Makna Ayat
Setelah Allah ﷻ menyebutkan kisah Nabi Nuh ‘alaihissalam, Allah kemudian menyebutkan kisah kaum ‘Ad yang Nabi diutus kepada mereka adalah Nabi Hud ‘alaihissalam. Dan kisah kaum ‘Ad ini tentunya juga menjadi hiburan bagi Nabi ﷺ, bahwa bukan hanya beliau yang didustakan oleh kaumnya, akan tetapi telah berlalu kaum-kaum yang juga mendustakan Nabi-Nabi mereka, di antaranya adalah kaum ‘Ad.
Nabi Hud ‘alaihissalam telah berulang-ulang kali menyampaikan peringatan demi peringatan kepada kaumnya, akan tetapi ternyata mereka tidak peduli. Akhirnya, disebabkan pendustaan kaum ‘Ad terhadap Nabi Allah Hud ‘alaihissalam, maka Allah memberikan mereka azab berupa angin yang kencang. Allah ﷻ menyifati angin tersebut dengan kata صَرْصَرًا, yang para ulama menafsirkannya dengan dua penafsiran yaitu, angin tersebut sangat dingin dan memiliki suara yang keras sehingga memekakkan telinga mereka.
Pertanyaan dan Jawaban
Apakah dalam Islam ada hari sial?
Para ulama menjelaskan bahwa tidak ada hari sial dalam Islam. Allah ﷻ menyebutkan tentang hari sial maksudnya adalah kaum ‘Ad ditimpa angin yang kencang di hari sial untuk menunjukkan kepada kaum ‘Ad bahwa itu adalah hari dimana mereka diazab. Tentunya bagi orang-orang yang beriman hari itu bukanlah hari sial, karena Nabi Hud ‘alaihissalam dan pengikutnya tidak sial, bahkan mereka selamat dari azab tersebut.
Sifat Angin yang Menimpa Kaum ‘Ad
Sebagaimana telah kita bahas sedikit bahwa sifat angin tersebut صَرْصَرًا yang artinya angin tersebut sangat dingin yang menyakitkan mereka hingga ke dalam tulang-tulang, dan memiliki suara yang keras sehingga memekakkan telinga mereka, dan membuat mereka seperti pohon kurma yang tumbang.
Azab Kaum ‘Ad
Azab yang Terus-Menerus
Sebagian ulama menafsirkan bahwa maksud dari ungkapan azab yang terus-menerus adalah karena mereka diazab selama delapan hari tanpa berhenti. Sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa maksud dari azab yang terus-menerus adalah sejak angin tersebut datang, maka azab bagi mereka akan terus berkelanjutan hingga hari kiamat, yaitu setelah mereka di siksa dengan angin tersebut, maka di alam barzakh mereka juga disiksa tanpa henti hingga hari kiamat.