Makna Ayat
Penghuni neraka kelak akan ditanya tentang apakah telah datang pemberi peringatan bagi mereka ketika di dunia, dan mereka tidak bisa mengingkari dan akan mengatakan bahwa benar dahulu mereka telah diutus seorang pemberi peringatan.
Kemudian firman Allah,
إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ كَبِيرٍ
“Kalian sebenarnya di dalam kesesatan yang besar.”
Penggalan ayat ini memiliki dua tafsiran di kalangan para ulama.
Tafsiran Pertama
Tafsiran pertama, menyebutkan bahwa pernyatan ini (Kalian sebenarnya di dalam kesesatan yang besar) adalah lanjutan dari perkataan para malaikat penjaga neraka Jahannam kepada orang-orang kafir yang masuk ke dalam neraka. Yaitu kalian “wahai orang-orang kafir” dahulu menolak dan mendustakan para Rasul, maka kalian berada dalam kesesatan yang nyata dan pada saat itu, sehingga sekarang kalian dimasukkan ke dalam neraka Jahannam.
Tafsiran Kedua
Tafsiran kedua menyebutkan bahwa pernyataan ini (Kalian sebenarnya di dalam kesesatan yang besar) adalah perkataan orang-orang kafir kepada para Rasul dahulu ketika mereka masih hidup. Mereka orang-orang kafir mengatakan dan menuduh bahwa para rasul itulah yang sesat. Dan perkataan orang-orang kafir yang seperti ini banyak terdapat di dalam ayat-ayat Al-Quran.
Contoh Ayat
Di antaranya adalah ketika Nabi Nuh ‘alaihissalam yang dituduh sesat oleh kaumnya, sehingga dia berkata kepada kaumnya,
قَالَ يَاقَوْمِ لَيْسَ بِي ضَلَالَةٌ وَلَكِنِّي رَسُولٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Dia (Nuh) menjawab, ‘Wahai kaumku, aku tidak sesat. Akan tetapi aku ini seorang Rasul dari Tuhan seluruh alam’.” (QS. Al-A’raf : 61)
Demikian pula Nabi Muhammad ﷺdituduh sebagai orang yang sesat. Allah ﷻ berfirman,
وَإِذَا رَأَوْكَ إِنْ يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًا أَهَذَا الَّذِي بَعَثَ اللَّهُ رَسُولًا، إِنْ كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ آلِهَتِنَا لَوْلَا أَنْ صَبَرْنَا عَلَيْهَا
“Dan apabila mereka melihat engkau (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan engkau sebagai ejekan (dengan mengatakan), ‘Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul? Sungguh, hampir saja dia menyesatkan kita dari sesembahan kita, seandainya kita tidak tetap bersabar terhadapnya (kesyirikan)’.” (QS. Al-Furqan : 41-42)
Mereka orang-orang kafir menuduh bahwa Nabi Muhammad ﷺadalah sesat. Maka dari itu Allah ﷻ mengatakan,
وَسَوْفَ يَعْلَمُونَ حِينَ يَرَوْنَ الْعَذَابَ مَنْ أَضَلُّ سَبِيلًا
“Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya.” (QS. Al-Furqan : 42)