Ayat 11-13
Allah SWT berfirman seraya memberitahukan kembali apa yang Dia ceritakan dalam surah Al-Hadid (Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah) (Surah Al-Hadid: 22) Demikian pula di sini Allah berfirman: (Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah) Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud adalah dengan perintah Allah, yaitu dengan kekuasaan dan kehendakNya.
(Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu) yaitu barang siapa yang ditimpa musibah maka dia tahu bahwa itu sesuai dengan ketentuan dan takdir Allah, maka dia bersabar, bermuhasabah, dan menyerahkan diri kepada ketentuan Allah. Allah memberi petunjuk kepada hatinya dan menggantikan apa yang terlewat darinya dari perkara dunia dengan petunjuk di hatinya dan keyakinan yang benar, dan terkadang akan diganti untuknya sesuatu yang atau kebaikan yang diambil darinya
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya (Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya) yaitu Allah memberi petunjuk kepada hatinya untuk yakin, sehingga dia mengetahui bahwa apa yang menimpanya itu tidak bisa dihindari dan apa yang dia lewatkan tidak akan menimpanya
Diriwayatkan dari Abu Zhibyan, dia berkata: “Kami berada di samping Alqamah, lalu dia membaca ayat ini (Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya), lalu ditanya tentang itu, kemudian dia menjawab: “Ini adalah seseorang yang tertimpa musibah, kemudian dia mengetahui bahwa itu dari sisi Allah, lalu dia ridha dan berserah diri"
yaitu mengembalikan segala sesuatunya dan mengatakan: (Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan hanya kepada-Nyalah kami dikembalikan) (Surah Al-Baqarah: 156)
Firman Allah: (Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul) perintah untuk taat kepada Allah dan RasulNya, yaitu dengan mengerjakan syariatNya, mengerjakan apa yang Dia perintahkan, dan meninggalkan apa yang Dia larang dan Dia haramkan. Kemudian Allah berfirman: (jika kamu berpaling, maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang) yaitu jika kalian enggan mengamalkannya, maka sesungguhnya baginya hanyalah menjalankan apa yang ditugaskan, yaitu menyampaikan risalah, dan diwajibkan atas kalian melakukan apa yang dibebankan kepada kalian, yaitu mendengar dan menaatinya.
Az-Zuhri berkata bahwa yang dari Allah adalah risalah, dan tugas Rasul adalah menyampaikannya. Kemudian Allah SWT berfirman seraya memberitahukan bahwa Dia adalah Dzat Maha Esa, tempat bergantung segala sesuatu yang tidak ada Tuhan selain Dia. Maka Allah SWT berfirman: ((Dialah) Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakal kepada Allah saja (13)) Bagian pertama dari ayat ini merupakan pemberitahuan tentang keesaan Allah, tetapi makna yang dimaksud adalah kalimat perintah yakni “Esakanlah penyembahan itu hanya kepadaNya, dan ikhlaskanlah ketaatan itu hanya kepadaNya, lalu bertawakallah kepadaNya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: ((Dialah) Tuhan timur dan barat, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung (9)) (Surah Al-Muzzammil)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.