Makna ayat
Pada ayat ini, Allah ﷻ memberikan gambaran tentang penduduk suatu negeri yang diberikan azab karena membangkang perintah Allah ﷻ.
Dalam mempelajari tafsir, kita harus membagi setiap surah menjadi beberapa paragraf. Ketika kita telah mengetahui suatu surah terdiri dari beberapa paragraf, maka kemudian kita mencari tahu apa kaitan antara suatu paragraf setelahnya dengan paragraf sebelumnya. Dengan demikian kita akan tahu mengapa suatu paragraf diletakkan pada paragraf tersebut.
Lantas apa kaitannya firman Allah ﷻ ini (paragraf baru ini) dengan masalah perceraian? Sebagian ahli tafsir menjelaskan bahwa Allah ﷻ mengingatkan permasalahan cerai adalah perkara yang berat. Oleh karenanya Allah ﷻ berfirman telah berfirman,
وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ وَمَنْ يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ
“Itulah hukum-hukum Allah, dan barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah, maka sungguh, dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.” (QS. Ath-Thalaq : 1)
ذَلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
“Demikianlah peringatan itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat.” (QS. Ath-Thalaq : 2)
Artinya seakan-akan Allah ﷻ berkata, “Jangan sampai kalian melanggar batasan-batasan-Ku dalam masalah perceraian. Jika kalian melanggarnya, maka Aku akan memberikan siksaan-siksaan bagi kalian sebagaimana orang yang melanggar pada suatu negeri juga Kami berikan siksaan”. (45)
Oleh karenanya orang-orang yang melakukan perceraian, baik yang menceraikan atau dicerai, banyak di antara mereka tidak bertakwa kepada Allah ﷻ. Padahal jika mereka bertakwa, maka bisa jadi mereka yang mencerai mendapat pahala, dan yang dicerai pun bisa mendapat pahala. Akan tetapi tatkala sang laki-laki atau wanita melanggar aturan-aturan Allah dalam kasus perceraian, maka mereka diberi kesengsaraan oleh Allah ﷻ. Dan kesengsaraan itu bisa dengan berbagai macam hal, bisa dengan susah merasakan kebahagiaan, bisa dengan kehidupan ekonomi yang tidak baik, bisa dengan hubungan dengan anak yang tidak baik, dan yang lainnya.
Maka karena ada sebagian orang-orang yang melanggar batasan-batasan Allah ﷻ dalam hal perceraian, Allah ﷻ pun kemudian menyebutkan tentang bagaimana negeri-negeri yang Allah ﷻ hancurkan disebabkan karena pembangkangan mereka terhadap perintah Allah ﷻ.