Berikut adalah teks yang telah diformat menjadi Markdown:
Firman Allah SWT
{وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْلِقُوْنَكَ بِاَبْصَارِهِمْ}
{#Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka.#} (Al-Qalam, [68:51])
Makna Kata
Ibnu Abbas dan Mujahid serta selain keduanya mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#benar-benar hampir menggelincirkan kamu.#} (Al-Qalam, [68:51]) Yakni mereka benar-benar hampir menembus dirimu.
{بِاَبْصَارِهِمْ}
{#dengan pandangan mereka.#} (Al-Qalam, [68:51])
Yaitu mereka hampir saja menimpakan penyakit 'ain terhadapmu melalui mata mereka.
Dengan kata lain, mereka dengki terhadapmu disebabkan kebencian mereka terhadapmu. Seandainya tidak ada pemeliharaan dari Allah terhadap dirimu dari kebencian mereka, tentulah penyakit ain yang ditimpakan oleh mereka akan mengenai dan menembus dirimu.
Di dalam makna ayat ini terkandung dalil yang menunjukkan bahwa penyakit 'ain itu ada dan pengaruhnya ada, tetapi dengan seizin Allah SWT Banyak hadis yang menerangkan masalah ini diriwayatkan melalui berbagai jalur yang cukup banyak.
Firman Allah SWT
{وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهٗ لَمَجْنُوْنٌ}
{#dan mereka berkata, "Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila."#} (Al-Qalam, [68:51])
Mereka memandang remeh dan hina kepada Nabi Muhammad SAW dan menyakitinya dengan lisan (ucapan) mereka, yaitu dengan mengatakan bahwa Muhammad benar-benar orang gila karena dia telah mendatangkan Al-Qur'an. Maka Allah SWT membantah ucapan mereka melalui firman berikutnya:
{وَمَا هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَ}
{#Dan Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat.#} (Al-Qalam, [68:52])
Hadis Anas ibnu Malik RA
Imam Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Daud Al-Ataki, telah menceritakan kepada kami Syuraih dan telah menceritakan kepada kami Al-Abbas Al-Anbari, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Syarik, dari Al-Abbas ibnu Zarih, dari Asy-Sya'bi, yang menurut Al-Abbas Al-Anbari, dari Anas yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
{لَا رُقْيَةَ اِلَّا مِنْ عَيْنٍ اَوْ حُمَةٍ اَوْ دَمٍ لَا يُرْقَأُ}
{#"Tiada ruqyah kecuali karena penyakit 'ain, atau demam atau pendarahan yang tidak pernah kering."#}
Hadis Buraidah ibnul Hasib RA
Abu Abdullah ibnu Majah mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Namir, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Sulaiman, dari Abu Ja'far Ar-Razi, dari Husain, dari Asy-Sya'bi, dari Buraidah ibnul Hasib yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{لَا رُقْيَةَ اِلَّا مِنْ عَيْنٍ اَوْ حُمَةٍ}
{#"Tiada pengobatan dengan ruqyah kecuali karena penyakit 'ain atau demam."#}
Hadis Abu Dzar alias Jundub ibnu Junadah RA
Al-Hafiz Abu Ya'la Al-Mausuli mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Muhammad ibnu Ur'urah ibnul Yazid As-Sami, telah menceritakan kepada kami Dailam ibnu Gazwan, telah menceritakan kepada kami Wahb ibnu Abu Dzar, dari Ibnu Harb, dari Abu Dzar yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{#Sesungguhnya 'ain itu benar-benar dapat meringankan tubuh seseorang dengan seizin Allah, maka ia naik meninggi, kemudian terjatuh darinya (ketinggian).#}
Hadis Habis At-Tamimi
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdus Samad, telah menceritakan kepada kami Harb, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abu Kasir, telah menceritakan kepadaku Hayyah ibnu Habis At-Tamimi, bahwa ayahnya pernah menceritakan kepadanya bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
{لَا شَيْءَ فِى الْهَامِّ وَالْعَيْنُ حَقٌّ وَاَصْدَقُ الطِّيَرَةِ الْفَأْلُ}
{#"Tidak mengapa berobat karena terkena racun, dan 'ain itu adalah hak (benar ada), dan tiyarah yang paling benar adalah rasa optimis."#}
Hadis Ibnu Abbas RA
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnul Walid, dari Sufyan, dari Duraid, telah menceritakan kepadaku Ismail ibnu Sauban, dari Jabir ibnu Yazid, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: 'Ain itu adalah hak (benar), 'ain itu adalah hak, ia dapat menurunkan orang yang mengapung (di udara). (Hadis berpredikat garib).
Hadis Abu Umamah alias As'ad ibnu Sahl ibnu Hanif RA
Ibnu Majah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hisyarn ibnu Ammar, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Az-Zuhri, dari Abu Umamah alias As'ad ibnu Hanif yang mengatakan bahwa Amir ibnu Rabi'ah menjumpai Sahl ibnu Hanif sedang mandi. Maka Amir ibnu Rabi'ah berkata, "Aku belum pernah menyaksikan pemandangan seperti hari ini, kulit tubuhnya kelihatan sangat bagus, tiada selembar pakaian pun yang menutupinya." Maka tidak lama kemudian Sahl jatuh pingsan, lalu ia dibawa menghadap kepada Rasulullah SAW dan dikatakan kepada beliau bahwa ia menjumpai Sahl dalam keadaan tidak sadarkan diri. Rasulullah SAW bertanya, "Siapakah orang yang kalian curigai sebagai sumbernya?" Mereka menjawab, "Amir ibnu Rabi'ah." Lalu Rasulullah SAW bersabda: "Teganya seseorang dari kalian membunuh (menyakiti) saudaranya. Apabila seseorang dari kalian melihai hal yang ia kagumi dari saudaranya, hendaklah ia mendoakan keberkatan baginya." Kemudian Rasulullah SAW meminta air dan memerintahkan kepada Amir untuk berwudu. Maka Amir membasuh mukanya dan kedua tangannya sampai kedua sikunya, dan membasuh kedua kakinya sampai kedua lututnya dan bagian dalam kain sarungnya, lalu Nabi SAW memerintahkan agar sisa air disiramkan pada sekujur tubuhnya.
Hadis Abu Sa'id 'Al-Khudri
Ibnu Majah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Abbad, dari Al-Jariri, dari Abu Nadrah, dari Abu Sa'id Al-Khudri yang mengatakan: "Dahulu Rasulullah SAW sering membaca ta'awwuz (memohon perlindungan kepada Allah) dari gangguan pandangan mata jin dan manusia. Dan ketika diturunkan surat Mu'awwizatain (Al-Falaq dan An-Nas), maka beliau meninggalkan semua bacaan ta'awwuz selain kedua surat itu."
Hadis lain
Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Abdus Samad ibnu Abdul Waris, telah menceritakan kepadaku ayahku, telah menceritakan kepadaku Abdul Aziz ibnu Suhaib, telah menceritakan kepadaku Abu Nadrah, dari Abu Sa'id, bahwa Malaikat Jibril datang kepada Nabi SAW, lalu bertanya, "Hai Muhammad, apakah engkau sakit?" Nabi SAW menjawab, "Ya." Jibril menjampinya dengan doa berikut:
{بِسْمِ اللّٰهِ اَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ وَعَيْنٍ يَشْفِيْكَ بِسْمِ اللّٰهِ اَرْقِيْكَ}
{#Dengan nama Allah aku meruqyahmu (mengobatimu) dari semua penyakit yang mengganggumu, dari kejahatan setiap diri, dan dari pandangan mata yang dengki kepadamu, semoga Allah menyembuhkamu. Dengan nama Allah aku meruqyahmu.#}
Hadis Abu Hurairah RA
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, dari Hammam ibnu Munabbih yang mengatakan bahwa berikut ini adalah apa yang diceritakan kepada kami oleh Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW yang telah bersabda:
{اِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ}
{#Sesungguhnya 'ain itu adalah hak (benar).#}
Hadis Asma binti Umais
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Amr ibnu Dinar, dari Urwah ibnu Amir, dari Ubaid ibnu Rifa'ah Az-Zurqi yang menceritakan bahwa Asma pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Bani Ja'far terkena penyakit 'ain, maka bolehkah aku meminta pengobatan secara ruqyah buat mereka?" Rasulullah SAW menjawab:
{نَعَمْ فَلَوْ كَانَ شَيْءٌ يَسْبِقُ الْقَدَرَ لَسَبَقَتْهُ الْعَيْنُ}
{#Ya, seandainya ada sesuatu yang dapat mendahului takdir, niscaya 'ain dapat mendahuluinya.#}
Hadis Aisyah RA
Ibnu Majah mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abul Khasib, telah menceritakan kepada kami Waki', dari Sufyan dan Mis'ar, dari Ma'bad ibnu Khalid, dari Abdullah ibnu Syaddad, dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW pernah menyuruhnya mencari ruqyah karena penyakit 'ain.
Hadis Sahl ibnu Hanif
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Husain ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Abu Uwais, telah menceritakan kepada kami Az-Zuhri, dari Abu Umamah ibnu Sahl ibnu Hanif, ayahnya pernah menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah SAW keluar melakukan perjalanan bersama para sahabatnya menuju Mekah. Ketika sampai di Lereng Al-Khazzar di Juhfah, Sahl ibnu Hanif mandi. Dia adalah seorang lelaki yang berkulit putih dan memiliki tubuh dan warna kulit yang bagus. Maka Amir ibnu Rabi'ah saudara Bani Addi ibnu Ka'b memergokinya ketika ia mandi, lalu Amir berkata, "Aku belum pernah melihat pemandangan seperti hari ini, tiada selembar kain pun yang menutupi kulitnya yang bagus itu." Maka saat itu juga Sahl jatuh pingsan, lalu dibawa ke hadapan Rasulullah SAW dan dikatakan kepada beliau, "Wahai Rasulullah, maukah engkau mengobati Sahl. Dia, demi Allah, tidak sadarkan dirinya dan masih dalam keadaan pingsan." Rasulullah SAW bertanya, "Apakah kalian mencurigai seseorang yang menjadi penyebabnya?" Mereka menjawab, "'Ini karena Amir memandangnya saat ia lagi mandi." Maka Rasulullah SAW memanggil Amir dan memarahinya seraya bersabda: Teganya seseorang dari kalian mengganggu saudaranya. Mengapa engkau tidak mendoakan keberkatan baginya jika engkau lihat darinya hal yang manakjubkan dirimu?. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, memerintahkan kepada Amir, "Mandilah kamu untuknya." Maka Amir membasuh mukanya, kedua tangannya, kedua sikunya, kedua lututnya dan ujung-ujung jari kedua kakinya serta bagian dalam kainnya dari setimba air, kemudian sisanya disiramkan oleh seseorang ke kepalanya dan punggungnya dari arah belakangnya, yaitu dengan menumpahkan sisa air timba itu. Setelah hal tersebut dilakukan, maka Sahl sadar kembali dan bergabung bersama orang-orang tanpa mengalami sedikit gangguan pun dan sehat wal afiat seperti sediakala.
Hadis Amir ibnu Rabi'ah
Imam Ahmad mengatakan di dalam kitab musnadnya, telah menceritakan kepada kami Waki', telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Isa, dari Umayyah ibnu Hindun, dari Sahl ibnu Hanif, dari Ubaidillah ibnu Amir yang mengatakan bahwa Amir ibnu Rabi'ah dan Sahl ibnu Hanif pergi dengan tujuan akan mandi. Lalu keduanya berangkat mencari kain penutup, dan Sahl menanggalkan kain jubahnya yang terbuat dari bulu domba. Maka aku memandangnya, dan ternyata pandangan mataku mengenainya, lalu Sahl turun ke air untuk mandi. Kemudian kudengar suara air seakan-akan dia terjatuh ke dalamnya, maka kudekati tempat mandinya dan kupanggil-panggil dia sebanyak tiga kali, tetapi dia tidak menjawab. Setelah itu aku datang kepada Nabi SAW dan menceritakan hal tersebut kepada beliau SAW Maka Rasulullah SAW datang dengan jalan kaki dan memasuki air untuk menolongnya, dan aku sempat melihat kedua betisnya yang putih. Lalu Rasulullah SAW memukul dada Sahl seraya berdoa: Ya Allah, lenyapkanlah darinya pengaruh panas, dingin, dan penyakit 'ain yang menimpanya. Maka dengan serta merta Sahl bangkit berdiri dalam keadaan sehat, lalu Rasulullah SAW bersabda:
{اِذَا رَاٰى اَحَدُكُمْ مِنْ اَخِيْهِ اَوْ مِنْ نَفْسِهٖ اَوْ مِنْ مَالِهٖ مَا يُعْجِبُهٗ فَلْيُبَرِّكْهُ فَاِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ}
{#Apabila seseorang dari kamu melihat pada diri saudaranya atau pada harta bendanya hal-hal yang mengagumkannya, hendaklah ia mendoakan keberkatan baginya, karena sesungguhnya 'ain (pandangan) itu hak (benar).#}
Hadis Jabir RA
Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan di dalam kitab musnadnya bahwa telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ma'mar, telah menceritakan kepada kami Abu Daud, telah menceritakan kepada kami Talib ibnu Habib ibnu Amr ibnu Sahl Al-Ansari yang dikenal dengan sebutan Ibnud Daji', yaitu Daji' (teman sejawat dengan) Hamzah RA, telah menceritakan kepadaku Abdur Rahman ibnu Jabir ibnu Abdullah, dari ayahnya yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{*اَكْثَرُ مَنْ يَمُوْتُ مِنْ اُمَّتِيْ بَعْدَ كِتٰبِ اللّٰهِ وَقَضَائِهٖ وَقَدْرِهٖ بِالْاَنْف
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.