Makna kata
Makna الْخَبِيرُ
الْخَبِيرُ dalam bahasa Arab yaitu ذُوْ خِبْرَةٍ (yang memiliki keahlian). Kalau kita berbicara tentang manusia, tidaklah seseorang dikatakan Khabiir kecuali dia telah belajar secara mendalam sehingga dia mengetahui seluk-beluk apa yang dia dalami tersebut. Kalau dalam bahasa Indonesia Khabiir bisa diartikan sebagai pakar. Dan para ulama mengatakan bahwa الْخَبِيرُ lebih dalam maknanya daripada الْعَلِيْمُ, adapun الْخَبِيرُ adalah mengetahui secara detail dan terperinci. Jadi al-Khobiir adalah sifat al-‘Aliim tapi pada perkara yang detail.
Makna اللَّطِيفُ
Kata اللَّطِيفُ secara bahasa yaitu Allah Maha Lembut. Ibnul Qayyim mengatakan bahwa للَّطِيفُ bisa dibawa kepada dua makna. Makna pertama, maknanya seperti makna Al-Khabiir, yaitu Allah ﷻ mengetahui perkara-perkara yang detail. Makna kedua, maknanya adalah Allah ﷻ menyampaikan kepada hamba-hamba-Nya kemaslahatan-kemaslahatan tanpa disadari oleh para hamba.
Makna ayat
Makna ayat أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ
Allah ﷻ mengatakan demikian untuk menunjukkan bahwa Allah ﷻ Maha Mengetahui tentang apa yang dia ciptakan. Allah ﷻ yang menciptakan hati-hati manusia, maka tentu Allah tahu isi hati-hati tersebut. Allah ﷻ yang menciptakan lisan-lisan manusia, maka tentu Allah juga tahu apa yang dibisik-bisikkan oleh lisan-lisan mereka.
Makna ayat إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Ketika Allah ﷻ mengatakan bahwa Dia Khabiir terhadap apa yang manusia kerjakan, artinya Allah tahu bagaimana amal seseorang, bagaimana proses terjadinya amal tersebut, serta mengetahui hal yang melatarbelakangi amalan tersebut, dan mengetahui apa yang terjadi setelah amalan tersebut dikerjakan.
Makna ayat وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا
Allah ﷻ berfirman, “Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Isra’ : 17)
Makna ayat قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Allah ﷻ berfirman, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan’.” (QS. An-Nur : 30)
Makna ayat يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ
Allah ﷻ berfirman, “Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada.” (QS. Ghafir : 19)
Makna ayat إِنْ تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ
Allah ﷻ berfirman, “Jika kamu menyeru mereka, mereka tidak mendengar seruanmu, dan sekiranya mereka mendengar, mereka juga tidak memperkenankan permintaanmu. Dan pada hari Kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan (ini) kepadamu seperti yang diberikan oleh (Allah) Yang Mahateliti.” (QS. Fathir : 14)
Makna ayat يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ
Allah ﷻ berfirman, “(Luqman berkata): “Wahai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (QS. Luqman : 16)
Makna ayat إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا
Allah ﷻ berfirman, “Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Isra’ : 30)
Makna ayat وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ
Allah ﷻ berfirman, “Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahateliti terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya, Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura : 27)
Makna ayat أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
Allah ﷻ berfirman, “Maka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al-Mu’minun : 115)
Makna ayat وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
Allah ﷻ berfirman, “Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya. Tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Al-An’am : 59)