Firman Allah ﷻ
Firman Allah ﷻ,
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ
“Maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka.”
Karena disebabkan peringatan-peringatan Allah ﷻ tidak bermanfaat bagi orang-orang kafir Quraisy, maka Allah memerintahkan agar Nabi ﷺ berpaling dari mereka. Artinya Nabi ﷺ tetap berdakwah kepada mereka, akan tetapi jangan berharap bahwa mereka akan menerima dakwah beliau. Padahal kita tahu bahwa Nabi ﷺ tentu sangat ingin agar orang-orang kafir Quraisy itu masuk Islam. Sampai-sampai Allah ﷻ berfirman,
Makna Ayat
وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ
“Dan janganlah engkau bersedih hati (Muhammad) terhadap kekafiran mereka, dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan.” (QS. An-Nahl : 127)
Nabi ﷺ sangat ingin agar orang-orang Quraisy itu beriman, karena orang-orang Quraisy adalah satu suku sekaligus kerabat Nabi ﷺ. Ketika Allah ﷻ mengabarkan bahwa mereka tidak akan beriman maka Nabi ﷺ sangat sedih, akan tetapi kemudian Allah ﷻ menyuruh Nabi ﷺ untuk tidak bersedih atas tidak berimannya mereka orang-orang Quraisy. Dan perintah Allah ini sama seperti dalam ayat yang lain, Allah ﷻ berfirman,
Makna Ayat Lain
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ فَمَا أَنْتَ بِمَلُومٍ
“Maka berpalinglah engkau (Muhamad) dari mereka (orang-orang kafir), dan engkau sama sekali tidak tercela.” (QS. Adz-Dzariyat : 54)
Seakan-akan Allah ﷻ berkata, ‘Berpalinglah dari mereka, sesungguhnya engkau tidaklah tercela. Sesungguhnya engkau telah menyampaikan, maka jika mereka tidak beriman, janganlah engkau terlalu bersemangat agar mereka beriman, karena mereka telah ditetapkan tidak akan beriman, berdakwahlah dan palingkan hatimu dari mereka’.
Kisah Orang-orang Kafir
Kemudian Allah ﷻ berfirman,
يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِ إِلَى شَيْءٍ نُكُرٍ، خُشَّعًا أَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُنْتَشِرٌ، مُهْطِعِينَ إِلَى الدَّاعِ يَقُولُ الْكَافِرُونَ هَذَا يَوْمٌ عَسِرٌ
“Pada hari (itu) penyeru (malaikat) mengajak (mereka) kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan). Pandangan mereka tertunduk, ketika mereka keluar dari kuburan, seakan-akan mereka belalang yang beterbangan, dengan patuh mereka segera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, ‘Ini adalah hari yang sulit’.”
Tafsir Ayat
Berdasarkan ayat ini, Thahir Ibnu ‘Asyur dalam tafsirnya At-Tahrir wa At-Tanwir mengatakan bahwa Allah ﷻ menyebutkan tujuh perkara yang mengerikan pada hari kiamat yang akan dirasakan oleh orang-orang kafir(24). Sehingga seakan-akan Allah ﷻ berfirman kepada Nabi ﷺ, ‘Berpalinglah engkau Muhammad dari mereka, karena mereka akan mendapatkan perkara-perkara ini pada hari kiamat’. Di antara perkara-perkara tersebut antara lain,
Hal Mengerikan Pertama
Hal mengerikan pertama, akan tiba hari dimana ada seorang penyeru yang akan menyeru mereka, yaitu Abu Jahal dan kawan-kawannya (orang-orang kafir Quraisy) untuk dihadirkan dan dihisab oleh Allah ﷻ. Peristiwa ini tentu sangat mengerikan bagi mereka.
Hal Mengerikan Kedua
Hal mengerikan kedua, mereka akan diseru pada suatu perkara. Allah ﷻ menggunakan kata شَيْءٍ yang nakiroh yang menunjukkan bahwa perkara tersebut dahsyat.
Hal Mengerikan Ketiga
Hal mengerikan ketiga, adanya tambahan kata نُكُرٍ (tidak menyenangkan) pada suatu perkara yang mereka dipanggil untuknya, dan ini menunjukkan bahwa perkara yang mengerikan tersebut merupakan perkara yang mereka tidak suka.
Hal Mengerikan Keempat
Hal mengerikan keempat, mereka akan memenuhi seruan tersebut dengan keadaan pandangan mata mereka tertunduk karena ketakutan dan terhina. Saat itu mereka tidak dapat memandang yang satu dengan yang lainnya dengan pandangan yang lama.
Hal Mengerikan Kelima
Hal mengerikan kelima, mereka akan keluar dari kuburan mereka seperti belalang yang bertebaran. Allah ﷻ menyebutkan dua sifat manusia tatkala keluar dari kubur di dalam Alquran. Pada sebagian ayat Allah ﷻ mengatakan,
يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُنْتَشِرٌ
“Ketika mereka keluar dari kuburan, seakan-akan mereka belalang yang beterbangan.” (QS. Al-Qamar : 7)
Dan dalam sebagian ayat yang lain Allah ﷻ berfirman,
يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ
“Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan.” (QS. Al-Qari’ah : 4)
Imam Al-Qurthubi mengatakan bahwa berdasarkan dua ayat ini, maka ada dua kondisi manusia tatkala itu. Pertama, mereka dibangkitkan dan mereka akan keluar dengan kebingungan seperti laron yang bertebaran tidak jelas arahnya, yaitu mereka bingung melihat hari ketika mereka dibangkitkan sehingga membuka mereka kesana-kemari tanpa tujuan. Kedua, setelah itu manusia akan mendengar seruan, sehingga mereka akhirnya berjalan menuju seruan tersebut seperti belalang yang bertebaran, yaitu mereka terarah menuju arah seruan tersebut.
Hal Mengerikan Keenam
Hal mengerikan keenam, setelah mereka dibangkitkan dari kuburan mereka, maka mereka semua akan berjalan menuju arah seruan tersebut dengan cepat. Kata مُهْطِعِينَ artinya adalah orang yang berjalan dengan cepat sambil meninggikan lehernya.
Hal Mengerikan Ketujuh
Hal mengerikan ketujuh, ketika itu orang-orang kafir akan berkata bahwa hari itu adalah hari yang berat. Mahfum mukhalafah dari perkataan orang-orang kafir ini adalah orang-orang beriman tidak akan merasakan hal yang berat seperti yang mereka rasakan. Betapa berat hari tersebut pasti ada kemudahan bagi orang-orang yang beriman, dan hal ini pula yang kita pahami dari ayat-ayat Alquran. Oleh karenanya Allah ﷻ juga berfirman,
فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ، يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ، وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ، وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ، لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ، وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُسْفِرَةٌ، ضَاحِكَةٌ مُسْتَبْشِرَةٌ، وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ، تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ، أُولَئِكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ
“Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua), pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. Pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri, tertawa dan gembira ria, dan pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang tertutup debu (suram), tertutup oleh kegelapan (ditimpa kehinaan dan kesusahan). Mereka itulah orang-orang kafir yang durhaka.” (QS. ‘Abasa : 33-42)
Maka meskipun hari kiamat adalah hari yang sangat mengerikan, bahkan para Nabi juga takut dengan hari tersebut, akan tetapi orang beriman akan merasakan perkara tersebut jauh lebih ringan daripada yang dirasakan oleh orang-orang kafir, karena perkataan mereka sendiri menunjukkan bahwa hari itu adalah hari yang berat.
Kisah Umat-Umat Terdahulu
Allah ﷻ kemudian menyebutkan contoh tentang umat-umat terdahulu. Dan Allah ﷻ menyebutkan kisah-kisah umat terdahulu secara tartib zamani (urutan zaman), yaitu dimulai dari kisah Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Shalih, Nabi Luth, dan Nabi Musa ‘alaihimassalam.