Firman Allah SWT
Firman Allah SWT:
{ثُمَّ لَمْ تَكُنْ فِتْنَتُهُمْ}
{#Kemudian tiadalah fitnah mereka.#} (Al-An'am, [6:23])
Yakni alasan mereka.
{اِلَّآ اَنْ قَالُوْا وَاللّٰهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِيْنَ}
{#Kecuali mengatakan, "Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah."#} (Al-An'am, [6:23])
Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: {#Kemudian tiadalah fitnah mereka.#} (Al-An'am, [6:23]) Yakni hujjah mereka. Dan menurut Ata Al-Khurrasani, dari Ibnu Abbas disebutkan alasan mereka. Hal yang sama dikatakan oleh Qatadah. Menurut Ibnu Juraij, dari Ibnu Abbas, disebutkan jawaban mereka.
Hal yang sama telah dikatakan pula oleh Ad-Dahhak.
Ata Al-Khurrasani mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: {#Kecuali mengatakan, "Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah."#} (Al-An'am, [6:23])
Ibnu Jarir mengatakan, pendapat yang benar ialah yang mengatakan bahwa tiadalah jawaban mereka ketika Kami menguji mereka, yakni alasan yang mereka kemukakan tentang kemusyrikan yang pernah mereka lakukan itu. {#Kemudian tiadalah fitnah mereka.#} (Al-An'am, [6:23]) Yakni cobaan mereka ketika mereka diuji. {#Kecuali mengatakan, "Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah."#} (Al-An'am, [6:23])
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Yahya Ar-Razi' dari Amr ibnu Abu Qais, dari Mutarrif, dari Al-Minhal, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa ia pernah kedatangan seorang lelaki yang langsung bertanya kepadanya mengenai makna firman-Nya: {#Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah.#} (Al-An'am, [6:23]) Ibnu Abbas menjawab, adapun mengenai firman-Nya: {#Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah.#} (Al-An'am, [6:23]) Maka sesungguhnya mereka ketika melihat bahwa tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang salat, maka mereka mengatakan, Marilah kita ingkari." Ketika mereka hendak mengingkarinya, maka Allah mengunci mulut mereka sehingga tidak dapat berbicara, dan tangan serta kaki merekalah yang bersaksi; mereka tidak dapat menyembunyikan suatu peristiwa pun dari Allah. Maka apakah di dalam kalbumu sekarang masih terdapat sesuatu? Sesungguhnya tiada sesuatu pun dari Al-Qur'an melainkan diturunkan suatu keterangan mengenainya, tetapi kalian tidak mengerti takwilnya.
Ayat yang Berkenaan dengan Orang-Orang Munafik
Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa ayat ini berkenaan dengan orang-orang munafik. Tetapi pendapat ini masih perlu dipertimbangkan, mengingat ayat ini Makkiyyah, sedangkan orang-orang munafik baru ada dalam periode Madaniyyah, dan ayat yang diturunkan berkenaan dengan orang-orang munafik adalah dalam surat Al-Mujadilah, yaitu firman-Nya:
{يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا فَيَحْلِفُوْنَ لَهٗ}
{#(Ingatlah) hari (ketika) mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan orang musyrik).#} (Al-Mujadalah, [58:18]), hingga akhir ayat.
Di dalam surat ini disebutkan pula hal yang berkenaan dengan mereka melalui firman-Nya:
{اُنْظُرْ كَيْفَ كَذَبُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ}
{#Lihatlah bagaimana mereka telah berdusta terhadap diri mereka sendiri dan hilanglah dari mereka sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan.#} (Al-An'am, [6:24])
Ayat ini semakna dengan apa yang terdapat di dalam firman-Nya:
{ثُمَّ قِيْلَ لَهُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْ تُشْرِكُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ قَالُوْا ضَلُّوْا عَنَّا}
{#Kemudian dikatakan kepada mereka, "Manakah berhala-berhala yang selalu kalian persekutukan, (yang kalian sembah) selain Allah?" Mereka menjawab, "Mereka telah hilang lenyap dari kami."#} (Ghafir, [40:73]-[40:74]), hingga akhir ayat.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.