Makna Umat
Menurut Mujahid, makna umamun ialah berbagai macam jenis yang nama-namanya telah dikenal. Menurut Qatadah, burung-burung adalah umat, manusia adalah umat, begitu pula jin.
Makna Firman Allah SWT
As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Melainkan umat-umat (juga) seperti kalian.#} (Al-An'am, [6:38]) Yakni makhluk juga, sama seperti kalian.
Firman Allah SWT
{مَا فَرَّطْنَا فِى الْكِتٰبِ مِنْ شَيْءٍ}
{#Tiadalah Kami lupakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab.#} (Al-An'am, [6:38])
Maksudnya, semuanya ada berdasarkan pengetahuan dari Allah, tiada sesuatu pun dari semuanya yang dilupakan oleh Allah rezeki dan pengaturannya, baik ia sebagai hewan darat ataupun hewan laut. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah dalam ayat lain:
{وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ}
{#Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).#} (Hud, [11:6])
Yakni tertulis nama-namanya, bilangannya, serta tempat-tempatnya, dan semua gerakan serta diamnya terliputi semuanya dalam tulisan itu. Allah SWT telah berfirman pula:
{وَكَاَيِّنْ مِّنْ دَاۤبَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللّٰهُ يَرْزُقُهَا وَاِيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ}
{#Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepada kalian, dan Dia Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.#} (Al-Ankabut, [29:60])
Riwayat Ibnu Abbas
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Na'im, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari ayahnya, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: {#kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.#} (Al-An'am, [6:38]) Bahwa penghimpunannya ialah bila telah mati.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir melalui jalur Israil, dari Sa'id, dari Masruq, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas; disebutkan bahwa matinya hewan-hewan merupakan saat penghimpunannya. Hal yang sama telah diriwayatkan pula oleh Al-Aufi, dari Ibnu Abbas.
Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa telah diriwayatkan dari Mujahid dan Ad-Dahhak hal yang semisal.
Pendapat Kedua
Pendapat yang kedua mengatakan, penghimpunannya ialah saat hari berbangkit, yaitu di hari kiamat nanti, berdasarkan firman Allah SWT:
{وَاِذَا الْوُحُوْشُ حُشِرَتْ}
{#Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan.#} (At-Takwir, [81:5])
Hadis Rasulullah SAW
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Sulaiman, dari Munzir As-Sauri, dari guru-guru mereka, dari Abu Dzar, bahwa Rasulullah SAW melihat dua ekor domba yang sedang adu tanduk (bertarung), lalu Rasulullah SAW bersabda: "Hai Abu Dzar, tahukah kamu mengapa keduanya saling menanduk?" Abu Dzar menjawab, "Tidak." Nabi SAW bersabda, "Tetapi Allah mengetahui, dan Dia kelak akan melakukan peradilan di antara keduanya."
Abdur Razzaq meriwayatkannya dari Ma'mar, dari Al-A'masy, dari orang yang disebutkannya, dari Abu Dzar yang menceritakan bahwa ketika para sahabat sedang berada di hadapan Rasulullah SAW, tiba-tiba ada dua kambing jantan saling menanduk (berlaga). Maka Rasulullah SAW bersabda: "Tahukah kalian mengapa keduanya tanduk-menanduk?" Mereka (para sahabat) menjawab, "Kami tidak tahu." Rasulullah SAW bersabda, "Tetapi Allah mengetahui, dan kelak Dia akan mengadakan peradilan di antara keduanya."
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir. Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya pula melalui jalur Munzir As-Sauri, dari Abu Zar, lalu ia menyebutkannya, tetapi ditambahkan bahwa Abu Zar berkata, "Dan sesungguhnya Rasulullah SAW meninggalkan kami, sedangkan tidak sekali-kali ada seekor burung mengepakkan sayapnya di langit melainkan beliau SAW menceritakan kepada kami pengetahuan mengenainya."
Abdullah ibnu Imam Ahmad telah mengatakan di dalam kitab musnad ayahnya, bahwa telah menceritakan kepadaku Abbas ibnu Muhammad dan Abu Yahya Al-Bazzar; keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Nasir, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Al-Awwam ibnu Muzahim, dari Bani Qais ibnu Sa'labah, dari Abu Usman An-Nahdi, dari Usman RA, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
{اِنَّ الجَمَّاءَ لَتَقْتَصُّ مِنَ الْقُرَنَاءِ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ}
{#"Sesungguhnya hewan yang tidak bertanduk benar-benar akan menuntut hukum qisas terhadap hewan yang bertanduk (yang telah menanduknya) kelak di hari kiamat."#}
Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Ja'far ibnu Barqan, dari Yazid ibnul Asam, dari Abu Hurairah sehubungan dengan firman-Nya: {#melainkan umat-umat (juga) seperti kalian. Tiadalah Kami lupakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.#} (Al-An'am, [6:38]) Bahwa semua makhluk kelak di hari kiamat dihimpunkan, termasuk semua binatang ternak, binatang-binatang lainnya, burung-burung, dan semua makhluk. Kemudian keadilan Allah pada hari itu menaungi semuanya sehingga hewan yang tidak bertanduk mengqisas hewan bertanduk yang pernah menanduknya. Setelah itu Allah berfirman, "Jadilah kamu sekalian tanah." Karena itulah orang kafir (pada hari itu) mengatakan, seperti yang disitir oleh firman-Nya: {#Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.#} (An-Naba, [78:40])
Hal ini telah diriwayatkan secara marfu' di dalam hadis yang menceritakan sur (sangkakala).
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.