Surat Al-Ma’idah ayat 73
Seperti yang diyakini oleh sebagian orang-orang Nasrani, bahwa tuhan itu tiga; Allah, Maryam dan Isa (trinitas).
Mahasuci Allah dari keyakinan rusak ini.
laqad kafarallażīna qālū innallāha ṡāliṡu ṡalāṡah, wa mā min ilāhin illā ilāhuw wāḥid, wa illam yantahū ‘ammā yaqūlūna layamassannallażīna kafarū minhum ‘ażābun alīm
Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan, bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih.
Seperti yang diyakini oleh sebagian orang-orang Nasrani, bahwa tuhan itu tiga; Allah, Maryam dan Isa (trinitas).
Mahasuci Allah dari keyakinan rusak ini.
Jika mereka tidak berhenti dari kedustaan ini, maka kesudahan mereka adalah azab yang pedih akibat kepercayaan mereka yang sesat.
Juga tidak beriman kepada Allah orang yang mengira bahwa Allah adalah salah satu dari tiga tuhan, sebagaimana yang diyakini orang-orang Nasrani sekarang.
Yang benar dan pasti adalah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.
Jika orang-orang yang sesat itu tidak meninggalkan keyakinan mereka yang salah dan kembali taat kepada Allah, maka mereka pasti akan disiksa dengan siksaan yang pedih.
Sungguh telah kafir orang-orang Nasrani yang menyatakan bahwa Allah itu terdiri dari tiga unsur, Bapak, Anak, dan Roh Kudus. Mahatinggi Allah dari pernyataan mereka itu, karena Allah tidak berbilang. Dia adalah Rabb Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan jika mereka tidak berhenti dari pernyataan yang keji itu, niscaya mereka akan terkena azab yang memilukan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Telah kafir orang-orang Nasrani yang berkata bahwa Rabb itu tersusun dari tiga unsur: bapak, anak dan ruhul qudus.
Apakah orang-orang Nasrani tersebut tidak mengetahui bahwa manusia hanya memiliki Rabb yang satu yang tidak beranak dan tidak diperanakkan.
Bila orang-orang yang mengucapkan hal itu tidak mau berhenti dari kebohongan mereka, niscaya mereka akan ditimpa siksa yang pedih disebabkan kekufuran mereka kepada Allah.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Jumlah mereka ada 3 kelompok dan yang sebelumnya adalah kelompok pertama, dan kelompok ketiga disebutkan di ayat selanjutnya (ayat 116).
Tiada tuhan yang haq kecuali Allah SWT. Dialah yang layak disembah.
Dan jika mereka tidak menghentikan ucapan yang bathil ini dan menghentikan kekufurannya, maka sungguh orang-orang kafir di antara mereka akan disuguhkan kepada azab yang pedih di neraka.
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ
"Sungguh telah kafirlah orang-orang yang mengatakan, 'Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga'." Ini termasuk pandangan orang-orang Nasrani yang terkenal pada mereka. Mereka mengklaim bahwa Allah adalah satu dari yang tiga yaitu; Allah, Isa dan Maryam. Mahasuci Allah dari apa yang mereka katakan.
Ini adalah bukti terbesar atas minimnya akal orang-orang Nasrani. Bagaimana mereka menerima ucapan buruk dan akidah yang jelek ini? Bagaimana mereka tidak membedakan antara Khaliq (Pencipta) dan makhluk (ciptaan)? Bagaimana Allah Rabbul 'alamin bisa samar dari mereka?
Allah berfirman membantah mereka dan orang-orang yang seperti mereka,
وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ
"Padahal sekali-kali tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Tuhan Yang Maha Esa," yang memiliki seluruh sifat kesempurnaan, tersucikan dari segala kekurangan, yang memonopoli hak penciptaan dan pengaturan. Tiada nikmat yang dirasakan oleh makhluk kecuali dariNya. Bagaimana mungkin tuhan lain diangkat bersama-Nya? Mahasuci Allah dari apa yang dikatakan oleh orang-orang zhalim.
Kemudian Allah mengancam dengan FirmanNya,
وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
"Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih."
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Sungguh telah ingkar orang-orang yang berkata bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, salah satu dari tiga Tuhan, mereka berkata, tuhan bapak, tuhan anak, dan roh qudus tuhan yang satu, padahal tidak ada tuhan selain Tuhan Yang Maha Esa.
Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti akan menimpa orang-orang yang kafir di antara mereka itu azab yang sangat pedih.
{لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ ثَالِثُ ثَلٰثَةٍ}
{#Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang mengatakan bahw Allah salah satu dari yang tiga.#} (Al-Maidah, [5:73])
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Hasan Al-Hasanjani, telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnul Hakam ibnu Abu Maryam, telah menceritakan kepada kami Al-Fadl, telah menceritakan kepada kami Abu Sakhr sehubungan dengan firman-Nya: {#Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwa Allah salah satu dari yang tiga.#} (Al-Maidah, [5:73]). Hat itu seperti perkataan orang-orang Yahudi, bahwa Uzair adalah anak Allah; dan orang-orang Nasrani mengatakan Al-Masih adalah putra Allah. Mereka menjadikan Allah sebagai salah satu dari yang tiga (yakni ada tuhan ayah, tuhan ibu, dan tuhan anak).
Tetapi pendapat ini bila dikaitkan dengan tafsir ayat ini berpredikat garib, mengingat pendapat ini mengatakan bahwa yang dimaksud adalah dua golongan, yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani. Pendapat yang benar ialah yang mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang Nasrani saja secara khusus. Demikianlah menurut apa yang dikatakan oleh Mujahid dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.
Kemudian mereka berselisih pendapat mengenainya. Menurut suatu pendapat, yang dimaksud ialah orang-orang yang kafir dari kalangan mereka (kaum Ahli Kitab), yaitu mereka yang mengatakan ajaran trinitas, yaitu tuhan ayah, tuhan anak, dan tuhan ibu yang melahirkan tuhan anak. Mahatinggi Allah dari perkataan mereka dengan ketinggian yang Setinggi-tingginya.
Ibnu Jarir dan lain-lainnya mengatakan, ketiga sekte itu -yakni sekte Malakiyah, sekte Ya'qubiyah, dan sekte Nusturiyah- semuanya mengatakan ajaran trinitas ini, sekalipun mereka berbeda pendapat mengenainya dengan perbedaan yang sangat mencolok; pembahasan mengenainya bukan dalam kitab ini. Setiap golongan dari mereka mengafirkan golongan yang lain, tetapi pada prinsipnya ketiga golongan itu semuanya kafir.
As-Saddi dan lain-lainnya mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan sikap mereka yang menjadikan Al-Masih dan ibunya sebagai dua tuhan selain Allah. Mereka menjadikan Allah sebagai salah satu dari yang tiga itu.
As-Saddi mengatakan bahwa makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah SWT dalam akhir surat ini melalui firman-Nya: {#Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, "Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia, 'Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?'" Isa menjawab, "Mahasuci Engkau."#} (Al-Maidah, [5:116]), hingga akhir ayat. Pendapat inilah yang terkuat.
{وَمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّآ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ}
{#padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa.#} (Al-Maidah, [5:73])
Dengan kata lain, Tuhan itu tidak berbilang, melainkan Maha Esa, tiada yang menyekutui-Nya, Tuhan semua yang ada, dan Tuhan semua makhluk.
Kemudian Allah SWT berfirman seraya mengancam dan menekan mereka:
{وَاِنْ لَّمْ يَنْتَهُوْا عَمَّا يَقُوْلُوْنَ}
{#Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu.#} (Al-Maidah, [5:73])
Yakni tidak mau berhenti dari kebohongan dan kedustaan itu.
{لَيَمَسَّنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ}
{#pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.#} (Al-Maidah, [5:73])
Yaitu kelak di hari kemudian, berupa belenggu-belenggu dan berbagai macam siksaan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Allah berfirman seraya memberikan keputusan dengan menganggap kafir beberapa kelompok dari orang-orang Nasrani yaitu kelompok Malakiyah, Ya'qubiyah, dan Nasturiyah. Di antara mereka ada berkata bahwa nabi Isa adalah Allah. Maha Tinggi Allah dari ucapan mereka dan Maha Suci Dia dengan keluhuran yang Maha Besar. Hal ini telah disebutkan kepada mereka bahwa nabi Isa adalah hamba dan rasul Allah.
Kalimat pertama yang dia ucapkan ketika berada dalam buaian adalah, (Sesungguhnya aku adalah hamba Allah) (Surah Maryam: 30) dia tidak berkata “Aku adalah Allah, tidak pula anak Allah” melainkan dia berkata: (Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi) sampai (Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus) Demikian juga dia berkata kepada mereka dalam keadaan dewasa dan menjadi nabi, dengan memerintahkan agar mereka menyembah Allah saja, Tuhannya dan Tuhan mereka, tidak ada sekutu bagiNya.
Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka) yaitu Allah memperuntukkan neraka baginya dan mengharamkan surga atasnya. Sebagaimana Allah SWT berfirman (Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya) (Surah An-Nisa’:48) dan (Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir (50)) (Surah Al-A’raf)
Disebutkan dalam hadits shahih bahwa Nabi SAW memerintahkan seorang penyeru untuk menyeru kepada orang-orang,”Sesungguhnya surga itu tidak bisa dimasuki kecuali dengan jiwa yang muslim” dalam lafzh lainnya adalah “mukmin”.
Oleh karena itu Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang nabi Isa AS bahwa dia telah berkata kepada Bani ISrail (Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun) yaitu dia tidak memiki seorang penolong, orang yang membantu, dan tidak pula orang yang menyelamatkannya dari apa yang dia terima di hadapan Allah.
Firman Allah (Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga") telah menceritakan kepada kami Abu Shakhr dalam firmanNya: (Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga") ucapan orang-orang Yahudi,” Uzair adalah anak Allah” sedangkan ucapan orang-orang Nasrani,”Isa Al-Masih adalah anak Allah” Lalu mereka menjadikan Allah sebagai tuhan ketiga dari yang tiga itu. Ini adalah pendapat yang asing terkait penafsiran ayat tersebut bahwa makna dari hal itu adalah dua orang-orang Yahudi dan Nasrani. Pendapat yang benar adalah bahwa ayat ini diturunkan khusus mengenai orang-orang Nasrani saja. Hal ini dikatakan oleh Mujahid dan lainnya
As-Suddi dan lainnya berkata,”Ayat ini diturunkan tentang tindakan mereka yang menjadikan nabi Isa dan ibunya sebagai dua tuhan bersama Allah. Lalu mereka menjadikan menjadikan Allah sebagai tuhan yang ketiga dari tiga itu, melalui ungkapan ini. As-Suddi berkata, ayat ini sebagaimana firman Allah SWT di akhir surah (Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?". Isa menjawab: "Maha Suci Engkau”) (Surah Al-Maidah: 116) Ini adalah pendapat yang paling jelas (Hanya Allah yang lebih mengetahui). Allah SWT berfirman (padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa) yaitu bahwa Tuhan itu tidak banyak, melainkan hanya Dia, tidak ada sekutu bagiNya, Tuhan bagi seluruh makhluk.
Kemudian Allah SWT berfirman seraya memberi ancaman dan peringatan (Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu) yaitu dari hal-hal yang dibuat-buat dan kedustaan ini. (pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih) yaitu di hari akhirat, berupa belenggu dan siksaan, kemudian Allah SWT berfirman (Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (74)) Demikianlah kemuliaan, kedermawanan, kelembutan, dan rahmat Allah SWT meskipun dengan dosa besar, hal yang diada-adakan, kebohongan dan dusta yang mereka lakukan, Allah mengajak mereka untuk bertaubat dan memohon ampunan; jadi setiap orang yang bertaubat kepadaNya, maka Dia akan menerima taubatnya.
Firman Allah (Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul) yaitu dia sama dengan orang-orang sepertinya dari kalangan semua rasul yang sebelumnya. Bahwa dia adalah salah satu hamba-hamba Allah dan salah satu dari rasul-rasulNya yang mulia. Sebagaimana Allah berfirman: (Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail (59)) (Surah Az-Zukhruf)
Firman Allah (dan ibunya seorang yang sangat benar) yaitu beriman kepadanya dan membenarkannya. Hal ini adalah kedudukan paling tinggi baginya. Hal ini menunjukkan bahwa Maryam bukanlah seorang nabi; sebagaimana yang disangka oleh Ibnu Hazm dan lainnya yang berpendapat tentang kenabian Sarah ibu nabi Ishaq, kenabian ibu nabi Musa, dan kenabian ibu nabi Isa, yang mereka gunakan sebagai dalil bahwa malaikat berbicara dengan Sarah dan Maryam, berdasarkan firmanNya (Dan kami ilhamkan kepada ibu Musa; "Susuilah dia) (Surah Al-Qashash: 7) Mereka berkata bahwa ini bermakna kenabian. Adapun pendapat yang dipilih mayoritas ulama, bahwa Allah tidak mengutus seorang nabi kecuali dari kaum laki-laki. Allah SWT berfirman: (Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk negeri) (Surah Yusuf: 109) Syaikh Abu Al-Hasan Al-Asy'ari meriwayatkan kesepakatan para ulama atas hal tersebut.
Firman Allah (kedua-duanya biasa memakan makanan)yaitu mereka berdua membutuhkan makanan dan mengeluarkannya, jadi keduanya merupakan hamba sebagaimana manusia lainnya, dan bukan tuhan sebagaimana yang diklaim oleh orang-orang Nasrani yang bodoh itu; semoga laknat Allah atas mereka terus-menerus sampai hari kiamat. Kemudian Allah SWT berfirman: (Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan) yaitu lihatlah setelah penjelasan dan keterangan ini, kemana mereka akan pergi, pendapat mana yang mereka pegang, dan pendapat sesat mana yang mereka pilih?
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang mengatakan, "Bahwasanya Allah salah seorang) dari tuhan (yang tiga) artinya salah seorang dari tuhan-tuhan yang jumlahnya tiga dan dua orang lainnya yang dianggap tuhan ialah Nabi Isa beserta ibunya.
Mereka yang berpendapat demikian adalah golongan dari orang-orang Nasrani (padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Dan jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu) berhenti dari menigakan Allah, kemudian kembali mengesakan-Nya (pasti akan menimpa kepada orang-orang yang kafir) artinya mereka yang menetapi kekafirannya (di antara mereka siksaan yang pedih") siksaan yang sungguh amat memedihkan, yaitu siksaan neraka.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Juga tidak beriman kepada Allah orang yang mengira bahwa Allah adalah salah satu dari tiga tuhan, sebagaimana yang diyakini orang-orang Nasrani sekarang.
Yang benar dan pasti adalah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.
Jika orang-orang yang sesat itu tidak meninggalkan keyakinan mereka yang salah dan kembali taat kepada Allah, maka mereka pasti akan disiksa dengan siksaan yang pedih.
Selain menganggap Isa Al-Masih sebagai Tuhan, mereka juga menuhankan yang lainnya. Karena itu sungguh, telah kafir orang-orang yang dengan sadar mengatakan bahwa Allah itu adalah salah satu dari tuhan yang tiga. Padahal sesungguhnya sekali-kali tidak ada tuhan yang berhak disembah selain dari Tuhan yang Esa.
Jika mereka tetap pada keyakinan salah itu dan tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir yang tetap mempersekutukan Tuhan di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih, sebagai akibat dari penyimpangan itu.
Ayat ini Allah buka dengan firman-Nya,
لَّقَدْ كَفَرَ
“Sungguh telah kafir.”
Ini merupakan sanggahan telak terhadap kalangan Liberal yang berpandangan bahwa semua agama bisa masuk surga.
Orang-orang Nasrani dihukimi kafir karena salah dalam beriman dan berkeyakinan tentang Tuhan. Meskipun demikian, Allah masih memberikan tawaran kepada mereka untuk bertobat.
Yang dimaksud dengan yang tiga adalah Allah, Isa, dan Maryam.
Pendapat lain mengatakan yang dimaksud adalah tiga oknum: oknum bapa, oknum anak, dan oknum ruhul qudus.
وَمَا مِنْ إِلٰهٍ إِلَّآ إِلٰهٌ وٰحِدٌ ۚ (padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa)
Yakni tidak ada di alam semesta ini Tuhan yang hak kecuali Allah.
Pendapat lain mengatakan ini adalah bagian dari perkataan orang-orang Nasrani, yakni mereka mengatakan Tuhan itu tiga tapi satu.
وَإِن لَّمْ يَنتَهُوا۟ عَمَّا يَقُولُونَ (Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu)
Yakni apabila mereka tidak berhenti dari perkataan kafir itu dan meninggalkannya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.