Makna Ayat
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:
{وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهٗ تَقْدِيْرًا}
{#dan Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.#} (Al-Furqan, [25:2])
Dan firman Allah SWT:
{سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَى الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوّٰى وَالَّذِيْ قَدَّرَ فَهَدٰى}
{#Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi, yang menciptakan dan yang menyempurnakan (penciptaan-Nya) dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk.#} (Al-A'la, [87:1]-[87:3])
Yakni Dia telah menentukan ukuran masing-masing makhluk-Nya dan memberi petunjuk kepada semua makhluk-Nya. Karena itulah maka para imam dari kalangan Ahlus Sunnah menyimpulkan dalil dari ayat ini yang membuktikan akan kebenaran dari takdir Allah yang terdahulu terhadap makhluk-Nya. Yaitu pengetahuan Allah SWT akan segala sesuatu sebelum kejadiannya dan ketetapan takdir-Nya terhadap mereka sebelum mereka diciptakan oleh-Nya.
Dalil-Dalil dari Hadis
Dan dengan ayat ini serta ayat-ayat lainnya yang semakna, juga hadis-hadis yang sahih, kalangan Ahlus Sunnah membantah pendapat golongan Qadariyah, yaitu suatu golongan yang muncul di penghujung masa para sahabat. Kami telah membicarakan hal ini dengan rinci berikut semua hadis yang berkaitan dengannya di dalam Syarah Kitabul Iman, bagian dari Syarah Imam Bukhari. Berikut ini kami akan mengetengahkan sebagian hadis-hadis yang berkaitan dengan ayat yang mulia ini.
Hadis Pertama
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki', telah menceritakan kepada kami Sufyan As-Sauri, dari Ziad ibnu Ismail As-Sahmi, dari Muhammad ibnu Abbad ibnu Ja'far, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa orang-orang musyrik Quraisy datang kepada Nabi SAW dengan tujuan berdebat dengannya dalam masalah takdir, maka turunlah ayat: {#(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka pada wajahnya. (Dikatakan kepada mereka), "Rasakanlah sentuhan api neraka." Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.#} (Al-Qamar, [54:48]-[54:49])
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Turmuzi serta Ibnu Majah melalui hadis Waki' dari Sufyan As-Sauri dengan sanad yang sama.
Hadis Kedua
Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Ali, telah menceritakan kepada kami Ad-Dahhak ibnu Makhlad, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnul Haris, dari Amr ibnu Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya yang mengatakan bahwa ayat-ayat berikut tiada lain diturunkan berkaitan dengan ahli qadar, yaitu firman Allah SWT: {#Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka pada wajahnya. (Dikatakan kepada mereka), "Rasakanlah sentuhan api neraka." Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.#} (Al-Qamar, [54:47]-[54:49])
Hadis Ketiga
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Sahl ibnu Saleh Al-Intaki, telah menceritakan kepadaku Qurrah ibnu Habib, dari Kinanah, telah menceritakan kepadaku Jarir ibnu Hazim, dari Sa'id ibnu Amr ibnu Ja'dah, dari Ibnu Zurarah, dari ayahnya, dari Nabi SAW, bahwa beliau membaca firman-Nya: {#(Dikatakan kepada mereka), "Rasakanlah sentuhan api neraka." Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukurannya.#} (Al-Qamar, [54:48]-[54:49]) Lalu Nabi SAW bersabda: "Ayat ini diturunkan berkenaan dengan sebagian dari umatku yang kelak ada di akhir zaman, mereka mendustakan takdir Allah."
Hadis Keempat
Telah menceritakan pula kepada kami Al-Hasan ibnu Arafah, telah menceritakan kepada kami Marwan ibnu Syuja' Al-Jazari, dari Abdul Malik ibnu Juraij, dari Ata ibnu Abu Rabah yang mengatakan bahwa ia datang kepada Ibnu Abbas yang saat itu sedang menimba air dari sumur zamzam, sedangkan bagian bawah kainnya kebasahan. Lalu aku berkata kepadanya, bahwa sebagian orang ada yang membicarakan masalah takdir. Maka Ibnu Abbas berkata, "Benarkah mereka telah membicarakannya?" Aku menjawab, "Ya." Maka dia berkata, "Demi Allah, tiadalah ayat berikut diturunkan melainkan berkenaan dengan mereka," yaitu firman-Nya: {#Rasakanlah sentuhan api neraka. Sesunguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.#} (Al-Qamar, [54:48]-[54:49]) Mereka adalah seburuk-buruk umat ini, maka janganlah kamu jenguk orang-orang sakit mereka, jangan pula kamu menyalatkan orang-orang mati mereka. Dan jika kamu menjumpai seseorang dari mereka, coloklah matanya dengan kedua jarimu.
Hadis Kelima
Imam Ahmad meriwayatkan hadis ini melalui jalur lain yang sebagiannya ada yang berpredikat marfu'. Ia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abul Mugirah, telah menceritakan kepada kami Al-Auzai', dari sebagian saudara-saudaranya, dari Muhammad ibnu Ubaidul Makki, dari Abdullah ibnu Abbas yang mengatakan bahwa pernah dikatakan kepadanya perihal seorang lelaki yang baru tiba di kalangan mereka, lelaki itu mendustakan takdir. Maka Ibnu Abbas berkata, "Tunjukkanlah (tuntunlah) aku kepadanya -yang saat itu Ibnu Abbas telah buta-." Mereka bertanya, "Hai Abul Abbas, apakah yang hendak engkau lakukan terhadapnya?" Ibnu Abbas menjawab, "Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, sesungguhnya jika aku dapat menangkapnya, aku benar-benar akan menggigit hidungnya hingga putus. Dan sesungguhnya jika yang kutangkap itu adalah lehernya, aku benar-benar akan meremukkan kepalanya, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
{كَاَنِّيْ بِنِسَاءِ بَنِيْ فِهْر يَطُفْنَ بِالْخَزْرَجِ تَصْطَفِقُ اَلَيَاتُهُنَّ مُشْرِكَاتٍ هَذَا اَوَّلُ شِرْكِ هٰذِهِ الْاُمَّةِ وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهٖ لَيَنْتَهِيَنَّ بِهِمْ سُوْءُ رَأْيِهِمْ حَتّٰى يُخْرِجُوا اللّٰهَ مِنْ اَنْ يَكُوْنَ قَدَّرَ خَيْرًا كَمَا اَخْرَجُوْهُ مِنْ اَنْ يَكُوْنَ قَدَّرَ شَرًّا}
{#Seakan-akan (diperlihatkan) kepadaku kaum wanita Bani Fihr berkeliling di kalangan Bani Khazraj, sedangkan pantat mereka digoyang-goyangkan dalam keadaan musyrik. Itulah permulaan syirik yang terjadi di kalangan umat ini. Dan demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, sungguh benar-benar akan membinasakan diri mereka sendiri buruknya pendapat mereka, hingga mereka berani mengatakan bahwa Allah tidak menakdirkan kebaikan sebagaimana mereka pun tidak percaya bahwa Allah menakdirkan keburukan.#}
Hadis Keenam
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Yazid, telah menceritakan kepada kami Sa'id, dari Abu Ayyub, telah menceritakan kepadaku Abu Sakhr, dari Nafi' yang mengatakan bahwa Ibnu Umar mempunyai sahabat dari kalangan penduduk negeri Syam yang biasa saling berbalas surat dengannya. Kemudian Ibnu Umar berkirim surat kepadanya yang menyebutkan, "Sesungguhnya telah sampai kepadaku suatu berita yang mengatakan bahwa engkau telah memperbincangkan sesuatu mengenai takdir, maka sejak sekarang engkau tidak usah lagi berkirim surat kepadaku (putuslah hubunganku denganmu), karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
{سَيَكُوْنُ فِيْ اُمَّتِيْ اَقْوَامٌ يُكَذِّبُوْنَ بِالْقَدَرِ}
{#Kelak di kalangan umatku akan ada beberapa kaum yang mendustakan takdir.#}
Hadis Ketujuh
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Rasyidin, dari Abu Sakhr Humaid ibnu Ziad, dari Nafi', dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
{سَيَكُوْنُ فِيْ هٰذِهِ الْاُمَّةِ مَسْخٌ اَلَا وَذَاكَ فِى الْمُكَذِّبِيْنَ بِالْقَدَرِ وَالزِّنْدِيْقِيَّةِ}
{#Kelak di kalangan umat ini terdapat kutukan. Ingatlah, hal itu terjadi di kalangan orang-orang yang mendustakan takdir dan kaum Zindiq.#}
Hadis Kedelapan
Imam Ahmad mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnut Tabba', telah menceritakan kepadaku Malik, dari Ziad ibnu Sa'd, dari Amr ibnu Muslim, dari Tawus Al-Yamani yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Ibnu Umar mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
{كُلُّ شَيْءٍ بِقَدَرٍ حَتَّى الْعَجْزُ وَالْكَيْسُ}
{#Segala sesuatu terjadi berdasarkan takdir hingga kelemahan dan kepandaian.#}
Hadis Kesembilan
Imam Muslim meriwayatkan hadis ini secara munfarid melalui Malik.
Hadis Kesepuluh
Di dalam hadis sahih telah disebutkan sebagai berikut:
{اِسْتَعِنْ بِاللّٰهِ وَلَا تَعْجِزْ فَاِنْ اَصَابَكَ اَمْرٌ فَقُلْ: قَدَّرُ اللّٰهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ وَلَا تَقُلْ: لَوْ اَنِّيْ فَعَلْتُ لَكَانَ كَذَا فَاِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ}
{#Mohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu lemah. Jika kamu tertimpa suatu perkara, maka katakanlah, "Allah telah menakdirkan (nya), apa yang Dia kehendaki pasti terjadi." Dan janganlah kamu mengatakan bahwa seandainya aku melakukan anu, niscaya hal ini tidak terjadi. Karena sesungguhnya law (mengandai-andai) membuka pintu masuk bagi perbuatan setan.#}
Hadis Kesebelas
Di dalam hadis yang dikemukakan oleh Ibnu Abbas disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda kepadanya:
{وَاعْلَمْ اَنَّ الْاُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعُوْا عَلٰى اَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللّٰهُ لَكَ لَمْ يَنْفَعُوْكَ وَلَوِ اجْتَمَعُوْا عَلٰى اَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللّٰهُ عَلَيْكَ لَمْ يَضُرُّوْكَ. جَفَّتْ الْأَقْلَامُ وَطُوِيَتِ الصُّحُفُ}
{#"Ketahuilah bahwa sekiranya umat ini bersatu untuk memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu yang tidak ditakdirkan oleh Allah bagimu, niscaya mereka tidak akan dapat memberikannya kepadamu. Dan seandainya mereka bersatu untuk menimpakan mudarat kepadamu dengan sesuatu yang tidak ditakdirkan oleh Allah atas dirimu, niscaya mereka tidak dapat menimpakan mudarat itu kepadamu. Telah kering semua pena dan semua lembaran telah ditutup."#}
Hadis Keduabelas
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Siwar, telah menceritakan kepada kami Al-Lais, dari Mu'awiyah, dari Ayyub. ibnu Ziad, telah menceritakan kepadaku Ubadah ibnul Walid ibnu Ubadah, telah menceritakan kepadaku ayahku, bahwa ia menjenguk Ubadah yang sedang sakit yang menurut pendapatnya tidak ada harapan lagi untuk dapat sembuh. Lalu ia berkata, "Wahai Ayahku, berwasiatlah kepadaku dan bersungguh-sungguhlah bagiku." Maka Ubadah mengatakan, "Dudukkanlah aku." Setelah mereka mendudukkannya, ia berkata, "Hai Anakku, sesungguhnya engkau masih belum merasakan manisnya iman dan masih belum sampai kepada hakikat ilmu mengenai Allah sebelum engkau beriman kepada takdir, takdir yang baik dan takdir yang buruk." Aku bertanya, "Hai Ayahku, bagaimanakah caranya agar aku dapat mengetahui takdir yang baik dan takdir yang buruk?" Ia menjawab, "Perlu engkau ketahui bahwa apa yang luput darimu sudah menjadi takdir tidak akan mengenai dirimu, dan apa yang mengenai dirimu sudah menjadi takdir tidak akan luput darimu. Hai Anakku, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
{اِنَّ اَوَّلَ مَا خَلَقَ اللّٰهُ الْقَلَمُ. ثُمَّ قَالَ لَهُ: اكْتُبْ. فَجَرَى فِي تِلْكَ السَّاعَةِ بِمَا هُوَ كَائِنٌ اِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ}
{#"Sesungguhnya yang pertama diciptakan oleh Allah ialah Al-Qalam, kemudian Allah berfirman kepadanya, 'Tulislah!' Maka di saat itu juga Al-Qalam bergerak menulis tentang semua makhluk yang akan terjadi sampai hari kiamat."#}
Hai Anakku, jika engkau mati dalam keadaan tidak beriman terhadapnya, niscaya masuk nerakalah kamu."
Hadis Keduapuluh
Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Mansur, dari Rib'i ibnu Khirasy, dari seorang lelaki, dari Ali ibnu Abu Talib yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{*لا يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتّٰى يُؤْمِنَ بِاَرْبَعٍ: يَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاَنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ بَعَثَنِيْ بِ
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.