Makna Ayat
Ayat ini menjelaskan bahwa ketika kaum Nabi ﷺ Luth ditimpakan azab, Allah ﷻ menyelamatkan orang-orang yang beriman dari azab tersebut. Allah ﷻ berfirman kepada Nabi ﷺ Luth,
فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ إِلَّا امْرَأَتَكَ إِنَّهُ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُمْ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ
“Sebab itu pergilah beserta keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?” (QS. Hud: 81)
Dan dalam ayat yang lain disebutkan:
فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَاتَّبِعْ أَدْبَارَهُمْ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ وَامْضُوا حَيْثُ تُؤْمَرُونَ
“Maka pergilah kamu pada akhir malam beserta keluargamu, dan ikutilah mereka dari belakang. Jangan ada di antara kamu yang menoleh ke belakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu.” (QS. Al-Hijr: 65)
Pelajaran dari Ayat
Ayat ini tidak menyebutkan bahwa Allah ﷻ menyelamatkan keluarga Nabi ﷺ Luth saja. Akan tetapi menyebutkan bahwa Allah ﷻ menyelamatkan orang-orang yang beriman dari negeri tersebut. Artinya agar kaum muslimin tahu bahwa yang selamat dari azab bukanlah orang-orang yang menjadi keluarga dekat Nabi ﷺ Luth. Akan tetapi, disebabkan keimanan yang ada di dalam diri mereka. Buktinya adalah istri Nabi ﷺ Luth, orang yang sangat dekat dengan beliau ternyata tidak selamat, karena dia tidak beriman.(58)
Pendapat Ulama
Sebagian ulama seperti Qatadah berkata:
لَوْ كَانَ فِيهَا أَكْثَرُ مِنْ ذَلِكَ لَأَنْجَاهُمُ اللَّهُ، لِيَعْلَمُوا أَنَّ الْإِيمَانَ عِنْدَ اللَّهِ مَحْفُوظٌ
“Seandainya selain keluarga Nabi ﷺ Luth ada orang-orang yang beriman lebih banyak dari mereka, tentu Allah ﷻ akan selamatkan mereka semua. Agar mereka mengetahui bahwa keimanan mereka terjaga di sisi Allah ﷻ .” (59)
Karena sejatinya Allah ﷻ mengetahui orang-orang yang beriman Di antara mereka dan yang tidak beriman. Jadi, yang menyelamatkan mereka adalah keimanan yang ada pada diri mereka.