Makna Kata Bersenang-Senang
Apa yang dikatakan Nabi ﷺ Shalih kepada kaumnya sebagaimana disebutkan dalam ayat ini berbeda dengan apa yang dikatakan beliau di dalam ayat yang lain. Nabi ﷺ Shalih berkata :
تَمَتَّعُوا فِي دارِكُمْ ثَلاثَةَ أَيَّامٍ ذلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوبٍ
“Bersenang-senanglah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.” (QS. Hud: 65)
Ayat di atas merupakan peringatan yang kedua dari Nabi ﷺ Shalih. Beliau mengucapkannya setelah mereka menyembelih unta beliau.
Pelajaran dari Ayat
Ayat di atas merupakan contoh dari peringatan yang diberikan oleh Nabi ﷺ Shalih kepada kaumnya. Beliau mengatakan kepada mereka untuk bersenang-senang sebanyak dua kali. Pertama, sebagaimana disebutkan dalam ayat ini, yaitu sebelum mereka menyembelih unta Nabi ﷺ Shalih. Kedua, setelah mereka menyembelih unta Nabi ﷺ Shalih.
Makna Ayat
Para ulama ahli tafsir mengatakan bahwa Nabi ﷺ Shalih mengatakan kepada kaumnya untuk bersenang-senang sebanyak dua kali. Pertama, sebagaimana disebutkan dalam ayat ini, yaitu sebelum mereka menyembelih unta Nabi ﷺ Shalih. Kedua, setelah mereka menyembelih unta Nabi ﷺ Shalih.
Azab Allah
Setelah itu Allah ﷻ berfirman:
فَأَخَذَتْهُمُ الصَّاعِقَةُ وَهُمْ يَنْظُرُونَ
“Maka mereka disambar petir sedang mereka melihatnya.”
Azab Allah ﷻ berupa petir datang kepada mereka, sedang mereka dalam keadaan memandang azab tersebut. (75)
Para ulama mengatakan bahwa memandang azab ketika datang merupakan tambahan dalam azab. Tatkala mereka melihat halilintar turun sebagai azab, mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Artinya mereka telah diazab, sebelum mereka merasakan azab yang sebenarnya.
Kenikmatan di Surga
Sesungguhnya orang-orang yang berbuat baik, mereka berada di dalam kenikmatan. Mereka berada di atas dipan-dipan dengan memandang para bidadari yang indah, makanan yang lezat dan buah-buahan yang segar. Sebelum mereka merasakan dan menikmati itu semua, mereka sudah mendapatkan kenikmatan tersebut dengan melihatnya. Apalagi ketika mereka menyantap dan menikmatinya. Maka kenikmatan itu menjadi kenikmatan yang berlipat-lipat.
Kenikmatan di Dunia
Demikian juga, ketika seseorang memandang bagaimana dia diselamatkan oleh Allah ﷻ , sementara sebagian orang dalam kondisi dibinasakan, maka dia akan merasakan tambahan kenikmatan. Allah ﷻ berfirman kepada Bani Isra’il:
وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ
“Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun, sedang kamu menyaksikan.” (QS. Al-Baqarah: 50)
Artinya Kami membinasakan Fir’aun dan bala tentaranya sementara kalian melihat bagaimana mereka dibinasakan. Hal itu bertujuan agar kalian bersyukur bahwasanya kalian diselamatkan oleh Allah ﷻ , dimana hal itu menjadi tambahan nikmat bagi kalian. (76)