Makna Ayat
Firman Allah SWT:
{مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَاٰى . اَفَتُمٰرُوْنَهٗ عَلٰى مَا يَرٰى}
{#Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kamu (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya?#} (An-Najm, [53:11]-[53:12])
Imam Muslim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Waki', telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Ziad ibnu Husain, dari Abul Aliyah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.#} (An-Najm, [53:11]) dan firman Allah SWT: {#Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain#}. (An-Najm, [53:13]) Bahwa Muhammad SAW telah melihat Jibril dalam rupa aslinya sebanyak dua kali.
Hal yang semisal telah diriwayatkan oleh Sammak dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas. Hal yang sama dikatakan oleh Abu Saleh dan As-Saddi serta selain keduanya, bahwa Nabi SAW melihat Jibril dengan pandangan hatinya sebanyak dua kali. Tetapi Ibnu Mas'ud RA dan lain-lainnya berpendapat berbeda menurut riwayat yang bersumber darinya, bahwa dia memutlakkan penglihatan tersebut (yakni tidak mengikatnya dengan pandangan mata hati). Tetapi pendapatnya ini masih dapat ditakwilkan (diikat) dengan pengertian yang membatasinya. Dan mengenai riwayat yang menyebutkan dari Ibnu Mas'ud yang mengatakan bahwa Nabi SAW melihatnya dengan indra matanya, maka sesungguhnya predikat riwayat ini garib, karena tiada suatu riwayat sahih pun mengenainya bersumber dari para sahabat. Dan mengenai pendapat Al-Bagawi di dalam kitab tafsirnya yang mengatakan bahwa segolongan ulama berpendapat bahwa Nabi SAW melihat Jibril dengan pandangan matanya, maka ini adalah perkataan Anas dan Al-Hasan serta Ikrimah; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Pelajaran dari Ayat
Imam Turmuzi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Amr ibnul Minhal ibnu Safwan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Kasir Al-Anbari, dari Salamah ibnu Ja'far, dari Al-Hakam ibnu Aban, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan, bahwa Muhammad SAW telah melihat Tuhannya. Aku (Ikrimah) bertanya, "Bukankah Allah SWT telah berfirman: {#Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedangkan Dia dapat melihat segala penglihatan itu.#} (Al-An'am, [6:103])?" Maka Ibnu Abbas menjawab, "Celaka kamu, hal itu manakala Allah menampilkan Zat-Nya berikut nur-Nya yang menghijabi-Nya. Dan sesungguhnya dia telah melihat-Nya sebanyak dua kali." Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa riwayat ini hasan garib.
Riwayat yang Sama
Imam Turmuzi mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Mujalid, dari Asy-Sya'bi yang mengatakan bahwa Ibnu Abbas menjumpai Ka'b di Arafah, lalu menanyakan kepadanya sesuatu masalah. Maka Ka'b bertakbir sehingga suaranya menggema, dan Ibnu Abbas berkata, "Kami adalah Bani Hasyim." Ka'b menjawab, "Sesungguhnya Allah telah membagi penglihatan dan Kalam-Nya di antara Muhammad dan Musa. Maka Allah SWT berbicara kepada Musa sebanyak dua kali dan Muhammad telah melihat-Nya sebanyak dua kali."
Riwayat yang Berbeda
Masruq mengatakan bahwa ia menjumpai Aisyah RA, lalu bertanya kepadanya, "Apakah Muhammad telah melihat Tuhannya?" Aisyah RA menjawab, "Sesungguhnya engkau telah mengucapkan sesuatu yang membuat bulu kudukku berdiri karenanya. Aku mengatakan kepadanya, "Bagaimana dengan ayat ini' lalu aku membaca firman Allah SWT: {#Sesungguhnya dia (Muhammad) telah melihat sebagian tanda-tanda Tuhannya yang paling besar.#} (An-Najm, [53:18])." Siti Aisyah RA menjawab, "Di manakah pengertianmu? Sesungguhnya dia itu adalah Jibril, lalu siapakah yang memberitakan kepadamu bahwa Muhammad telah melihat Tuhannya, atau dia telah menyembunyikan sesuatu yang diperintahkan agar disampaikan atau mengetahui lima perkara yang disebutkan di dalam firman-Nya: {#Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat,#} (Luqman, [31:34]). Maka sesungguhnya dia telah berdusta besar terhadap Allah, tetapi sebenarnya Muhammad hanya melihat Jibril. Dan beliau tidak melihatnya dalam rupa aslinya, melainkan hanya dua kali. Sekali di Sidratil Muntaha dan yang lainnya di Ajyad. Saat itu Jibril menampilkan rupa aslinya dengan enam ratus buah sayapnya hingga memenuhi cakrawala langit."
Riwayat yang Sama
Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Mu'az ibnu Hisyam, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Qatadah, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan, "Apakah kalian heran bila predikat khullah (kekasih Allah) bagi Ibrahim, dan kalam (diajak bicara) bagi Musa, dan ru-yah (melihat Allah) bagi Muhammad SAW"
Riwayat yang Berbeda
Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan melalui Abu Dzar yang telah mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, "Apakah engkau melihat Tuhanmu?" Maka beliau SAW menjawab: "Hanya nur (cahaya) yang kulihat, lalu mana mungkin aku dapat melihat-Nya." Menurut riwayat lain, jawaban Rasulullah SAW adalah: "Aku (hanya) melihat cahaya."
Riwayat yang Sama
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Khalid, dari Musa ibnu Ubaidah, dari Muhammad ibnu Ka'b yang mengatakan bahwa para sahabat pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah Engkau pernah melihat Tuhanmu?" Maka beliau SAW menjawab: "Aku melihat-Nya dengan pandangan hatiku sebanyak dua kali." Kemudian Rasulullah SAW membaca firman-Nya: {#Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.#} (An-Najm, [53:11])
Riwayat yang Berbeda
Ibnu Jarir meriwayatkan hadis ini dari Ibnu Humaid, dari Mahran, dari Musa ibnu Ubaidah, dari Muhammad ibnu Ka'b, dari sebagian sahabat Nabi SAW yang menceritakan bahwa kami bertanya, "Wahai Rasulullah SAW, apakah engkau pernah melihat Tuhanmu?" Rasulullah SAW menjawab: "Aku tidak melihat-Nya dengan mataku, tetapi aku melihat-Nya dengan mata hatiku sebanyak dua kali." Kemudian beliau SAW membaca firman-Nya: {#Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat (lagi).#} (An-Najm, [53:8])
Riwayat yang Sama
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan pula kepada kami Al-Hasan ibnu Muhammad ibnus Sabah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah Al-Ansari, telah menceritakan kepadaku Abbad ibnu Mansur yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Ikrimah tentang makna firman-Nya: {#Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.#} (An-Najm, [53:11]) Maka Ikrimah menjawab, "Apakah engkau ingin agar aku menceritakan kepadamu bahwa beliau SAW pernah melihat-Nya?" Aku menjawab, "Ya." Ikrimah berkata, "Benar, beliau telah melihat-Nya, kemudian melihat-Nya lagi." Abbad ibnu Mansur mengatakan bahwa lalu ia bertanya kepada Al-Hasan tentang masalah ini. Maka Al-Hasan menjawab, bahwa Nabi SAW pernah melihat Keagungan, Kebesaran, dan Kemuliaan-Nya.
Riwayat yang Berbeda
Telah menceritakan pula kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Mujahid, telah menceritakan kepada kami Abu Amir Al-Aqdi, telah menceritakan kepada kami Abu Khaldah, dari Abul Aliyah yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya, "Apakah engkau pernah melihat Tuhanmu?" Nabi SAW menjawab: "Aku melihat sungai, dan aku melihat di balik sungai ada hijab, dan aku melihat di balik hijab ada nur (cahaya); aku tidak melihat selain itu."
Riwayat yang Sama
Hadis ini garib sekali.
Riwayat yang Berbeda
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Aswad ibnu Amir, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Qatadah, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: "Aku telah melihat Tuhanku."
Riwayat yang Sama
Maka sesungguhnya hadis ini sanadnya dengan syarat sahih, tetapi hadis ini merupakan ringkasan dari hadis Manam (mimpi Nabi SAW), seperti yang juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad; disebutkan bahwa, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Ayyub dari Abu Qilabah, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: bahwa Tuhannya datang kepadanya dalam penampilan yang terbaik -yakni dalam mimpinya-. Lalu Tuhan berfirman, "Hai Muhammad, tahukah kamu mengapa mala'ul a'la (para malaikat penghuni langit) berselisih?" Aku (Nabi SAW) menjawab, "Tidak." Lalu Allah meletakkan tangan -Nya di antara kedua tulang belikatku, hingga aku merasakan kesejukannya menembus sampai kepada kedua susuku, atau leherku, maka sejak itu aku mengetahui semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Kemudian Allah SWT berfirman, "Hai Muhammad, tahukah kamu, apakah yang diperselisihkan oleh al-mala'ul a'la? Aku menjawab, 'Ya, mereka berselisih tentang kafarat-kafarat dan derajat-derajat.' Allah SWT berfirman, "Hai Muhammad, apakah kafarat itu?" Aku menjawab, "Diam di masjid seusai menunaikan tiap-tiap salat (fardu), berjalan melangkahkan kaki menuju ke tempat-tempat salat berjamaah, dan menyempurnakan wudu di saat-saat yang tidak disukai. Barang siapa yang mengerjakan hal tersebut, niscaya hidup dengan baik dan mati dengan baik, sedangkan mengenai dosa-dosanya (diampuni hingga) seperti pada hari ia dilahirkan oleh ibunya." Allah SWT berfirman, "Hai Muhammad, apabila engkau salat, ucapkanlah doa ini, 'Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau kekuatan untuk mengerjakan amal-amal kebaikan dan menghindari kemungkaran-kemungkaran dan menyukai orang-orang miskin. Dan apabila Engkau hendak menimpakan cobaan kepada hamba-hamba-Mu, cabutlah aku kembali ke sisi-Mu dalam keadaan tidak terkena cobaan'." Nabi SAW bersabda, "Dan derajat-derajat itu ialah memberi makan (kaum fakir miskin), menyebarkan salam, dan mengerjakan salat di malam hari di saat manusia tenggelam dalam tidurnya."
Riwayat yang Sama
Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Mu'az dalam tafsir surat Sad.
Riwayat yang Berbeda
Ibnu Jarir meriwayatkan hadis ini melalui jalur lain dari Ibnu Abbas dengan teks yang berbeda dan disertai tambahan yang garib. Untuk itu Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ahmad ibnu Isa At-Tamimi, telah menceritakan kepadaku Sulaiman ibnu Umar Ibnu Sayyar, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Sa'id ibnu Zurabi, dari Umar ibnu Sulaiman, dari Ata, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Nabi SAW pernah bersabda, "Aku pernah melihat Tuhanku dalam penampilan yang terbaik, lalu Dia berfirman kepadaku, 'Hai Muhammad, tahukah kamu apakah yang diperselisihkan oleh al-mala'ul a'la? Aku menjawab, 'Tidak, wahai Tuhanku,' lalu Dia meletakkan tangan -Nya di antara kedua tulang belikatku, maka aku merasakan kesejukannya menembus sampai ke susuku (dadaku), dan aku mengetahui semua yang terjadi di langit dan yang di bumi. Lalu aku berkata, 'Ya Tuhanku, mereka berselisih tentang derajat-derajat dan kafarat-kafarat; melangkahkan kaki menuju ke salat Jumat, dan menunggu datangnya waktu salat lain sesudah menunaikan salat.' Aku berkata, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menjadikan Ibrahim sebagai khalil (kekasih)-Mu, dan Engkau telah berbicara langsung kepada Musa, dan Engkau telah melakukan anu dan anu.' Maka Allah SWT menjawab, 'Bukankah Aku telah melapangkan dadamu, bukankah Aku telah menghapus semua dosamu, dan bukankah Aku telah melakukan anu untukmu dan bukankah Aku telah melakukan anu untukmu?' Lalu Allah SWT membukakan bagiku banyak hal yang Dia tidak memberi izin kepadaku menceritakannya kepada kalian."
Riwayat yang Sama
Ibnu Abbas mengatakan bahwa itulah yang dimaksud oleh firman Allah SWT dalam Kitab-Nya yang mengatakan: {#Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.#} (An-Najm, [53:8] sampai [53:11]) Maka Dia menjadikan cahaya penglihatanku ke dalam hatiku, dan aku melihat-Nya dengan hatiku.
Riwayat yang Berbeda
Tetapi hadis ini daif.
Riwayat yang Sama
Al-Hafiz ibnu Asakir telah meriwayatkan berikut sanadnya sampai kepada Hubar ibnul Aswad RA, bahwa Atabah ibnu Abu Lahab ketika berangkat menuju negeri Syam dalam misi dagangnya, sebelumnya ia mengatakan kepada penduduk Mekah, "Ketahuilah, bahwa aku tidak percaya dengan malaikat yang mendekat, lalu bertambah dekat lagi." Kemudian perkataannya itu sampai terdengar oleh Rasulullah SAW, maka beliau bersabda, "Allah akan melepaskan salah seekor dari singa-singa-Nya untuk menyerangnya." Hubar mengatakan bahwa ia ada bersama kafilah yang menu
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.