Surat Al-Ma’idah ayat 117
Engkau Maha Mengetahui, Mendengar dan Melihat segala sesuatu.
mā qultu lahum illā mā amartanī bihī ani‘budullāha rabbī wa rabbakum, wa kuntu ‘alaihim syahīdam mā dumtu fīhim, fa lammā tawaffaitanī kunta antar-raqība ‘alaihim, wa anta ‘alā kulli syai'in syahīd
Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu," dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mewafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.
Engkau Maha Mengetahui, Mendengar dan Melihat segala sesuatu.
Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku untuk disampaikan kepada mereka.
Telah aku katakan kepada mereka, 'Sembahlah Allah Yang Mahakuasa.'
Aku tahu keadaan mereka karena aku berada di tengah-tengah mereka.
Maka ketika ajalku telah tiba sebagaimana yang Engkau tetapkan,
Engkaulah satu-satunya pemeriksa atas mereka.
Hanya Engkau lah yang Maha Mengetahui segala sesuatu.
Dan aku senantiasa mengawasi apa yang mereka ucapkan sepanjang aku berada di tengah-tengah mereka. Setelah Engkau menghentikan masa keberadaanku di tengah-tengah mereka dengan mengangkat-ku hidup-hidup ke atas langit, maka Engkaulah -wahai Rabbku- yang mengawasi amal perbuatan mereka.
Dan Engkau Maha Menyaksikan segala sesuatu. Tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengawasan-Mu. Maka Engkau pasti mengetahui apa yang kukatakan kepada mereka dan apa yang mereka katakan sepeninggalku.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Isa berkata, "Ya Rabbi, aku tidak berkata kepada mereka kecuali apa yang Engkau wahyukan kepadaku, dan Engkau perintahkan aku agar menyampaikannya, yaitu mengesakan-Mu dalam tauhid dan ibadah.
Saat aku masih hidup diantara mereka, aku adalah saksi atas mereka atas perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan mereka.
Namun ketika Engkau menyempurnakan ajalku di muka bumi, Engkau mengangkatku ke langit dalam keadaan masih hidup, maka Engkau-lah yang mengetahui rahasia mereka.
Engkau Maha Mengawasi segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun di muka bumi dan di langit yang samar bagi-Mu.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Makna yang dominan tentang wafat disini, adalah naik ke langit, bukan mati.
Tidak ada teks input yang dapat saya format menjadi Markdown. Silakan masukkan teks yang ingin Anda format.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Aku tidak mengatakan kepada mereka kecuali sesuatu yang Engkau perintahkan kepadaku,“Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian.”
Aku terhadap mereka adalah seorang saksi pengawas selama aku berada di tengah-tengah mereka selama aku berdiri di tengah mereka Setelah Engkau mewafatkan aku setelah engkau menjagaku dan mengangkatku ke langit Engkaulah yang mengawasi mereka. Engkau Maha Menyaksikan atas segala sesuatu
Firman Allah SWT:
{مَا قُلْتُ لَهُمْ اِلَّا مَآ اَمَرْتَنِيْ بِهٖ}
{#Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya.#} (Al-Maidah, [5:117])
Yakni yang diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikannya kepada mereka.
{اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبَّكُمْ}
{#Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian!#} (Al-Maidah, [5:117])
Yakni tidak sekali-kali aku seru mereka melainkan kepada apa yang Engkau perintahkan kepadaku untuk menyampaikannya kepada mereka, yaitu: {#Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian.#} (Al-Maidah, [5:117]) Yakni itulah yang aku katakan kepada mereka.
Firman Allah SWT:
{وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًا مَّا دُمْتُ فِيْهِمْ}
{#dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka.#} (Al-Maidah, [5:117])
Yakni aku dapat menyaksikan semua amal perbuatan mereka selama aku berada bersama-sama mereka.
{فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِيْ كُنْتَ اَنْتَ الرَّقِيْبَ عَلَيْهِمْ وَاَنْتَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ}
{#Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.#} (Al-Maidah, [5:117])
Abu Daud At-Tayalisi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, bahwa ia pergi bersama Sufyan As-Sauri menuju tempat Al-Mugirah ibnun Nu'man, lalu Al-Mugirah mengimlakan kepada Sufyan yang ditemani olehku. Setelah Al-Mugirah pergi, aku menyalinnya dari Sufyan. Ternyata di dalamnya disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Jubair yang menceritakan hadis berikut dari Ibnu Abbas yang telah menceritakan bahwa Rasulullah SAW berdiri di hadapan kami untuk mengemukakan suatu petuah dan nasihat. Beliau bersabda: Hai manusia, sesungguhnya kalian kelak akan dihimpunkan oleh Allah SWT dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang lagi belum dikhitan. {#Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya.#} (Al-Anbiya, [21:104]) Dan sesungguhnya manusia yang mula-mula diberi pakaian kelak di hari kiamat ialah Nabi Ibrahim. Ingatlah, sesungguhnya kelak akan didatangkan banyak orang laki-laki dari kalangan umatku, lalu mereka digiring ke sebelah kiri, maka aku berkata, "Sahabat-sahabatku!" Tetapi dijawab, "Sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang dibuat-buat oleh mereka sesudahmu." Maka aku katakan seperti apa yang dikatakan oleh seorang hamba yang saleh, yaitu: {#Dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau; dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkau Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.#} (Al-Maidah, [5:117]-[5:118]) Maka dikatakan, "Sesungguhnya mereka terus-menerus dalam keadaan mundur ke belakang mereka sejak engkau berpisah dengan mereka."
Imam Bukhari telah meriwayatkannya ketika membahas tafsir ayat ini, dari Abul Walid, dari Syu'bah; dan dari Ibnu Kasir, dari Sufyan As-Sauri. Kedua-duanya dari Al-Mugirah ibnu Nu'man dengan lafaz yang sama.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Ayat 116-118 ini juga termasuk apa yang difirmankan Allah kepada hamba dan rasulNya yaitu nabi Isa seraya berfirman kepadanya pada hari kiamat dengan menghadirkannya di hadapan orang-orang yang menjadikan dia dan ibunya sebagai dua tuhan selain Allah, yaitu: (Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia, "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah"?) Ini merupakan ancaman untuk orang-orang Nasrani, celaan dan kecaman di hadapan para saksi. Demikian adalah pendapat yang dikatakan oleh Qatadah dan lainnya. Qatadah menunjukkan hal itu dengan dalil ayat: (Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka)
Allah SWT berfirman: (Maha suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku) ini merupakan bimbingan untuk mengajarkan mereka dengan jawaban yang sempurna
Firman Allah SWT: (Jika aku pernah mengatakannya, maka tentulah Engkau telah mengetahui) yaitu jika hal ini pernah aku lakukan, maka sesungguhnya Engkau telah mengetahuinya, wahai Tuhanku. Sesungguhnya tidak ada satu pun hal yang tersembunyi dariMu apa yang aku katakan. Aku tidak mengatakan hal itu, tidak ingin mengatakannya pada diriku, dan tidak pernah menyembunyikannya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib (116) Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya) dengan menyampaikannya (Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian!) yaitu aku tidak mengajak mereka melainkan kepada apa yang Engkau perintahkan kepadaku untuk menyampaikannya (Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian) yaitu ini adalah yang aku katakan kepada mereka. Firman Allah SWT (dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka) yaitu aku menyaksikan amal perbuatan mereka selama aku berada bersama-sama mereka (Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu) Firman Allah SWT: (Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau; dan jika Engkau mengampunimereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (118)) Kalimat ini mengandung makna mengembalikannya kepada kehendak Allah SWT, sesungguhnya Dia Maha Berbuat sesuatu yang Dia kehendaki; Dzat yang tidak mempertanyakan apa yang Dia perbuat, dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban. Hal ini mengandung berlepas diri dari orang-orang Nasrani berdusta terhadap Allah dan rasulNya, dan berani menjadikan bagi Allah sekutu, istri dan anak. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka katakan itu dengan keluhuranNya yang Maha Besar. Ayat ini mengandung makna yang agung dan berita yang menakjubkan. Disebutkan dalam hadits bahwa Nabi SAW membacanya di malam hari sampai subuh dan beliau mengulanginya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang telah Engkau perintahkan kepadaku untuk mengatakannya) yaitu: ('Sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka) sebagai pengawas yang mencegah mereka dari apa yang mereka katakan itu (selama aku berada di antara mereka.
Maka setelah Engkau wafatkan aku) Engkau telah mengambilku dengan cara mengangkatku ke langit (Engkaulah yang menguasai mereka) yang memelihara amal perbuatan mereka.
(Sesungguhnya Engkau atas segala sesuatu) termasuk perkataanku kepada mereka dan perkataan mereka sesudahku dan lain-lainnya (Maha Menyaksikan) Maha Waspada dan Maha Mengetahui tentang hal itu.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Nabi Isa melanjutkan pertanggungjawabannya di hadapan Allah di akhirat, Aku tidak pernah, selama hidupku, mengatakan kepada mereka, Bani Israil, kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku dalam kedudukanku sebagai rasul Allah, yaitu, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, tidak ada tuhan selain Allah dan tidak ada ibadah kecuali kepada-Nya.
Dan aku, sebagai utusan Allah kepada Bani Israil, menjadi saksi terhadap sikap mereka; di antara mereka ada yang beriman dan lurus keyakinannya, dan ada pula kufur yang menyeleweng keyakinannya dengan menjadikan aku dan ibuku dua tuhan selain Allah, selama aku berada, hidup dan bergaul, di tengah-tengah mereka.
Maka setelah Engkau mewafatkan aku, selesailah tugasku sebagai nabi dan rasul dalam mengawasi keyakinan mereka. Sejak itu, Engkaulah yang mengawasi mereka; apakah mereka lurus atau menyeleweng dengan menjadikan aku dan ibuku dua tuhan selain Allah.
Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu, yang terlihat maupun tersembunyi dari pandangan manusia.
Jadi, Nabi Isa selama hidupnya tidak pernah menyatakan kepada Bani Israil bahwa dirinya dan ibunya, Maryam, adalah tuhan dan tidak pernah pula memerintahkan untuk menyembah mereka berdua.
Tafsiran klausa تَوَفَّيْتَنِي memiliki beberapa arti yang berbeda-beda. Ada yang mengatakan bahwa artinya Allahﷻ menidurkan Nabi ‘Isa ‘alaihissalam. Karena wafat dalam bahasa Arab bisa bermakna tidur. Pendapat lain mengatakan bahwa maksudnya adalah diangkat ke langit.
Intinya, Nabi ‘Isa hanya mengetahui kondisi umatnya ketika ia bersama umatnya. Adapun sepeninggalnya, maka ia tidak tahu dan berlepas diri dari apa yang diperbuat umatnya.
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa suatu ketika Rasulullah ﷺ berkhotbah,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ تُحْشَرُونَ إِلَى اللهِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا، {كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَا إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ} أَلَا وَإِنَّ أَوَّلَ الْخَلَائِقِ يُكْسَى، يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَامُ، أَلَا وَإِنَّهُ سَيُجَاءُ بِرِجَالٍ مِنْ أُمَّتِي، فَيُؤْخَذُ بِهِمْ ذَاتَ الشِّمَالِ، فَأَقُولُ: يَا رَبِّ أَصْحَابِي، فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ، فَأَقُولُ، كَمَا قَالَ الْعَبْدُ الصَّالِحُ: {وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ، فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ، إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ، وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ، فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ} قَالَ: فَيُقَالُ لِي: إِنَّهُمْ لَمْ يَزَالُوا مُرْتَدِّينَ عَلَى أَعْقَابِهِمْ مُنْذُ فَارَقْتَهُمْ
"Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian dikumpulkan menuju Allah dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang dan berkulup (tidak dikhitan). Kemudian beliau membaca firman Allah ﷻ, 'Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti kami tepati; Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya (QS Al-Anbiya`: 104).' Ketahuilah, sesungguhnya makhluk pertama yang diberi pakaian pada hari kiamat adalah Ibrahim 'alaihissalam. Ketahuilah, sesungguhnya beberapa orang dari umatku akan didatangkan lalu mereka di arahkan ke arah kiri (neraka), maka aku berkata: 'Wahai Rabb, itu para sahabatku.' Maka dijawab: 'Sesungguhnya engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat sepeninggalmu.' Lalu aku mengucapkan seperti perkataan seorang hamba saleh (Nabi ‘Isa 'alaihissalam), 'Aku menjadi saksi atas mereka selagi aku bersama mereka namun tatkala Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka dan Engkau Maha menyaksikan segala sesuatu (QS Al-Maidah: 117).' Lalu dijawab: ‘Sesungguhnya mereka senantiasa kembali ke belakang (murtad), sejak kau tinggalkan mereka.’” (453)
Nabi Muhammadﷺ tidak mengetahui apa yang terjadi sepeninggalnya. Berbeda dengan keyakinan sebagian orang Sufi bahwa Rasulullahﷺ bahkan sampai menghadiri sebagian kegiatan mereka. Ini sangat bertentangan dengan hadis tersebut. Sekiranya Nabi Muhammadﷺ hadir di acara mereka maka tentu beliau tahu kondisi umatnya sepeninggalnya.
Dalam riwayat lain disebutkan,
إِنَّهُمْ قَدْ بَدَّلُوا بَعْدَكَ
“sesungguhnya mereka telah mengubah ajaranmu setelahmu.” (454 )
Yang benar Nabi Muhammadﷺ saat ini berada di alam Barzakh dengan penuh kenikmatan. Memang benar bahwa Nabi Muhammadﷺ dikembalikan ruhnya ke dalam jasadnya untuk menjawab salam, sebagaimana disebutkan dalam sebagian hadis tentang itu.(455 )
Namun bukan berarti beliau pergi ke berbagai macam tempat. Pandangan sebagian Sufi di atas telah dibantah oleh Al-Syaukani dalam kitabnya “Risalah Fi Hukmil-Maulid”. Beliau menyebutkan di antara bentuk penyimpangan acara Maulid adalah meyakini Nabi Muhammadﷺ menghadirinya. Karenanya sebagian mereka berdiri dalam acara tersebut dengan meyakini bahwa Nabi Muhammad ﷺ sedang datang untuk menghadiri acara mereka.
Bagaimana mungkin Nabi Muhammadﷺ keluar dari kuburnya untuk menghadiri acara tersebut atau untuk bertemu dengan sebagian habib, akan tetapi sebelumnya beliau tidak pernah menemui sahabat dan keluarganya? Bagaimana mungkin Nabi Muhammadﷺ tidak mengunjungi istri yang paling dicintainya (‘Aisyah) lalu menghadiri acara tersebut?
Faktanya Nabi Muhammadﷺ telah benar-benar wafat, dan perkaranya adalah sebagaimana yang ditegaskan oleh Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu,
فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ يَعْبُدُ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَإِنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ مَاتَ، وَمَنْ كَانَ يَعْبُدُ اللَّهَ، فَإِنَّ اللَّهَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ,
“Siapa di antara kalian yang menyembah Muhammad ﷺ, maka ketahuilah Muhammad ﷺ telah wafat. Namun siapa yang menyembah Allah ﷻ, maka Allah Mahahidup dan tidak akan wafat.” (456 )
Makna ayat ini adalah perintah untuk mentauhidkan Allah dengan sifat ketuhanan-Nya dan beribadah kepada-Nya.
Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (117).
Berupa perintah untuk mentauhidkan Engkau dengan sifat ketuhanan-Mu dan beribadah kepada-Mu.
Dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka (118).
Yakni yang menjaga dan mengawasi keadaan mereka dan melarang mereka untuk melanggar perintah-Mu.
F-lammaa tawaffaytani (Maka setelah Engkau wafatkan aku) (119).
Yakni Engkau mengangkatku ke langit. Dan kata wafat di sini bukan berarti kematian, namun Isa tetap hidup di langit sebagaimana kehidupannya di bumi dahulu, sampai diturunkan kembali ke bumi di akhir zaman. Jadi maknanya adalah ketika Engkau mengangkatku ke langit.
Kunt a anta ar-raqib a 'alayhim (Engkau-lah yang mengawasi mereka) (120).
Yakni Engkau yang menjaga, mengetahui, dan mengawasi mereka.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.