Makna Ayat
Firman Allah SWT:
{وَلَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰى عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى عِندَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰى}
{#Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal.#} (An-Najm, [53:13]-[53:15])
Peristiwa Isra
Ini terjadi yang kedua kalinya bagi Rasulullah SAW saat melihat Jibril AS dalam rupa aslinya seperti yang diciptakan oleh Allah SWT, dan hal itu terjadi di malam Isra.
Hadis-Hadis
Dalam pembahasan yang lalu telah disebutkan hadis-hadis mengenai perjalanan isra Nabi SAW lengkap dengan semua jalur periwayatannya dan semua lafaznya, yaitu dalam surat Al-Isra hingga tidak perlu diulang lagi.
Pendapat Ulama
Telah disebutkan pula bahwa Ibnu Abbas RA mengukuhkan penglihatan ini terjadi di malam Isra dan memperkuat pendapatnya itu dengan dalil ayat ini, lalu pendapatnya diikuti oleh sejumlah ulama salaf dan khalaf. Tetapi ada sebagian sahabat dan tabi'in yang tidak sependapat dengannya.
Hadis Pertama
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasan ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Asim ibnu Bahdalah, dari Zurr ibnu Jaisy, dari Ibnu Mas'ud RA sehubungan dengan makna ayat ini: {#Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha.#} (An-Najm, [53:13]-[53:14]) Bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: "Aku melihat Jibril (dalam rupa aslinya), ia memiliki enam ratus sayap, dari bulu-bulu sayapnya bertebaran beraneka warna mutiara dan yaqut."
Sanad Hadis
Sanad hadis ini jayyid (baik) lagi kuat.
Hadis Kedua
Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Adam, telah menceritakan kepada kami Syarik, dari Jami' ibnu Abu Rasyid, dari Abu Wa'il, dari Abdullah yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah melihat rupa asli Malaikat Jibril dengan enam ratus sayapnya, masing-masing sayap besarnya menutupi cakrawala langit, dan berjatuhan dari sayapnya beraneka ragam mutiara dan yaqut yang hanya Allah sendirilah yang mengetahui keindahan dan banyaknya.
Sanad Hadis
Sanad hadis ini hasan.
Hadis Ketiga
Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul Habbab, telah menceritakan kepadaku Husain, telah menceritakan kepadaku Asim ibnu Bahdalah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Syaqiq ibnu Salamah menceritakan hadis berikut dari Ibnu Mas'ud RA yang telah mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: "pernah melihat Jibril dalam rupa aslinya di Sidratil Muntaha dan dia mempunyai enam ratus buah sayap." Dan aku menanyakan kepada Asim tentang sayap-sayap itu, tetapi Asim tidak mau menceritakannya kepadaku. Tetapi salah seorang dari muridnya mengatakan kepadaku bahwa sebuah sayapnya sama besarnya dengan jarak antara timur dan barat.
Sanad Hadis
Sanad riwayat ini pun kuat pula.
Hadis Keempat
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul Habbab, telah menceritakan kepada kami Husain, telah menceritakan kepadaku Asim ibnu Bahdalah, telah menceritakan kepadaku Syaqiq ibnu Salamah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Ibnu Mas'ud RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: "Jibril AS datang kepadaku dengan mengenakan pakaian yang bertaburan penuh dengan mutiara."
Sanad Hadis
Sanad hadis ini jayyid pula.
Hadis Kelima
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abu Addi, dari Daud, dari Asy-Sya'bi, dari Masruq yang mengatakan bahwa ketika ia ada di hadapan Aisyah, ia bertanya bahwa bukankah Allah SWT telah berfirman: {#Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.#} (At-Takwir, [81:23]) Dan firman Allah SWT: {#Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain.#} (An-Najm, [53:13]) Maka Siti Aisyah menjawab bahwa dialah orang pertama dari umat ini yang menanyakan hal itu kepada Rasulullah SAW Lalu beliau SAW menjawab: "Sesungguhnya dia itu hanyalah Jibril. Nabi SAW tidak melihat Jibril dalam rupanya yang asli kecuali hanya sebanyak dua kali. Nabi SAW melihat Jibril AS turun dari langit ke bumi, sedangkan cakrawala yang ada antara langit dan bumi tertutup oleh kebesaran tubuhnya."
Hadis Keenam
Begitu pula menurut apa yang telah diketengahkan oleh Bukhari dan Muslim di dalam kitab sahih masing-masing melalui hadis Asy-Sya'bi dengan sanad yang sama.
Hadis Ketujuh
Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Hammam, telah menceritakan kepada kami Qatadah, dari Abdullah ibnu Syaqiq yang menceritakan bahwa ia pernah berkata kepada Abu Dzar, bahwa seandainya dirinya menjumpai Rasulullah SAW, tentulah dia akan bertanya. Abu Dzar bertanya, "Pertanyaan apakah yang akan engkau ajukan kepada beliau?" Aku menjawab, "Apakah dia pernah melihat Tuhannya?" Abu Dzar berkata, "Aku telah menanyakan hal itu kepada beliau, lalu beliau SAW menjawab: "Sesungguhnya aku telah melihat-Nya berupa nur (cahaya), lalu mana mungkin aku dapat melihat-Nya?"
Hadis Kedelapan
Demikianlah menurut bunyi teks yang ada pada Imam Ahmad.
Hadis Kesembilan
Imam Muslim telah meriwayatkan hadis ini melalui dua jalur dengan dua lafaz. Untuk itu ia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Waki', dari Yazid ibnu Ibrahim, dari Qatadah, dari Abdullah ibnu Syaqiq, dari Abu Dzar yang menceritakan bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, "Apakah engkau pernah melihat Tuhanmu?" Nabi SAW menjawab: Yang kulihat hanya nur, mana mungkin aku dapat melihat-Nya.
Hadis Kesepuluh
Imam Muslim mengatakan pula, telah menceritakan kepada Muhammad ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Mu'az ibnu Hisyam, telah menceritakan kepada kami ayahku, dari Qatadah, dari Abdullah ibnu Syaqiq yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Abu Dzar bahwa seandainya ia mengalami masa Rasulullah SAW, tentulah dia akan menanyakan sesuatu kepada beliau. Maka Abu Dzar bertanya, "Apakah yang hendak kamu tanyakan kepada beliau?" Ia menjawab, "Aku akan menanyakan kepada beliau, apakah beliau pernah melihat Tuhannya?" Abu Dzar berkata, "Aku telah menanyakan hal itu kepada beliau, maka beliau menjawab: 'Aku hanya melihat nur (cahaya)'."
Hadis Kesebelas
Al-Khalal telah meriwayatkan suatu pendapat yang menilai hadis ini mengandung kelemahan, bahwa Imam Ahmad pernah ditanya tentang hadis ini, maka ia menjawab, "Aku masih tetap menganggapnya berpredikat munkar," tetapi aku tidak mengetahui apa alasannya.
Hadis Keduabelas
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Aun Al-Wasiti, telah menceritakan kepada kami Hasyim, dari Mansur, dari Al-Hakam, dari Ibrahim, dari ayahnya, dari Abu Dzar yang mengatakan bahwa Nabi SAW telah melihat Tuhannya dengan pandangan hatinya dan tidak melihat-Nya dengan pandangan matanya.
Hadis Ketigabelas
Ibnu Khuzaimah berupaya membuktikan bahwa hadis ini munqati' (ada mata rantai perawi yang terputus) antara Abdullah ibnu Syaqiq dan Abu Dzar. Sedangkan Ibnul Juzi' menakwilkan hadis ini dengan pengertian bahwa barangkali Abu Dzar menanyakan hal itu kepada Rasulullah SAW sebelum beliau menjalani Isra. Karena itulah maka Abu Dzar RA menjawab Abdullah ibnu Syaqiq dengan jawaban tersebut. Tetapi seandainya Abu Dzar menanyakan hal itu kepada Nabi SAW setelah peristiwa" Isra, niscaya Nabi SAW akan menjawabnya dengan jawaban positif (ya).
Hadis Keempatbelas
Akan tetapi, takwil Ibnul Juzi dinilai lemah karena sesungguhnya Aisyah RA telah menanyakan hal itu sesudah peristiwa Isra. Ternyata jawaban beliau SAW tidak menguatkan bahwa beliau telah melihat-Nya dengan terang-terangan. Dan mengenai orang yang berpendapat bahwa Nabi SAW berbicara kepada Aisyah RA disesuaikan dengan kemampuan daya tangkapnya, atau berupaya untuk menyalahkan pendapat Aisyah. Seperti Ibnu Khuzaimah di dalam kitab Tauhid-nya, maka sesungguhnya dia sendirilah yang keliru, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Hadis Kelimabelas
Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya'qub ibnu Ibrahim, dari Mansur, dari Al-Hakam, dari Yazid ibnu Syarik, dari Abu Dzar yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah melihat Tuhannya dengan hatinya, bukan dengan pandangan matanya. Telah disebutkan di dalam kitab Sahih Muslim, dari Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, dari Ali ibnu Misar, dari Abdul Malik ibnu Sulaiman, dari Ata ibnu Abu Rabah, dari Abu Hurairah RA yang mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupa aslinya) pada waktu yang lain.#} (An-Najm, [53:13]) Bahwa Nabi SAW telah melihat Jibril AS.
Hadis Keenambelas
Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: {#Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupa aslinya) pada waktu yang lain.#} (An-Najm, [53:13]) Bahwa Rasulullah SAW telah melihat Jibril AS dalam bentuknya yang asli sebanyak dua kali. Hal yang sama telah dikatakan oleh Qatadah dan Ar-Rabi' ibnu Anas serta lain-lainnya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.