Makna kata الْعِهْنُ
Kata الْعِهْنُ maknanya adalah الصُّوْف الْمَصْبُوْغ(24) , yaitu wol dari bulu domba lalu dihamburkan. Intinya kain tersebut sangat ringan, dan jika diterbangkan maka dia akan beterbangan di udara.
Ayat Al-Qari'ah : 5
Sebagaimana dalam ayat yang lain Allah ﷻ berfirman,
وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنفُوشِ
“Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.”
Kondisi gunung pada hari kiamat
Demikianlah kondisi gunung pada hari kiamat kelak. Dia akan mengalami beberapa tahapan.
Tahapan pertama
Pertama, gunung tersebut akan tercabut dari pasaknya sebagaimana dalam firman Allah ﷻ ,
وَإِذَا الْجِبَالُ نُسِفَتْ
“Dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan.” (QS. Al-Mursalat : 10)
Tafsiran ulama
Para ulama menafsirkan نُسِفَتْ maksudnya adalah gunung-gunung dilepaskan dari pasaknya(25). Karena Allah ﷻ berfirman,
وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا
“Dan gunung-gunung sebagai pasak.” (QS. An-Naba’ : 7)
Tahapan kedua
Kedua, setelah dicabut maka gunung-gunung tersebut akan diterbangkan. Sebagaimana Allah ﷻ berfirman,
وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ
“Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan.” (QS. An-Naml : 88)
Tahapan ketiga
Ketiga, setelah gunung-gunung diterbangkan maka gunung-gunung tersebut dijalankan lalu ditabrakkan satu sama lain oleh Allah.
وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً
“Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan.” (QS. Al-Haqqah : 14)
Hasil akhir
Setelah ditabrakkan jadilah ia seperti debu-debu kecil. Sebagaimana Allah ﷻ berfirman,
وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا، فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا
“Dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan.” (QS. Al-Waqi’ah : 5-6)
Hasil akhir lainnya
Ketika telah menjadi debu-debu kecil, jadilah gunung-gunung tersebut hancur seakan-akan tidak pernah ada. Oleh karenanya Allah ﷻ berfirman,
وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا
“Dan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana.” (QS. An-Naba’ : 20)
Arti ayat
Artinya adalah gunung-gunung yang kita lihat selama ini begitu kokoh, dapat disaksikan oleh semua orang, tetapi pada hari kiamat nanti dia akan hancur lebur seperti sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ada. Gunung-gunung akan seperti fatamorgana, yang sekilas dari jauh ada tetapi setelah didekati ternyata tidak ada karena telah dihancurkan oleh Allah ﷻ .
Fase hari kiamat
Adapun dalam ayat ini menunjukkan bahwa gunung akan melewati salah satu fase dari yang telah kita sebutkan.
Rasa takut
Sebagian para ulama menyebutkan bahwa gunung-gunung tersebut hancur lebur ketika pada hari kiamat karena rasa takut kepada Allah ﷻ . Kalau gunung yang begitu kokoh bisa hancur, maka bagaimana lagi dengan kita manusia yang lemah namun menyaksikan kedahsyatan hari tersebut(26).
Nama hari kiamat
Tentunya akan ada rasa takut yang luar biasa yang akan menembus hati-hati manusia. Oleh karenanya para ulama menyebutkan bahwa di antara nama hari kiamat yaitu الْقَارِعَةُ memiliki makna hari kiamat akan menjadikan rasa takut menembus ke dalam dada-dada manusia. (27)