Tafsir Surah An-Najm
Surat An-Najm
Surat An-Najm adalah surat Makkiyyah, surat yang Allah turunkan sebelum Nabi berhijrah ke Madinah. Dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَجَدَ بِالنَّجْمِ، وَسَجَدَ مَعَهُ المُسْلِمُونَ وَالمُشْرِكُونَ وَالجِنُّ وَالإِنْس
“Sesungguhnya Nabi sujud (ketika membaca) surat An-Najm. Maka orang-orang muslim, musyrik, golongan jin dan manusia ikut sujud bersama beliau.” (2)
Hadits ini menjelaskan bahwa tatkala Nabi masih berada di Makkah, beliau pernah membaca surat An-Najm dari awal hingga akhir surat di hadapan orang-orang musyrikin. Dan ayat terakhir dari surat an-Najm adalah:
فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا
“Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).” (QS. An-Najm: 62)
Makna Ayat Pertama
Ada beberapa pendapat berkaitan makna dari (النَّجْمِ). Sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksudkan adalah Al-Qur’an, karena Al-Qur’an diturunkan (مُنَجَّمًا) artinya secara berangsur-angsur atau bertahap (sebagian-sebagian). (9) Dan sebagian lain mengatakan bahwa yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah bintang, inilah pendapat yang lebih kuat. (10)
Allah Bersumpah dengan Bintang
Allah bersumpah dengan bintang agar orang tidak salah dalam menganggap bahwa bintang adalah sesuatu yang sangat hebat, yang berhak untuk disembah. Maka dari itu, Allah menyebutkan ‘Demi Bintang ketika terbenam’. Ini disebut dengan metode الاِحْتِرَاسُ ihtiras, yaitu menyebutkan suatu pernyataan dimana dibalik pernyataan tersebut bisa mengandung persangkaan makna yang jauh (salah) dari orang yang mendengarnya.
Faedah Allah Bersumpah dengan Bintang
Diantara faedah Allah bersumpah dengan bintang adalah menunjukkan bahwa bintang merupakan makhluk Allah, dia tidak terbit selamanya, adakalanya dia akan terbenam. Sebagaimana kisah Nabi Ibrahim ketika berdialog dengan kaumnya:
فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ الَّيْلُ رَاٰ كَوْكَبًا ۗ قَالَ هٰذَا رَبِّيْۚ فَلَمَّآ اَفَلَ قَالَ لَآ اُحِبُّ الْاٰفِلِيْنَ
“Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, “Inilah Tuhanku.” Maka ketika bintang itu terbenam dia berkata, “Aku tidak suka kepada yang terbenam.” (QS: Al-An’am: 76)
Tujuan Diturunkannya Surat An-Najm
Tujuan diturunkannya surat An-Najm adalah untuk membantah tuduhan yang diarahkan kepada Nabi. Pasalnya, yaitu orang-orang kafir menuduh bahwa Nabi telah membuat-buat Al-Qur’an. Mereka mengatakan Al-Qur’an bukanlah firman Allah.
Peristiwa Nabi Sujud
Demikian pula jika diperhatikan isi dari surat An-Najm, maka surat tersebut banyak menjelaskan tentang wahyu, hari kiamat dan ke-Esa-an Allah. Yang topik-topik tersebut merupakan nuansa surat Makkiyah, karena ditujukan kepada orang-orang musyrikin Arab yang mengingkari topik-topik tersebut.
Peristiwa Nabi Sujud (Lanjutan)
Para ulama mengatakan bahwa satu-satunya orang yang tidak mau sujud adalah Umayyah bin Khalaf (majikannya bilal bin Rabah). Ada juga yang mengatakan Al-Walid bin Al-Mughirah (ayahnya Khalid bin Al-Walid). Dan keduanya meninggal dalam keadaan kafir.
Kesimpulan
Peristiwa ini menunjukkan bahwa surat tersebut dari ayat pertama hingga akhir adalah surat Makkiyah, karena terjadi ketika Nabi masih berada di Makkah.