Makna Kata
Makna Kata Ghabn
Ghabn adalah kata yang berasal dari bahasa Arab yang berarti kekurangan, kerugian, tidak mendapatkan bagian/kesempatan yang terluputkan, dan terperdaya.
Makna Kata At-Taghobun
At-Taghobun adalah salah satu dari nama-nama hari kiamat yang berasal dari kata الْغَبْنُ yang berarti kekurangan atau kerugian.
Makna Kata Tasbih
Tasbih adalah kata yang berasal dari bahasa Arab yang berarti mensucikan Allah dari segala kekurangan atau aib.
Makna Kata Kesyirikan
Kesyirikan adalah lawan dari tasbih atau mensucikan Allah, yaitu menyekutukan Allah dengan berbagai macam bentuk.
Makna Kata Kekuasaan Allah
Kekuasaan Allah adalah kekuasaan yang maha meliputi segala sesuatu, sehingga Dia satu-satunya yang berhak untuk disembah bukan yang lainnya.
Pelajaran dari Ayat
Pelajaran dari Ayat Pertama
Ayat pertama dari surah at-taghobun menjelaskan bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah, dan ini merupakan bantahan kepada kesyirikan yang terus berjalan di alam semesta ini.
Pelajaran dari Ayat Kedua
Ayat kedua dari surah at-taghobun menjelaskan bahwa segala sesuatu adalah milik Allah, dan kepemilikan yang sesungguhnya hanyalah milik Allah.
Pelajaran dari Ayat Ketiga
Ayat ketiga dari surah at-taghobun menjelaskan bahwa Allah maha kuasa atas segala sesuatu, sehingga Dia satu-satunya yang berhak untuk disembah bukan yang lainnya.
Kaitan Surat ini dengan Surat Sebelumnya
Surah at-taghobun memiliki kaitan dengan surah al-munafiqun karena di surah al-munafiqun Allah berfirman tentang penyesalan seseorang yang di dunia tidak sempat untuk berinfak atau lalai dari berinfak karena tersibukkan dengan hartanya dan tersibukkan dengan anak-anaknya.
Inti Surat ini
Inti surat at-taghobun adalah untuk menjelaskan betapa banyak penyesalan-penyesalan yang dirasakan pada hari kiamat, entah itu penyesalan-penyesalan dari orang-orang kafir ataupun penyesalan-penyesalan dari orang-orang yang beriman, bahkan penyesalan-penyesalan yang berasal dari orang-orang yang berinfak karena mereka ketika di akhirat menyadari bahwa infak yang mereka keluarkan tatkala di dunia masih kurang dan seandainya dia berinfak di dunia dengan infak yang lebih banyak tentu pahala yang didapatkan ketika di akhirat jauh lebih besar di sisi Allah.