Takwa Secara Bahasa dan Maknanya
Takwa secara bahasa adalah اِتِّخَاذُ الْوِقَايَةِ yaitu membuat penghalang, artinya penghalang antara dirinya dan neraka. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ,
اِتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ
“Berlindunglah kalian dari api neraka walaupun dengan separuh kurma.” (74)
Makna Takwa
Takwa adalah dengan meninggalkan maksiat-maksiat dan takwa harus meliputi seluruh tubuh baik luar maupun dalam(75). Janganlah kita hanya bertakwa secara zahir dan tidak bertakwa dari segi batin, sebagaimana sebagian orang yang secara zahir dia berpenampilan islami, menampakkan penampilan yang sunnah, tetapi hatinya dipenuhi dengan hasad, suuzan, sombong, angkuh, iri, dan yang lainnya. Maka orang yang seperti ini hakikatnya tidak bertakwa. Demikian pula jangan sampai kita bertakwa pada lisan, akan tetapi tidak bertakwa pada penglihatan dan berani untuk melihat hal-hal yang haram. Demikian juga jangan sampai kita tidak bertakwa pada pendengaran, membiarkan telinga mendengar hal-hal yang haram, mendengar ghibah dan namimah. Oleh karena itu kita harus bertakwa luar dan dalam.
Pelajaran dari Ayat
Sebagaimana firman Allah ﷻ,
وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ
“Dan pakaian takwa itulah yang paling baik.” (QS. Al-A’raf : 26)
Sebagaimana pakaian menutupi seluruh bagian tubuh, maka hendaknya bertakwa pada seluruh bagian dari tubuh kita agar bisa mendapatkan janji yang Allah ﷻ sebutkan dalam ayat ini yaitu surga yang penuh dengan kenikmatan. (76)