu Abbas bahwa para rahib itu adalah seburuk-buruknya sesuatu yang mereka lakukan, yaitu mereka mengabaikan hal tersebut. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata Dia berfirman kepada para rahb itu ketika mereka tidak mencegah perbuatan itu, dan kepada mereka yang mengerjakan perbuatan itu. dia berkata bahwa hal itulah yang terjadi, sedangkan “mereka mengetahui” dan “mereka melakukan” itu adalah satu perbuatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Dan jika mereka datang kepadamu) yaitu orang-orang Yahudi munafik (mereka berkata, "Kami beriman," padahal mereka masuk) kepadamu dengan membawa (kekafiran dan mereka keluar) daripadamu (dengan membawa kekafiran pula) mereka tidak beriman (dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan) itu berupa kemunafikan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Apabila orang-orang munafik datang kepada kalian, mereka membohongi kalian dengan ucapan, Kami telah beriman, padahal mereka datang dan pergi dari kalian dengan kekafirannya.
Allah lebih mengetahui kepura-puraan yang mereka sembunyikan dan akan memberikan balasannya.
Karena peringatan dan ancaman itu telah menyebabkan ketakutan, sehingga apabila mereka, yaitu orang Yahudi atau munafik, datang kepadamu, mereka akan mengatakan, Kami telah beriman, padahal sesungguhnya mereka datang kepadamu dengan kekafiran dan mereka pergi pun dalam keadaan demikian pula; dan sesungguhnya Allah lebih mengetahui apa yang mereka kemukakan dan yang mereka sembunyikan.
Orang-orang munafik pada zaman Nabi Muhammad ﷺ bukan saja dari kalangan musyrikin, melainkan ada pula dari kalangan Yahudi dan Nasrani. Munafik yang disebutkan dalam ayat ini adalah dari kalangan Yahudi dan Nasrani.
Di antara contoh tokoh munafik adalah ‘Abdullah bin Ubay bin Salul, yang sebelumnya adalah orang musyrik, lalu pura-pura masuk ke dalam agama Islam, padahal sejatinya ia membenci Islam.
Sejumlah ahli tafsir berpendapat bahwa sebagian orang Yahudi adalah munafik. Mereka mengaku Islam di hadapan Nabi Muhammad ﷺ dan para Sahabat, tetapi dalam hatinya tetap menyimpan kekufuran. Ketika bertemu dengan Nabi ﷺ mereka dalam keadaan kafir -yaitu dalam hati mereka-, ketika pergi dari Nabi ﷺ pun juga dalam keadaan kafir. Tidak ada perubahan keyakinan dalam hati mereka. Hanya sekadar di lisan saja mereka mengaku beriman.
Firman Allah ﷻ,
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا يَكْتُمُونَ
“Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.”
Allah ﷻ lebih mengetahui dibandingkan diri mereka sendiri tentang apa yang mereka sembunyikan, sebagaimana Allah ﷻ lebih mengetahui seluruh isi hati setiap manusia.
Kita memang hanya bisa menilai keislaman dan kekufuran seseorang secara zahir. Namun kita hendaknya tetap waspada, khususnya apabila ada indikasi kuat pendiskreditan terhadap Islam. Allah ﷻ menyampaikan ayat ini agar kaum muslimin waspada terhadap kalangan yang menyatakan beriman namun hanya sekadar di lisan saja.
Yakni menunjuk-nunjukkan keislaman.
وَقَد دَّخَلُوا۟ بِالْكُفْرِ وَهُمْ قَدْ خَرَجُوا۟ بِهِۦ ۚ (padahal mereka datang kepadamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (daripada kamu) dengan kekafirannya (pula))
Yakni datang kepadamu dengan membawa kekafiran mereka, begitu pula ketika mereka pergi darimu, apa yang mereka dengar darimu sama sekali tidak membekas pada diri mereka sehingga mereka pergi sebagaimana keadaan mereka ketika datang.
وَاللهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا۟ يَكْتُمُونَ (dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan)
Yakni kekafiran yang mereka sembunyikan darimu. Padahal mereka telah menunjukkan keislaman dan menampakkan wajah yang cerah dihadapanmu.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.