Ayat 83-87
Allah SWT berfirman: (Maka mengapa ketika sampai) yaitu ruh (di kerongkongan) yaitu, tenggorokan. Hal ini terjadi di saat seseorang mengalami sekarat, Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Sekali-kali jangan. Apabila napas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan (26) dan dikatakan (kepadanya), "Siapakah yang dapat menyembuhkan?” (27) Dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia) (28) dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan) (29) kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu digiring (30)) (Surah Al-Qiyamah)
Oleh karena itu Allah berfirman di sini: (padahal ketika itu kamu melihat (84)) yaitu kepada orang yang sedang mengalami sakaratul maut (dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu) yaitu malaikat-malaikat Kami (Tetapi kamu tidak melihat) yaitu, tetapi kalian tidak melihat mereka, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya (61) Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah. Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dialah Pembuat perhitungan yang paling cepat (62)) (Surah Al-An'am)
Firman Allah SWT: (maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)? (86) Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya))
Makna Ayat
Maknanya adalah bahwa mengapa kalian tidak mengembalikan ruh yang sekarang sampai di kerongkonganmu ke tempatnya semula dalam tubuhmu, jika kalian merasa tidak berada dalam kekuasaan Allah?
Pelajaran dari Ayat
Ibnu Abbas berkata bahwa maknannya adalah dihisab. Diriwayatkan juga hal yang serupa dari Mujahid, Ikrimah, Al-Hasan, Qatadah, dan Adh-Dhahhak.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.